Jakarta, ItWorks- Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus hadirkan inovasi untuk berikan kemudahan semua perizinan investasi dengan sistem aplikasi online secara terintegrasi. Inovasi digital perizinan BP Batam, berfokus pada penyederhanaan, integrasi, dan peningkatan kapasitas dan keandalan sistem dan aplikasi digital agar makin mudah diakses, cepat, dan aman.
Sebagai lembaga yang dipercaya dan diberikan mandat besar untuk mengembangkan dan mengelola kawasan strategis nasional, BP Batam terus memperkuat fondasi kebijakan dan tata kelola perizinan guna mendukung arah pembangunan yang berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, berbagai terobosan dan inobvasi dilakukan, temasuk digitalisasi (transformasi digital) di bawah penanganan Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam.
Menyusul dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) 25 (tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas) dan PP Nomor 28 Tahun 2025 (tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko), BP Batam terus berbenah, di antaranya melalui penguatan transformasi digital. Spirit PP 25 dan juga 28 di antaranya memberikan kewenangan penuh sebagai BP Batam sebagai otoritas satu pintu untuk menerbitkan berbagai izin investasi, mengintegrasikan perizinan, menyederhanakan proses, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam dengan menarik investor melalui kepastian hukum dan kemudahan berusaha.
Dengan kepercayaan besar ini, BP Batam juga terus melakukan terobosan dan inovasi untuk efisiensi, kemudahan layanan, sekaligus daya saing dalam menjawab dinamika tersebut melalui transformasi digital. Salah satu yang terus ditingkatkan keandalannya yakni pelayanan perizinan secara elektronik melalui Indonesia Batam Online Single Submission atau IBOSS.
Terkait kemudahan investasi, BP Batam juga memperkenalkan inovasi terbaru Digital Dashboard Investasi, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada para investor. Program ini telah diluncurkan pada Juli 2025 sebagai langkah konkret BP Batam dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai aduan dan keluhan yang diterima dari investor. Dashboard investasi Batam dirancang untuk mempermudah komunikasi antara BP Batam dan investor, serta memastikan penyelesaian masalah yang dihadapi investor berlangsung lebih efisien dan transparan melalui aplikasi digital.
Demikian beberapa poin penting yang terungkap dari presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2025” Bp Batam yang disampaikan oleh Plt.Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam, Sardin Sitorus bersama yang dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting, belum lama ini. Turut hadir dalam presentasi dan wawancara penjurian ini, di antaranya Sylvia J. Malaihollo, S.Kom. (mantan Kepala PDSI BP Batam) yang kini menjadi Tim Ahli Percepatan dan Pembangunan BP Batam, Rizal Safani – Kepala Bidang Sistem Informasi, Alvin Devara Lesmana – Kepala Sub Bidang Keamanan TI, Ronny Ansis – Kepala Sub Bidang Perencanaan Tata Kelola TI, serta Yoan Monalisa – Kepala Sub Bidang Kebijakan dan Evaluasi TI.
“Dashboard Investasi BP Batam dibangun oleh tim IT internal PDSI. Ini menjadi platform terpusat yang menghubungkan investor dengan layanan yang terus ditingkatkan dan disederhanakan melalui aplikasi digital. Semua dilakukan untuk menjadikan investasi di Batam lebih mudah, cepat, dan transparan. Fitur unggulannya, ada pengelolaan dan monitoring permasalahan serta keluhan investor secara terpusatf. Sehingga memudahkan dalam pengelolaan keluhan investor, sehingga bisa cepat tindaklanjut oleh unit terkait berdasarkan jenis permasalahan yang dihadapi,” ujar Sardin Sitorus.
Berbagai inovasi digital yang berhasil dikembangkan, menghantarkan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui PDSI yang tahun ini kembali masuk nominasi mengkuti penjurian untuk penghargaan TOP Digital Awards 2025. PDSI merupakan bagian dari BP Batam yang secara keseluruhan memiliki tugas dan tanggungjawab mengelola dan mengembangkan sistem IT. Bertanggung jawab dalam pengembangan sistem aplikasi digital, menjaga keandalan sistem IT, dan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi di semua lini atau unit di BP Batam.
“Sesuai dengan tugas dan fungsinya, PDSI bertanggungjawab penuh terhadap semua sistem IT-nya BP Batam, termasuk penanganan data center dan juga melindungi dari aspek keamanannya (cyber security)-nya. Selain itu, PDSI juga memberikan layanan dukungan managed services yang meliputi data center, server, dan mendukung operasional proses bisnis dan berbagai layanan berbasis teknologi informasi di BP Batam. Termasuk juga untuk pengembangan melalui arsitektur untuk penerapan aplikasi Sisitem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE BP Batam,” terangnya.
Terobosan Inovasi Digital
Dalam paparanya dikatakan, bahwa untuk saat ini implementasi sistem IT atau digitalisasi di BP Batam, telah diterapkan secara menyeluruh di semua lini. Terutuma untuk menciptakan tata kelola yang efektif, efisien, dan transparan. Melalui digitaliasi, termasuk aplikaski SPBE, berbagai layanan publik dan perizinan, kini telah terdigitalisasi dan terintegrasi lintas sistem.
“Wujud nyata dari inobasi ioni antara lain penerapan IBOSS (Indonesia Batam Online Single Submission) yang memudahkan proses perizinan ekspor-impor dan terintegrasi ke Sistem Indonesia National Single Window (SINSW), serta B-SIMS (BP Batam Seaport Information Management System) yang mengelola layanan kepelabuhanan secara digital dan terhubung dengan Inaportnet Kementeria Perhubungan dan Sistem Bea Cukai. Inobvasi lainnya, yakni LMS (Land Management System) Online untuk pengelolaan dan perizinan lahan secara digital, yang memungkinkan pelaku usaha mengajukan dan memantau izin lahan secara daring, transparan dan efisien,” ujarnya.
Terkait penerapan SPBE, Sylvia J. Malaihollo, S.Kom menambahkan bahwa bahwa skor atau indeks SPBE BP Batam – Berdasarkan penilaian Kementerian PAN-RB, terakhir hasil penilaian tahun 2024 nilainya 3,82, kategori (Sangat Baik). Sedangkan untuk tahun 2025, BP Batam tidak lagi dilakukan penilaian atau pemantauan dan evaluasi oleh Kementerian PAN-RB karena tidak termasuk K/L yang diikutkan dalam ujicoba transisi SPBE ke Pemerintahan Digital (PEMDI) pada tahun 2025 ini.
Ditambahkan, saat ini setidaknya terdapat 61 sistem informasi / aplikasi yang running untuk beragai keperluan , baik menunjang sistem manajemen internal, maupun hubungan layanan masyarakat (public) dan juga para invesator. Sedangkan tahun ini, fokus pengembangan digitalisasi dilakukan dalam upaya peningkatan performa dan keandalan infrastruktur, sistem aplikasi, termasuk penguatan IT security dan data center.
“Saat ini kami berfokus pada integrasi sistem, efisiensi layanan,dan peningkatan transparansi informasi dalam mendukung transformasi digital kelembagaa sesuai arah kebijakan SPBE dan Industri 4.0. Jadi fokusnya diarahkan pada integrasi layanan digital lintas unit kerja, penguatan analitik data dan kecerdasan buatan, serta penerapan prinsip user- centric service di seluruh sistem pelayanan publik dan investasi. Upaya ini sejalan dengan strategi besar BP Batam untuk mewujudkan tata kelola digital yang efisien, transparan, dan berdaya saing global,” tandasnya.
Tak pelak terobosan ini juga berdampak terhadap kinerja investasi yang terus meningkat. Apalagi ditopang dengan segudang keunggulannya. Seperti lokasinya yang strategis, berstatus Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ), sehingga Batam hingga kini tetap menjadi magnet besar bagi daya tarik investasi, baik lokal maupun asing.
Tercatat realisasi investasi Kota Batam dari triwulan I hingga triwulan III tahun 2025 terus menunjukkan tren positif. Disebutkan, total realisasi investasi hingga Oktober lalu telah mencapaiRp54,7 triliun, atau 91,22% dari target Rp60 triliun hingga akhir tahun. Ekonomi juga terus bertumbuhn signifikan. Tahun 2022 tercatat tumbuh 6,48 %, tahun 2023 naik menjadi 7,04 %, dan pada 2024 tercatat 6,69%. Itulah makanya Pemerintah pusat hingga kini juga selalu memberikan perhatian serius dan menaruh perhatian besar terhadap Batam.
“TOP DIGITAL Awards” merupakan ajang corporate rating (penilaian) untuk penghargaan tahunan bidang TI/Telko terbesar Indonesia yang telah dihelat sejak tahun 2017 oleh Majalah ItWorks (media Solusi Bisnis, teknologi digital). Diselenggarakan dengan bekerja sama dengan sejumlah Asosiasi ICT, konsultan IT, pakar, dan kalangan akademisi Indonesia. Tahun ini mengusung tema “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation”. Saat ini tengah memasuki tahap penentuan kandidat dari hasil riset untuk maju tahap presentasi dan wawancara penjurian yang dijadwalkan menuju puncak acara “Penghargaan Top Digital Awards 2025” pada 4 Desember tahun 2025 di Jakarta.














