Direktur pelaksana Asia Tenggara Twitter, Arvinder Gujral mengatakan Twitter serius menggarap pasar Asia Tenggara yang dianggapnya sebagai “mesin pertumbuhan”
Dia mengatakan pihaknya telah mengalami pertumbuhan sebesar 10% hingga 12% dalam pengguna aktif harian (Daily Activities User) di platformnya, namun di pasar Asia Tenggara tertentu yaitu Filipina, Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand, angka pertumbuhannya telah melebihi angka itu.
Twitter terus berinovasi menggarap pasar di kawasan yang dinamis ini, salah satu contohnya adalah pengembangan Twitter Lite, aplikasi yang menargetkan pasar negara berkembang karena memperhitungkan ponsel cerdas dengan kapasitas memori rendah dan koneksi internet seluler yang lambat.
Gujral mengatakan aplikasi Twitter Lite Android awalnya diujicobakan di Filipina September lalu, dan ia melihat peningkatan metrik seperti keterlibatan pengguna dan jumlah tweet.
Dengan temuan ini, perusahaan kemudian meluncurkan produk tersebut tiga bulan kemudian ke 24 pasar lainnya termasuk Malaysia dan Thailand, tambahnya.
Baca juga: Twitter menampilkan highlights dan klip video Piala Dunia 2018
Contoh lain tentang bagaimana Twitter menggali basis pengguna Asia Tenggara adalah dari sumber yang tidak terpikirkan sebelumnya: K-pop.
Gujral mengatakan ketika tim melihat data untuk mengetahui apa yang dilakukan pengguna di wilayah ini pada platform, K-pop adalah “satu tren pemersatu” karena ada “penggemar besar” di sini dan mereka “jelas mencintai” ekspor budaya dari Korea Selatan.
Untuk menggarapnya, Twitter berkolaborasi dengan Soompi – divisi penerbitan Rakuten Viki dan basis penggemar komunitas besar untuk K-pop, untuk menawarkan kategori penghargaan baru untuk acara tahun ini: kategori Fandom Terbaik Twitter. Penghargaan diberikan kepada iGOT7, penggemar boyband Korea GOT7.
Yang menarik, pengguna di Thailand men-tweet paling banyak untuk memilih dalam kategori, disusul oleh pengguna di Filipina (3), Indonesia (4) dan Malaysia (8) semua ditampilkan dalam daftar 10 teratas, menurut Twitter.
Dengan fokus yang tajam untuk mengamankan konten video, serta memicu pertumbuhan di Asia Tenggara, Gujral mengatakan prospek masa depan untuk Twitter sedang naik lagi. Merek dan pengiklan kembali memilik Twitter, setelah sebelumnya beralih ke platform media sosial lainnya, tambahnya.
“Keberuntungan kami sudah kembali,” kata eksekutif itu.
Berita ini diambil dari Channelnewsasia.com














