ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ini Bukti Serangan Backdoor, Ransomware dkk Masih Jadi Ancaman Serius

Fauzi
12 August 2026 | 16:17
rubrik: Digital
Awas! Malware Ini Terdeteksi Intai Pengguna WhatsApp

Image: Kaspersky

Share on FacebookShare on Twitter

Ancaman siber di kawasan Asia Pasifik masih berada pada level tinggi sepanjang paruh pertama 2026. Data terbaru dari Kaspersky mengungkap sedikit peningkatan pada backdoor, lebih dari 2 juta serangan pencuri kata sandi (password stealer), dan seperempat juta serangan ransomware berhasil digagalkan di kawasan tersebut dari bulan Januari hingga Juni. Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky juga memperingatkan adanya peningkatan serangan terhadap rantai pasok secara global.

Lanskap ancaman siber di seluruh wilayah Asia Pasifik tetap sangat aktif pada paruh pertama tahun 2026, di mana Kaspersky mendeteksi dan memblokir 75 juta serangan yang berasal dari sumber daring. Temuan tersebut juga mengungkapkan bahwa 3,4 juta serangan backdoor, kemudian 2,4 juta serangan pencuri kata sandi, dan 250.000 insiden ransomware berhasil dicegah selama periode enam bulan pertama tahun ini. Data ini diperoleh dari Kaspersky Security Network (KSN) yang dianalisis oleh Kaspersky GReAT.

“Meskipun kami mengamati sedikit penurunan pada beberapa kategori serangan selama paruh pertama tahun 2026, hal ini tidak boleh disalahartikan sebagai melemahnya lanskap ancaman di kawasan ini. Kami juga memantau bahwa para pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi pengintaian, mempercepat pengembangan malware, dan meningkatkan skala serangan, sehingga serangan menjadi lebih cepat dan adaptif,” ujar Sergey Lozhkin, Kepala unit riset Asia Pasifik dan Timur Tengah, Turki dan Afrika (META) di Kaspersky GReAT.

Secara global, untuk tahun 2025, tiga kategori teratas insiden keamanan dengan tingkat keparahan tinggi meliputi Advanced Persistent Threats (APT) (24%), rekayasa sosial (15%), dan malware (12%).

APT adalah kampanye siber terarah yang sangat canggih, di mana penyerang memperoleh akses tidak sah ke jaringan dan mempertahankan keberadaan secara diam-diam dalam jangka waktu yang lama. Operasi ini biasanya dilakukan untuk memfasilitasi spionase siber, mencuri informasi sensitif, atau mencapai tujuan strategis jangka panjang. Tim GReAT Kaspersky memantau lebih dari 900 kelompok APT di seluruh dunia.

BACA JUGA:  Begini Cara BukuKas Bantu UMKM Berkembang dan Tumbuh di Era Digital

Terkait lanskap APT global, lima dari 12 negara yang paling sering menjadi target berada di kawasan Asia Pasifik: China, India, Myanmar, Pakistan, dan Vietnam.

“Posisi Asia Pasifik sebagai pemimpin global dalam transformasi digital dan bahkan dalam adopsi agen AI, ditambah dengan lingkungan geopolitiknya yang kompleks, menjadikannya target bernilai tinggi bagi pelaku ancaman di balik serangan APT paling canggih. Ini menegaskan pentingnya nilai strategis dari threat intelligence berkelanjutan, pertahanan siber tangguh, serta kerja sama regional yang lebih kuat,” tambah Lozhkin.

Rantai pasokan global dalam bahaya
Sebuah studi terbaru dari Kaspersky menemukan bahwa serangan rantai pasokan telah menjadi salah satu ancaman siber paling umum yang dihadapi bisnis di seluruh dunia, di mana hampir satu dari tiga organisasi mengalami insiden terkait rantai pasokan selama setahun terakhir. China termasuk di antara negara dengan tingkat risiko tertinggi, dengan 40% bisnis melaporkan adanya risiko rantai pasokan.

Dalam satu insiden, penyerang menyusup ke infrastruktur pembaruan antivirus eScan dan menggunakan server pembaruan tepercaya tersebut untuk menyebarkan malware kepada pelanggan. Dengan menyalahgunakan perangkat lunak yang sah, penyerang mengubah produk keamanan menjadi sarana penyebaran infeksi; hal ini menyoroti meningkatnya risiko akibat penyusupan pada rantai pasokan perangkat lunak. eScan adalah perangkat lunak antivirus dan keamanan titik akhir yang dikembangkan oleh Microworld Technologies, sebuah perusahaan keamanan siber asal India yang berkantor pusat di Mumbai.

Kasus penting lainnya melibatkan Notepad++, di mana sebuah penginstal berbahaya menyebarkan Trojan backdoor yang memungkinkan penyerang mempertahankan akses ke sistem yang terdampak selama berbulan-bulan. Insiden ini menunjukkan bagaimana pelaku ancaman terus memanfaatkan aplikasi tepercaya untuk menyusup ke lingkungan perusahaan sembari menghindari deteksi.

BACA JUGA:  D•Futuro Futurist Summit 2024 Resmi Dibuka

Notepad++ adalah penyunting teks dan kode sumber gratis serta open-source untuk Windows. Aplikasi ini banyak digunakan oleh pengembang perangkat lunak, administrator sistem, profesional TI, dan pengguna tingkat lanjut untuk menulis serta menyunting kode, skrip, berkas konfigurasi, dan teks biasa.

Menurut Kaspersky GReAT, serangan rantai pasokan aktif yang menargetkan situs web resmi Daemon Tools juga telah berlangsung sejak April 2026. Daemon Tools adalah perangkat lunak untuk emulasi drive virtual pada Windows.

Dengan menyertakan malware bersama perangkat lunak yang sah, penyerang mampu menyusup ke perangkat yang terinfeksi dari jarak jauh. Kampanye ini telah berdampak pada lebih dari 2.000 korban di lebih dari 100 negara dan wilayah, dengan konsentrasi terbesar di Rusia, Brasil, Turki, Spanyol, Jerman, Prancis, Italia, dan China.

Sejauh ini, serangan rantai pasokan yang paling menyita perhatian melibatkan Axios, salah satu pustaka klien HTTP JavaScript yang paling banyak digunakan, dengan lebih dari 100 juta unduhan mingguan di npm. Pada Maret 2026, penyerang menyusup ke akun npm milik pengelola utama Axios dan menggunakannya untuk mempublikasikan versi berbahaya dari paket tersebut.

Selama analisis Kaspersky GReAT terhadap serangan rantai pasokan Axios, para peneliti menemukan adanya kemiripan teknis dengan dua kampanye BlueNoroff yang sebelumnya telah Kaspersky dokumentasikan: GhostCall dan GhostHire. BlueNoroff adalah sub-kelompok Lazarus Group yang bermotif finansial, yang dikenal karena menargetkan lembaga keuangan dan platform aset kripto. Kelompok ini memiliki rekam jejak panjang dalam melancarkan serangan canggih untuk mencuri dana, sering kali dengan memanfaatkan rekayasa sosial dan malware yang dibuat khusus.

GhostCall dan GhostHire adalah dua kampanye BlueNoroff yang menargetkan individu bernilai tinggi di industri kripto. Sementara GhostCall menggunakan rekayasa sosial yang canggih untuk menyasar para eksekutif, GhostHire menyamarkan malware sebagai peluang kerja dan tes pemrograman yang ditujukan bagi pengembang blockchain.

BACA JUGA:  JBL Indonesia Luncurkan Jajaran Headset Gaming JBL Quantum Terbaru

Kemiripan di antara keduanya mencakup penggunaan kerangka kerja serangan lintas platform yang menyasar Windows, macOS, dan Linux; alur eksekusi Windows yang serupa; penggunaan infrastruktur yang berulang; serta artefak malware yang khas, seperti nama modul “webT”.

“Kami melihat peningkatan volume ancaman yang menargetkan perangkat lunak sumber terbuka (open-source). Pada tahun 2025, kami mendeteksi 19.484 paket berbahaya—meningkat 37% dari 14.197 paket pada tahun 2024—sementara deteksi hacktool naik 11% dari tahun ke tahun, dari 2.966 menjadi 3.302. Temuan ini menegaskan pentingnya bagi organisasi untuk memperkuat keamanan rantai pasok perangkat lunak, mengingat komponen sumber terbuka kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aplikasi modern,” jelas Lozhkin.

Seiring dengan meningkatnya skala dan kecanggihan serangan rantai pasok, Kaspersky memperkuat fokusnya dalam mengamankan ekosistem perangkat lunak sumber terbuka. Layanan Open-Source Software Threats Data Feed dari perusahaan ini menyediakan informasi yang dapat ditindaklanjuti oleh organisasi mengenai kerentanan (CVE), paket berbahaya dan yang telah disusupi, serta riskware dan perangkat peretasan, sehingga membantu tim keamanan mengidentifikasi ancaman sejak dini dalam siklus hidup pengembangan perangkat lunak.

Tags: AIBackdoorKasperskyRansomware
Previous Post

Agar Tidak Cuma Dinikmati Wilayah Urban, Pemerintah Dorong Peningkatan Kualitas Internet di Daerah 3T

Next Post

Connectivity+, Layanan Berkecepatan Tinggi dengan Jangkauan Luas dari Telkom Solution

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

TOP Digital Awards 2026: Telkomedika Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis AI dan Inovasi Digital

TOP Digital Awards 2026: Telkomedika Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis AI dan Inovasi Digital

Ahmad Churi
27 September 2026 | 16:48

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Twilio Bagi Tips Strategi Pemasaran di Era Bisnis Berbasis Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Hadirkan Power Bank Ultra-Slim dengan Pengisian Magnetik Qi2

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tips BNI Sekuritas: Swing Trading Bisa Jadi Alternatif Investor Pemula

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto