Transformasi digital perbankan kini menjadi salah satu tuntutan dan kebutuhan demi memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah. Bukan tanpa alasan, semua sektor bisnis termasuk perbankan dituntut untuk melakukan transformasi digital untuk menghadirkan inovasi layanan di tengah ketatnya persaingan dan meningkatnya pola aktivitas nasabah ke arah digital.
PT Bank Nagari, Bank terkemuka di Sumatera Barat yang telah berdiri sejak tahun 1962, menyadari pentingnya proses transformasi digital sebagai strategi untuk menggaet nasabah baru serta meningkatkan pertumbuhan perusahan.
Menurut Roni Adrian, Kepala Divisi Teknologi dan Digitalisasi Bank Nagari sebagai bukti dari komitmen Bank Nagari dalam transformasi digital, Bank saat ini telah sistem kebijakan dan tata kelola TI, IT Master Plan serta roadmap Strategi Pengembangan Bisnis dan Operasional tahun 2022-2026 yang di dalamnya termasuk pengembangan sistem IT perusahaan.
Dalam roadmap strategi pengembangan bisnis dan operasional ini, ada tiga tahap pengembangan bisnis yang dilakukan. Yakni, tahap pertama adalah penguatan enabler dalam rangka konversi digital dan mengembangkan pasar melalui pendekatan klasterisasi dan ekosistem digital dengan target implementasi ditahun 2022-2023.
Tahap kedua adalah penyelarasan bisnis dengan memberikan layanan transaksi keuangan yang modern lengkap dan handal untuk masyarakat Sumatera Barat dengan target realisasi di tahun 2024. Dan tahap ketiga adalah akselerasi pertumbuhan terkendali – mengembangkan skema pembiayan untuk proyek pembangunan lingkungan Sumatera Barat dan provinsi lainnya baik secara mandiri maupun melalui sindikasi sesama bank pembangunan daerah dengan target reasisasi ditahun 2025-2026.
Sementara pada IT Master Plan yang disusun Bank Nagari, terdapat empat sasaran strategis dari transformasi digital yang dikembangkan. Ini dimulai dengan pertama; Penguatan Tata Kelola Informasi yang dimulai dengan Mengimplementasikan dan mengevaluasi struktur organisasi Divisi TI sesuai tata kelola dan perkembangan bisnis Bank, melengkapi proses pelaksanaan operasional dan kerja sesuai peraturan regulator hingga mengevaluasi kecukupan dan kapasitas SDM TI sesuai workload analysis.
Sasaran strategis kedua adalah meningkatkan keamanan. Di mana transformasi digital perbankan tentu memicu tantangan berupa kekhawatiran terkait keamanan data dan transaksi keuangan.
“Kami di Bank Nagari selain berupaya menghadirkan kemudahan dan kecepatan untuk mengakses layanan namun kami juga berupaya untuk memberikan proteksi dari berbagai ancaman pencurian data dan layanan downtime saat dibutuhkan oleh nasabah. Hal ini kami lakukan dengan terus melakukan peningkatan infrastruktur keamanan seperti Redundansi, Firewall dan Switch Core, melakukan Penguatan SOC (Security Operation Center), Perpanjangan Lisensi Antivirus dan Perlindungan data nasabah,” ujar Roni dalam wawancara penjurian Top Digital Awards 2023 yang diselenggarakan Majalah IT Works pada Jumat (13/10/2023).
Sasaran strategis ketiga adalah Meningkatkan keandalan, kapasitas infrastruktur dan sarana kerja. Bank Nagari dalam hal ini telah membangun Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC)menyediakan keamanan dan ketersediaan tinggi bagi data dan sistem serta membantu bank dalam memulihkan operasi dan data dengan cepat dan efektif bilamana terjadi bencana atau kejadian yang merusak, memiliki refreshment perangkat server dan storage yang telah EoS, memiliki jaringan komunikasi yang memadai, melakukan virtualisasi server dan cloud serta telah melakukan Implementasi smart office.
“Jadi bisa dilihat bahwa transformasi digital Bank Nagari ini juga telah didukung infrastruktur TI yang canggih, agile, dan aman demi memberikan jaminan keamanan data nasabah, menyederhanakan dan mempercepat proses operasional bisnis sekaligus memangkas biaya, meminimalkan sumber daya, dan memberikan inovasi layanan,” kata Roni.
Sasaran strategis keempat adalah pengembangan dan optimalisasi sistem informas. Ini dilakukan dengan mengembangkan &dan melakukan optimalisasi aplikasi pendukung ekosistem digital, melakukan optimalisasi dan pemeliharaan aplikasi eksisting dalam mendukung proses bisnis di masing-masing unit, pembuatan aplikasi baru dan optimalisasi pemanfaatan data warehouse, melakukan integrasi antara core banking dengan aplikasi pendukung, pembangunan dan implementasi sistem informasi manajemen – executive dashboard sesuai kebutuhan manajemen dan unit kerja, pembangunan dan implementasi business intelligence dan data analytic, dan Implementasi digitalisasi proses surat menyurat di seluruh unit di Bank Nagari sebagai salah satu bentuk penerapan budaya digital.
“Pada sasaran strategis yang keempat ini kita menghadirkan solusi bisnis IT untuk mengautomasi proses bisnis kita dan menghadirkan solusi IT yang memudahkan nasabah mengakses layanan layanan terbaik dari Bank Nagari,” papar Roni.
Adapun salah satu solusi IT yang dimaksud misalnya adalah pengembangan aplikasi mobile banking Bank Nagari bernama Ollin By Nagari. Ollin By Nagari merupakan aplikasi berbasis Android dan Ios dimananasabah dapat melakukan transaksi perbankan secara Onlinemenggunakan konsep Super Apps. Aplikasi yang dikembangkan ditahun 2023 ini menghadirkan sejumlah fitur unggulan seperti penarikan tunai tanpa kartu, kemudahan top up e-wallet, Nagari payment, Nagari prepaid, QRIS, QR Trsnsfer hingga setoran awal dan pelunasan haji SISKOHAT.
“Jadi ini adalah aplikasi super praktis dan memudahkan bagi nasabah perorangan, yang bisa melakukan transfer, pembayaran atau pembelian secara Online sehingga dengan kemudahan dan kenyamanan ini tentunya nasabah existing tidak memilih layanan Bank lain. Kehadiran aplikasi ini juga membantu Bank dalam meningkatkan DPK yakni dengan adanya layanan Mobile Banking Bank berpeluang penambahan Nasabah baru, mmbantu penambahan Fee Base Income hingga, dapat mengurangi biaya operasional & ATK (kertas) kantor, di mana mengurangi nasabah bertransaksi di kantor bank,” pungkas Roni.
Penulis: Abi Abdul Jabar Siddiq














