ItWorks.id- Transformasi digital kini menjadi tulang punggung pengembangan bisnis di lingkungan InJourney Hospitality, entitas yang berada di bawah PT Hotel Indonesia Natour (Persero). Melalui langkah strategis dan sistematis, perusahaan pelat merah ini menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan berbasis teknologi yang efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.
Rickent Putra Haki, Group Head Information Technology atau Vice President Information Technology InJourney Hospitality, menjelaskan bahwa arah digitalisasi perusahaan dibangun atas dua pilar besar: efisiensi operasional dan peningkatan pengalaman pelanggan.“Kami di IT InJourney Hospitality memiliki dua kebutuhan utama. Pertama, operational excellence, dan kedua, enhance customer experience. Jadi setiap hal yang kami lakukan mengacu pada dua hal itu,” ujar Rickent saat mengikuti wawancara penjurian TOP Digital awards 2025 secara daring, Kamis (6/11/2025).
“Kalau sesuatu tidak menambah nilai bagi keduanya, tidak memangkas proses operasional atau tidak meningkatkan pengalaman pelanggan maka kami tidak lakukan itu.”
Dalam naungan BUMN Holding Aviasi dan Pariwisata InJourney, InJourney Hospitality kini mengelola 37 hotel dan memiliki 13 hotel sebagai aset sendiri. Fokus bisnisnya terbagi dalam tiga lini utama: hotel operator, hotel owner, serta pengelolaan kawasan ekonomi khusus kesehatan Sanur (Kasanur).
Melalui visi to be the leading force of Indonesian hospitality, perusahaan bertekad menciptakan destinasi kelas dunia dengan ciri khas budaya Indonesia. Rickent menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar proyek teknologi, melainkan strategi bisnis yang menyeluruh.“Peran IT dalam strategi perusahaan kami sangat penting. IT menjadi enabler untuk mengembangkan penggunaan digital dan aplikasi di seluruh operasi,” tegasnya.
Sistem One Data
Salah satu langkah paling menonjol dalam transformasi digital InJourney Hospitality adalah pembangunan sistem data terpadu One Data InJourney Hospitality. Sistem ini mengintegrasikan seluruh data lintas hotel, mulai dari HR, keuangan, penjualan, hingga asset ke dalam satu platform berbasis cloud environment.
“Kami membangun One Data InJourney Hospitality, satu sumber data yang mengintegrasikan ERP (HR, Procurement, Sales, Accounting, Asset, Finance) agar setiap data tamu dan pegawai terhubung lintas hotel. Ini mewujudkan single source of truth dan pelayanan yang lebih personal,” ungkap Rickent.
Inisiatif digital tersebut juga diperkuat dengan pengembangan customer data platform, loyalty points system, dan revenue management system untuk mendukung dynamic pricing di seluruh jaringan hotel. Semua sistem dirancang untuk memperkuat smart hospitality dan efisiensi operasional di masa depan.
Pembangunan fondasi digital ini dilakukan berdasarkan peta jalan tiga tahun.
“Roadmap kami: 2025 membangun fondasi digital, 2026 meningkatkan pengalaman pelanggan, dan 2027 mengoptimalkan operasional menuju smart hospitality,” jelasnya.
Selain sistem data, inovasi juga menyentuh manajemen SDM. Melalui platform Rinjani sebagai One Human Capital System, InJourney Hospitality mendorong talent mobility antarhotel.
“Sebagai contoh, saat ada acara besar seperti pernikahan India di The Meru Sanur, sistem kami memudahkan pencarian staf dengan keterampilan tertentu dari jaringan hotel lain untuk membantu,” kata Rickent.
80% SDM IT di InJourney Hospitality kini berusia di bawah 35 tahun. Perusahaan pun menyiapkan program pengembangan kompetensi yang mencakup PMBOK, TOGAF, DAMA-DMBOK, hingga software development.
Setiap inisiatif digital wajib melalui analisis bisnis yang terukur.
“Kami memiliki SOP pengembangan TI yang mewajibkan setiap proyek memiliki business case dan analisis ROI. Evaluasi dilakukan melalui IT maturity assessment dan audit internal setiap semester,” jelas Rickent.
Melalui langkah-langkah tersebut, InJourney Hospitality menunjukkan keseriusannya menata masa depan industri perhotelan nasional berbasis teknologi. Dari hotel-hotel heritage hingga kawasan ekonomi khusus kesehatan di Sanur, digitalisasi menjadi jembatan menuju layanan yang lebih efisien, modern, dan membanggakan Indonesia. (Abdullah Suntani)














