Sebagaimana diketahui, industri kopi Indonesia selama 10 tahun terakhir terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 50% atau setiap tahunnya mengalami pertumbuhan sebesar 5%. Indonesia bahkan tercatat sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-3 di dunia pada 2022/2023 yang telah memproduksi kopi sebanyak 11,85 juta kantong.
Sementara dari sisi konsumsi Indonesia tercatat sebagai negara dengan konsumsi kopi terbesar kelima di dunia dengan jumlah mencapai 5 juta kantong berukuran 60 kilogram pertahun, menurut data International Coffee Organization (ICO). Tingginya konsumsi kopi menyebabkan bisnis kopi semakin berkembang mulai dari kopi kemasan siap minum (Ready to Drink) hingga bisnis kedai kopi yang semakin menjamur diberbagai daerah.
Menyambut tingginya permintaan kopi dalam negeri, inovasi teknologi dibutuhkan untuk berlomba-lomba menarik konsumen baru. Hal inilah yang melatarbelakangi JumpStart, sebuah perusahaan rintisan (startup), untuk menghadirkan Smart Coffee Machine yang tak lain adalah mesin penjual otomatis (vending machine) untuk kopi.
Mengusung konsep bisnis smart retail, JumpStart menghadirkan Smart Coffee Machine yang menawarkan konsep penyajian kopi yang berbeda tanpa pelayan alias self service.
Menurut CEO JumpStart Brian Imawan Smart Coffee Machine yang dihadirkan JumpStart memadukan teknologi dengan teknik coffee brewing tradisional. Dia menuturkan, JumpStart ingin memberi masyarakat pengalaman mencicipi biji kopi berkualitas lewat teknologi Smart Coffee Machine.
“Keunggulan dari Smart Coffee Machine ini adalah menggunakan 100% biji kopi premium Indonesia, menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk memberi kenyamanan bagi konsumen saat memesan kopi.,” kata Brian dalam wawancara penjurian Top Digital Awards yang diselenggarakan Majalah IT Works beberapa waktu lalu.
Brian menuturkan melalui bisnis Smart Coffee Machine JumpStart bertekad untuk menjadi pelopor inovasi ritel berbasis teknologi terbesar di Indonesia. Ia juga menargetkan untuk menyebarkan 20.000 mesin vending di seluruh Indonesia sampai tahun 2027. Untuk itu saat ini JumpStart terus mengupayakan inovasi dan menggandeng banyak pihak khususnya sektor UMKM.
“Jadi kita core bisnisnya memang fokus ke mesin otomatis. Saat ini untuk mencapai target diatas kita terus mengembangkan channel dan jejaring sehingga targetnya nanti barang apapun khususnya dari produk UMKM bisa masuk ke mesin ini. Karena kita meyakini bahwa Indonesia ini punya banyak barang kualitas tinggi cuma channel jualannya bingung. Misal banyak yang jualan online tapi saingannya banyak dan terus masuk ke retail minimarket akan cukup mahal investasinya. Nah disini kita meyakini mesin-mesin kita ini akan menjadi satu channel ritel baru untuk mendorong UMKM untuk langsung bisa meningkatkan penjualannya,” ujar Brian.
Dengan demikian, ungkap Brian saat ini JumpStart terus mengembangkan inovasi dengan tidak hanya menghadirkan produk kopi, tapi juga memulai lini model bisnis baru berupa smart vending machine yang dapat memasarkan berbagai produk makanan dan minuman ringan, produk fesyen, obat – obatan, kosmetik, kebutuhan makanan hewan, sampai aneka produk UMKM.
Teknologi AI bikin Semakin Praktis dan Aman
Brian menambahkan bahwa mesin vending yang dihadirkan JumpStart memanfaatkan teknologi AI dalam mengotomatiskan proses ritel cerdas menyeluruh yang andal di mana saja dan kapan saja, dengan menyiapkan skenario bisnis yang mendukung pertumbuhan produsen lokal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, dengan memberikan solusi terpadu mulai dari logistik, pemasaran, laporan dan analisis, serta perkiraan permintaan bahan baku.
“Jadi mesin kami juga punya sistem End to End Smart Retail Platform dimana ini merupakan sistem untuk Real-time sharing of inventory and sales data. Jadi kami menggunakan platform ini untuk teman teman umkm untuk menyalurkan produk dan mendistribusikannya ke vending machine kami. Tapi kami juga gunakan sistem ini untuk real time sharing inventorynya seperti apa dan juga kami menyediakan komperhensif report pasca pembelian di vending machine kami,” jelas Brian.
Adapun fitur unggulannya yakni AI generated yang berfungsi untuk penyajian laporan penjualan dan analisa bisnis dimana AI ini berfungsi secara komperhensif melakukan analisa terhadap penjualan, perkiraan stok dan kedepannya justru bisa mengembangkan bisnis atau menentukan arah penjualan dari UMKM tersebut.
“Harapannya dengan sistem ini mampu memperbanyak produk – produk lokal sebagai diferensiasi dari bisnis retail sejenis, meningkatkan revenue dan membantu UMKM sebagai kontribusi perusahaan terhadap industri bisnis indonesia in general. dibandingkan dengan pemain ritel lainnya dengan masuknya produk UMKM ke mesin kami itu menambah atau memperbanyak produk unggulan kami yang tidak dimiliki kompetitor sejenis,” papar dia
Brian mengatakan selain menghadirkan kemudahan sistem operasi, vending machine dari Jum dan untuk kemanan cyber dan perlindungan data. Dimana JumpStart dalam hal ini sudah menggunakan server cloud dan amazon cyber security.
“Kita juga me-manage data dengan sangat ketat dan hati hati. Dimana kita ini membangun satu aplikasi untuk customer bisa membeli dan yang bisa mengakses nomor dan nama customer (data pribadi) kita sangat jaga. Jadi keamanan dashboard, user login kita dibatasi waktu. Bahkan untuk orang tertentu dispesifikasi data apa saja yang bisa diakses, kemanan identitas mitra dan pengguna kita jaga bahkan direktur pun kita jaga untuk tidak memiliki akses ke data user,” terang Brian.
“Contoh perlindungan keamanan lainnya adalah untuk membuka mesin ini sudah tidak pakai kunci lagi. Semua sekarang pembukaan sudah pakai dashboard. dan tim untuk pembukaan mesin ini hanya punya akses sementara dimana tim itu hanya bisa buka sekali dan setelah selesai aksesnya akan dicabut. Jadi itu adalah security yang kita terapkan karena itu juga adalah konsen kami di bisnis ini,” pungkas dia.
Penulis: Abi Abdul Jabar Siddik














