Home Indeks Research Ternyata, Milenial Indonesia Sibuk Menabung Daripada Investasi

Ternyata, Milenial Indonesia Sibuk Menabung Daripada Investasi

Ternyata, Milenial Indonesia Sibuk Menabung Daripada Investasi
Kiri ke Kanan: David Low, General Manager Asia Tenggara Luno dan Debora Valentini Ginting Community, Event Lead Luno Indonesia (11/7)

Luno, perusahaan global di bidang pertukaran aset kripto, hari ini mengumumkan hasil survei globalnya yang bertajuk The Future of Money. Survei tersebut bertujuan mempelajari sikap terhadap uang (Money Attitudes) atas 7.000 responden yang tersebar di benua Eropa, Afrika, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Survei ini juga mencakup kelompok milenial (23-38 tahun) dan menganalisis perilaku mereka dalam hal manajemen keuangan, investasi, dan tabungan.

Berdasarkan hasil survei dari para responden di Indonesia, Luno menemukan bahwa sekitar 69%  dari  kaum  milenial  Indonesia  tidak  memiliki strategi investasi. Alhasil, kaum milenial Indonesia  masih  sibuk  menabung  daripada  menggunakan uang yang mereka miliki untuk investasi. 44% milenial hanya berinvestasi sekali setiap satu atau dua tahun, dan bahkan 20% dari mereka tidak berinvestasi.

Konperensi Pers Luno: ingin mengedukasi milenial Indonesia dan memudahkan dalam beli, simpan, belajar aset kripto di Jakarta (11/7).

Survei juga menemukan 79% kaum milenial telah menetapkan anggaran bulanan dan 70%  dari  mereka  cenderung  mengikuti rencana anggaran tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa kaum milenial Indonesia sebenarnya cukup disiplin dengan rancangan anggaran   keuangan   mereka, namun   mereka   hanya   tidak   mengetahui   bagaimana menggunakan uang ini juga untuk investasi, daripada sekedar menyimpannya dalam rekening bank.

Populasi milenial Indonesia diperkirakan akan mencapai 34% dari total populasi pada tahun 2020,  dan  akan  menjadi  salah  satu  pendorong  utama  perekonomian negara. Karena itu, penting  agar  kaum  milenial  mempelajari  lebih  lanjut  kelebihan  dan  manfaat  dari  strategi investasi yang terstruktur.

Baca: Ini Penyebab Lambatnya Penggunaan Mata Uang Kripto

“Seiring dengan pertumbuhan yang dialami populasi milenial, baik dalam produktivitas maupun usia, mereka perlu untuk mulai mencari cara menginvestasikan uang mereka. Tidak hanya uang tambahan, melalui investasi mereka juga akan memperoleh kebebasan finansial dalam jangka panjang, yang merupakan salah satu kebutuhan kaum milenial,” tutur David Low, General Manager Asia Tenggara, Luno.

Pendekatan terbaik dengan kaum milenial

Hasil survei juga menunjukkan pentingnya sumber informasi yang jelas bagi investor baru. Kaum milenial adalah generasi digital savvy (cerdas digital) sehingga informasi kreatif menggunakan perangkat mobile dan platform online perlu diimplementasikan. Hal ini sejalan dengan survei Luno yang menemukan bahwa 34% kaum milenial Indonesia mencari informasi keuangan melalui aplikasi dan situs web online.

Luno,  yang  memasuki  pasar  Indonesia  pada  tahun  2016, telah menyadari pengaruh dan potensi masa depan industri aset kripto di Indonesia.

“Misi Luno adalah untuk mengedukasi masyarakat luas, termasuk milenial Indonesia mengenai bagaimana  aset  kripto  dapat  dijadikan  pilihan  aset  alternatif  untuk  investasi.  Dengan memastikan platform kami tetap mudah dan aman untuk digunakan, kami terus berusaha untuk memberikan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia,tambah David.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here