ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset: Lonjakan Perdagangan Digital Berbasis AI Picu Lonjakan Serangan Bot dan API

Fauzi
24 July 2026 | 10:56
rubrik: Research
Riset: Lonjakan Perdagangan Digital Berbasis AI Picu Lonjakan Serangan Bot dan API

Image: Akamai

Share on FacebookShare on Twitter

Perdagangan digital Asia Pasifik (APAC) yang berkembang pesat kini menjadi sasaran utama bagi pelaku kejahatan siber, saat perusahaan ritel, platform perjalanan, dan perhotelan mempercepat penggunaan pengalaman belanja, pemesanan, dan layanan pelanggan berbasis AI.

Menurut laporan keamanan State of the Internet (SOTI) terbaru Akamai, Securing the Agentic Storefront: Attacks on Commerce, aktivitas bot yang menargetkan perusahaan perdagangan digital di Asia Pasifik meningkat 63% pada 2025, lonjakan tertinggi dibandingkan kawasan mana pun secara global. Dari Juli hingga Desember 2025, perdagangan digital juga menyumbang 38% dari seluruh lalu lintas bot AI yang teramati di berbagai industri di Asia Pasifik. Hal ini menegaskan perlunya strategi keamanan yang mampu mengimbangi pesatnya adopsi perdagangan digital berbasis AI di kawasan ini.

Di seluruh kawasan ini, perusahaan ritel mulai beralih ke perdagangan agentik dengan menggunakan bot untuk mempersonalisasi pengalaman belanja secara lebih mendalam dan mengurangi jumlah pelanggan yang tidak menuntaskan transaksi pembelian. Pertumbuhan chatbot juga berlangsung sangat cepat di Asia Pasifik karena berbagai perusahaan berlomba menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih personal. Namun, hal ini membuat otomatisasi yang sah makin sulit dibedakan dari bot berbahaya, credential stuffing, scraping, dan penyalahgunaan API.

Meski industri ritel tetap menjadi target utama, industri perjalanan dan perhotelan di Asia Pasifik juga menghadapi paparan ancaman yang lebih besar dibandingkan kawasan lain. Hal ini didorong oleh platform perjalanan yang terfragmentasi, tingkat adopsi digital dan seluler yang tinggi, program loyalitas yang populer, serta puncak pemesanan musiman selama masa liburan di kawasan seperti Tahun Baru Imlek, Golden Week, Diwali, dan libur akhir tahun. API juga menjadi area risiko yang terus meningkat, karena bisnis perdagangan digital menghubungkan pembayaran, program loyalitas, sistem inventaris, logistik, dan platform pemesanan.

BACA JUGA:  Ingin Tahu Apa Pencarian Paling Trendi Di Kalangan Anak-Anak di Musim Panas 2022?

Di Asia Pasifik, hal ini khususnya terlihat jelas di sektor perjalanan, yang menyumbang 22% serangan web terhadap perdagangan digital. API menjadi target dalam 25% serangan terhadap sektor tersebut. Bisnis perdagangan digital di Asia Pasifik juga menghadapi tekanan serangan DDoS pada lapisan aplikasi yang semakin meningkat. Sepanjang 2025, serangan DDoS Layer 7 meningkat 39%, dari 260 miliar menjadi 361 miliar kejadian. Dari seluruh serangan DDoS Layer 7 yang menargetkan API, sektor ritel mencatat porsi terbesar sebesar 51%, disusul perhotelan sebesar 28%, dan perjalanan sebesar 21%.

“Sektor perdagangan di APAC bergerak cepat menuju masa depan yang semakin terotomatisasi dan didukung AI, seiring perusahaan memanfaatkan chatbot GenAI dan berbagai layanan berbasis AI untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal sekaligus mengurangi hambatan dalam perjalanan pelanggan,” ujar Reuben Koh, Director of Security Technology and Strategy, APJ, Akamai.

“Namun, setiap interaksi dengan chatbot, proses pemesanan, maupun integrasi program loyalitas menghadirkan titik masuk digital baru yang perlu diidentifikasi, dipahami, dan diamankan. Hal ini menjadi semakin penting di APAC, ketika sektor perjalanan dan perhotelan menghadapi tingkat paparan risiko yang lebih tinggi akibat ekosistem platform yang terfragmentasi, program loyalitas yang banyak digunakan, serta lonjakan traffic pada periode-periode tertentu. Karena itu, perusahaan perlu menerapkan pendekatan keamanan berbasis risiko yang mampu mengidentifikasi aktivitas berbahaya yang tersembunyi di balik otomatisasi berskala besar yang sah, tanpa mengganggu kenyamanan pengalaman pelanggan,” lanjutnya.

Ketika organisasi perdagangan digital terus mengadopsi AI dan otomatisasi, ketahanan tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai fungsi keamanan. Ketahanan harus menjadi bagian dari disiplin bisnis. Hal ini mencakup:

  • Memetakan rantai pendapatan: Mengidentifikasi secara berkelanjutan API yang mendukung pembayaran, program loyalitas, proses transaksi, inventaris, dan integrasi mitra, serta memahami titik-titik yang berisiko membuka akses ke data sensitif.
  • Mengelola otomatisasi berdasarkan risiko: Tidak lagi mengandalkan keputusan “izinkan” atau “blokir” secara menyeluruh, melainkan menerapkan pendekatan berbasis risiko yang dapat membedakan otomatisasi yang sah dari aktivitas bot berbahaya.
  • Mempersiapkan lonjakan trafik pada periode puncak: Perkuat kapasitas untuk mengantisipasi lonjakan trafik, uji kesiapan respons terhadap serangan DDoS, pantau kemunculan toko daring palsu serta potensi paparan kredensial, dan tingkatkan kolaborasi antara tim keamanan siber dan pencegahan fraud menjelang periode puncak belanja maupun perjalanan.
BACA JUGA:  Ensign InfoSecurity Luncurkan Pelatihan Simulasi Krisis Siber

Kini memasuki tahun ke-12, laporan keamanan State of the Internet Akamai disusun berdasarkan data serangan yang teramati di seluruh infrastruktur perlindungan keamanan siber Akamai, yang menangani sebagian besar lalu lintas web global.

Tags: AIAkamaiGenerative AISOTI
Previous Post

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Next Post

Lewat ITSEC Cyber & AI Academy, ITSEC Asia dan PT INTI Perkuat Keamanan Siber dan Pengembangan Talenta AI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto