Jakarta, Itech – Saai ini terjadi pergeseran tren industri, bahwa perusahaan paling bernilai di dunia tidak lagi perusahaan minyak dan gas melainkan perusahaan teknologi.
Perusahaan konsultasi Brand Finance mengungkapkan daftar perusahaan paling bermahal pada 2018. Brand Finance memilih 500 merek dengan nilai paling mahal dan terbanyak berasal dari dunia teknologi.
Ada beberapa indikasi untuk menentukan perusahaan paling bernilai seperti investasi untuk marketing, investasi stakeholder, dan performa bisnis. Berikut lima perusahaan teknologi dengan nilai brad termahal di dunia seperti dikutip Business Insider Singapore:
5. Facebook
Facebook adalah jejaring sosial terbesar di dunia dengan pengguna lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan. Tahun ini, nilai merek Facebook mencapai USD89,7 miliar atau setara Rp1.212,1 triliun, naik 45 persen dibandingkan nilai merek Facebook tahun lalu. Kunci sukses Facebook karena Facebook sangat dominan pada konten digital.
4. Samsung
Samsung memiliki nilai brand yang cukup mahal yaitu USD92,3 miliar atau sekitar Rp1.247,2 triliun, naik 39 persen dibanding 2017. Tahun lalu, Samsung berada di urutan keenam sebagai perusahaan teknologi paling mahal dan kini menempati posisi ke-empat. Samsung meluncurkan berbagai macam produk yaitu smartphone Android Galaxy, tablet, televisi, home appliances, produk keamanan rumah, dan lain-lain.
3. Google
Google merupakan pemegang merek termahal di dunia pada tahun lalu. Kini Google harus puas berada di posisi tiga dengan nilai valuasi USD120,9 miliar atau setara Rp 1.633,7 triliun, turun 10 persen dibandingkan tahun lalu.
2. Apple
Apple tetap berada di posisi kedua sebagai merek termahal dengan nilai USD146,3 miliar atau setara Rp1.977 triliun, naik 37 persen dibandingkan tahun lalu. Sebanyak dua pertiga pendapatan Apple berasal dari penjualan iPhone.
1. Amazon
Amazon berada di urutan pertama dengan nilai mencapai USD150,8 miliar atau setara Rp2.037,8 triliun. Amazon sukses menggusur posisi Google yang sebelumnya bertengger di posisi pertama.
Nilai merek Amazon meroket 42 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, Amazon berada di peringkat ketiga sebagai merek termahal. Amazon merupakan bisnis online terbesar secara kapitalisasi pasar dan pendapatan. Tak hanya sebagai platform retail online, Amazon juga merambah bisnis lain seperti infrastruktur cloud, elektronik, serta musik dan video streaming.













