ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Sebanyak 69% Anak Muda Indonesia Manfaatkan Telehealth

Ahmad Churi
24 January 2025 | 10:37
rubrik: Research
Sebanyak 69% Anak Muda Indonesia Manfaatkan Telehealth
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks-Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa 69% anak muda Indonesia kini memanfaatkan layanan telehealth, dengan sebagian besar menggunakan lebih dari satu aplikasi. Tren ini didukung oleh berbagai inovasi digital yang memungkinkan pemantauan kesehatan secara lebih personal dan berbasis data.

Selain itu, survei menunjukkan bahwa 6 dari 10 anak muda menggunakan smartwatch untuk melacak kondisi kesehatan mereka, menandakan peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan. Dalam satu dekade terakhir, generasi muda telah mengalami transformasi besar dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan. Jika sebelumnya pilihan kesehatan didominasi oleh pengaruh orang tua, kini individu semakin mandiri dalam menentukan solusi kesehatan mereka, berkat meningkatnya literasi digital dan kemudahan akses informasi yang tersedia di berbagai platform.

Demikian terungkap dalam bincang “Power Lunch” pada 22 Januari lalu dengan praktisi teknologi bertajuk “Healthtech: Melampaui Batas Inovasi”. Acara yang dihelat GDP Venture mendatangkan narasumber Setiaji, Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Suwandi Ahmad, Chief Data officer Lokadata.id; Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc; Levana Sani, CEO Nalagenetics; dan dr. Natalia Zwensi A., M.Sc, praktisi Genomic Medicine.

Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata.id, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya kesehatan meningkat pesat, terutama setelah pandemi. “Sebanyak 43% anak muda Indonesia rutin memeriksakan diri ke dokter setidaknya sekali dalam setahun. Mereka juga aktif menggunakan aplikasi telehealth untuk mengakses layanan kesehatan dengan mudah dan cepat. Generasi muda kini juga semakin memahami pentingnya pencegahan dini sebagai langkah vital untuk menjaga kesehatan, bukan hanya untuk menangani penyakit tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan,” jelasnya.

Data dari Lokadata menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, terutama di kalangan generasi muda, dengan 24% telah menjalani gaya hidup sehat melalui olahraga teratur, pola makan seimbang, dan tidur yang cukup, serta 6 dari 10 anak muda menggunakan smartwatch untuk memantau kondisi kesehatan mereka.

BACA JUGA:  Dampak Cyberbullying yang Wajib Diketahui

Menariknya, 73% generasi muda juga semakin menyadari pentingnya kesehatan mental, dengan banyak yang memanfaatkan aplikasi digital untuk mendukung kesejahteraan psikologis mereka. Tren ini mencerminkan pergeseran paradigma signifikan dari fokus pada pengobatan menuju pendekatan preventif dan holistik, di mana semakin luasnya akses terhadap teknologi kesehatan dan edukasi mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melihat kesehatan sebagai investasi jangka panjang, baik secara fisik maupun mental.

Kendala Literasi Digital


Meskipun adopsi healthtech berkembang di kota-kota besar, tantangan tetap ada di daerah terpencil. “Literasi digital masih menjadi kendala utama di luar kota besar. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan teknologi kesehatan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, salah satu upaya yang dilakukan Halodoc juga secara aktif mengedukasi masyarakat melalui konten-konten di berbagai platform komunikasi.” jelas Alfonsius Timboel, Chief Operating Officer Halodoc.

Di sisi pemerintah, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) pada Februari 2025. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular, dengan target melayani hingga 60 juta orang pada tahun pertama dan 200 juta warga dalam lima tahun ke depan. “Program ini dirancang untuk mencakup semua lapisan masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia, dengan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan alat pemeriksaan yang memadai,” ungkap Setiaji, Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan RI.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menginisiasi sandbox pada tahun 2023 untuk memberikan perlindungan kepada pasien pengguna layanan telehealth. Platform yang memenuhi standar dapat menggunakan logo Kementerian Kesehatan, yang menjamin bahwa layanan tersebut aman dan terpercaya.

BACA JUGA:  Tiga Faktor Penghambat UMKM Di Asia Tenggara Gunakan Pembayaran Digital

Pendekatan berbasis genetik menjadi inovasi penting dalam sektor kesehatan preventif. Levana Sani, Co-founder & CEO Nalagenetics, menjelaskan, Sekitar 40% dari penyakit dipengaruhi oleh faktor genetik. Dengan teknologi genetika, kita dapat memberikan solusi yang lebih tepat sasaran untuk pencegahan dan pengobatan. Nalagenetics mengembangkan solusi DNA untuk mencegah penyakit seperti kanker, kardiometabolik, dan neurodegeneratif, serta bekerja sama dengan komunitas untuk mendukung kelompok pasien dengan indikasi genetik tertentu. Hal ini menciptakan pendekatan holistik dalam perawatan kesehatan.

Hal senada diungkapkan oleh dr. Natalia Zwensi A., M.Sc, Praktisi Kedokteran Genomik, yang menjelaskan bahwa analisis genomik mampu mendeteksi risiko kesehatan secara dini, memungkinkan perawatan yang personal dan berbasis data. “Tes DNA bukanlah diagnosis, melainkan alat prediksi risiko sebelum gejala muncul. Dengan demikian, individu dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal,” ujarnya.

Inovasi teknologi terus menjadi ujung tombak dalam memperluas akses layanan kesehatan. Halodoc, misalnya, menawarkan layanan homecare seperti tes darah, vaksinasi, immune booster, kunjungan dokter, dan pemeriksaan kesehatan di rumah. Sementara itu, Kementerian Kesehatan berkolaborasi dengan OJK untuk mengembangkan konsep Health Checking, sebuah sistem mirip BI Checking yang memungkinkan individu mengakses rekam medis secara aman dan transparan.

Hal lain, isu keamanan data tetap menjadi perhatian utama. Levana Sani menjelaskan bahwa Nalagenetics telah menerapkan standar keamanan data ISO 27001 untuk melindungi privasi pasien. Di sisi regulasi, Setiaji menambahkan bahwa Material Transfer Agreement (MTA) juga diterapkan untuk memastikan pemanfaatan data secara bertanggung jawab sesuai PP 28 Pasal 1208.

Dengan berbagai inisiatif dan inovasi yang ada, sektor kesehatan digital di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Pada tahun 2040, diperkirakan 60% dari pengeluaran kesehatan akan diarahkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, yang menunjukkan pentingnya investasi dalam langkah-langkah preventif. Melalui kolaborasi yang erat dan adopsi teknologi yang tepat, (AC)

BACA JUGA:  Serangan Terhadap Perangkat Seluler Meningkat Signifikan di 2023
Tags: telehealth
Previous Post

Mudah dan Aman, Begini Cara Cek NIK Verifikasi Pendaftaran Pelanggan XL Axiata

Next Post

BI: Uang Beredar Tetap Bertumbuh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

Busthomi
23 October 2026 | 10:44

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank  Menuju Bank Syariah Global

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:12

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

Mi’roji
22 October 2026 | 16:08

TOP Digital Awards 2026: Bank BPR Jatim Perkuat Fondasi Digital, Tingkatkan Keamanan dan Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank BPR Jatim Perkuat Fondasi Digital, Tingkatkan Keamanan dan Layanan Nasabah

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:01

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Luncurkan XENERGY S320 dan L1000 di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui SJUT, Telkom Akses Dukung Infrastruktur Telekomunikasi yang Lebih Tertata dan Andal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelindo Bantu Penanganan Bencana Melalui Pengiriman Kontainer Pelayanan Kesehatan di NTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tomohon Jazz Festival Dorong Kunjungan Wisatawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto