ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Microsoft: Keselarasan Aturan Privasi Data Mendukung Kemajuan Asia Pasifik

redaksi
14 August 2019 | 15:00
rubrik: Expert
Keberhasilan Asia Pasifik di masa depan tergantung pada menyelaraskan upaya kita dalam privasi data

Sunny Park, Assistant General Counsel and APAC Regional Director, Corporate, External and Legal Affairs, Microsoft Asia Pacific. (Foto: Teguh/IT Works)

Share on FacebookShare on Twitter

Microsoft percaya bahwa privasi data adalah hak asasi manusia yang mendasar, itulah sebabnya kami mendukung Peraturan Perlindungan Data Global Uni Eropa (GDPR). Kami ingin memastikan bahwa selain dari pemerintah, organisasi juga memiliki kepemilikan dalam menciptakan kepercayaan dengan data konsumen mereka.

Saya perhatikan bahwa ketika membahas masalah tentang ini, satu hal sudah jelas – semua orang ingin melakukan hal yang benar. Pertanyaannya adalah, bagaimana. Kita harus melihatnya bahwa bekerja lebih baik bersama-sama dengan meninjau gambaran holistik kepemilikan data, pergerakan dan kepercayaan di era ekonomi digital dan kecerdasan buatan saat ini. Dan bagaimana data dapat membawa kemakmuran ekonomi dan memberikan nilai ke daerah.

ASEAN adalalah Kawasan Digital

ASEAN adalah salah satu kawasan yang paling kaya data di dunia. Kita memiliki jumlah pengguna ponsel terbesar ketiga dan jumlah pengguna Internet terbesar keempat secara global. Aliran data yang kaya ini merupakan pusat dari model bisnis, penciptaan lapangan kerja, dan peluang ekonomi, mendorong pertumbuhan UKM dan meningkatkan layanan untuk masyarakat. Ketersediaan aliran data lintas batas menciptakan permintaan baru untuk layanan digital, dan kami melihat potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan PDB di wilayah ini antara US$ 220 miliar hingga US$ 650 miliar pada tahun 2030.

Baca: Perkembangan Cloud di ASEAN, Apa kata Microsoft?

Apakah data minyak baru?

Aliran data lintas-batas telah menciptakan layanan digital baru, yang pada gilirannya mengakibatkan perusahaan ‘unicorn‘, seperti Grab, yang telah melonjak dari operasi kecil ke penggalangan miliaran investasi dalam rentang waktu singkat. Selain itu, para pemimpin bisnis, terutama yang di bidang manufaktur melihat transformasi dan data digital sebagai pendorong utama pertumbuhan di masa depan, yang menjanjikan bagi ekonomi di kawasan ini.

BACA JUGA:  Headset Augmented Reality HoloLens 2 Diluncurkan

Apakah Anda memiliki strategi untuk melindungi dan mengelola informasi sensitif?

Peluangnya sangat jelas, tapi mereka juga datang dengan tantangan baru. Mengelola, menyimpan, dan memproses data ini membawa tanggung jawab privasi baru yang penting bagi pemerintah dan bisnis. Karena privasi data adalah tema yang terpecah-pecah di dalam dan di seluruh ASEAN, kawasan ini secara keseluruhan masih tertinggal belakang oleh negara-negara lain di dunia.

Hampir semua negara di kawasan ini telah mengakui atau mulai mengakui pentingnya data (data pelanggan dan perlindungan konsumen) dan telah mulai membuat kerangka kerja dan bergabung dengan inisiatif regional dan internasional tentang masalah privasi data.

Kemajuan Asia Pasifik di masa depan tergantung pada menyelaraskan upaya kita dalam privasi data
Sunny Park, Assistant General Counsel and APAC Regional Director, Corporate, External and Legal Affairs, Microsoft Asia Pacific. (Foto: Teguh/IT Works)

Negara-negara seperti Jepang dan Singapura telah memberikan fokus dengan baik pada kedua aspek. Mereka telah mempertahankan fokus mereka pada aliran data lintas batas, dengan aturan privasi domestik lintas sektor yang kuat yang semakin selaras dan diterapkan secara konsisten, dan tetap fleksibel untuk mempertimbangkan perkembangan pertimbangan seperti kecerdasan buatan dan 5G.

Baca: Microsoft: Intelligent Cloud dan Intelligent Edge mengantarkan ke era komputasi berikutnya

Di Singapura dan Filipina, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDPA) dan Undang-Undang Privasi Data telah dibuat dalam upaya untuk melindungi privasi warga negara sembari memastikan arus informasi yang bebas untuk mempromosikan inovasi dan pertumbuhan.

Tantangan Dalam Privasi Data

Sekarang, di sinilah letak tantangannya karena tidak semua orang memiliki perspektif yang sama tentang privasi data.

Kurangnya harmonisasi peraturan privasi di seluruh wilayah menjadikannya lebih sulit dan terlalu makan biaya bagi organisasi untuk mematuhinya, dikarenakan bisnis bergulat dengan keinginan untuk masuk ke pasar dengan layanan digital inovatif yang cepat, sambil mengarungi ambiguitas persyaratan yang berbeda di seluruh kawasan, termasuk lokalisasi data.

BACA JUGA:  Dari Sekedar Token Menuju Kepercayaan: Momen Pembuktian AI Senilai US$2,5 Triliun

Fakta bahwa rezim privasi data di seluruh wilayah tidak selaras maka menciptakan celah. Kesenjangan itu menciptakan tantangan dari kepatuhan perusahaan dan pemerintah, untuk membangun perilaku pengguna yang baik dan meningkatkan kepercayaan.

Baca: Pemerintah Targetkan UU Perlindungan Data Pribadi Selesai Sebelum Oktober

Kami terus melihat tantangan dalam diskusi regulasi tentang cara terbaik untuk membangun kepercayaan melalui perlindungan privasi. Salah satu contoh adalah ketika pemerintah terlalu fokus pada di mana data berada, bukan bagaimana data untuk dilindungi. Fokus yang tidak semestinya pada lokalisasi data memperkenalkan kompleksitas regulasi yang dapat membatasi pertumbuhan ekonomi tanpa dampak positif pada perlindungan privasi.

Terhadap latar belakang ini, bisnis menghadapi tantangan kembar: mengarungi jaringan regulasi yang kompleks ini; sambil juga membangun kepercayaan dengan konsumen dan warga negara tentang bagaimana data digunakan.

Peran Microsoft

Microsoft mengakui bahwa mengarungi kompleksitas ini merupakan tantangan, terutama untuk perusahaan kecil dan startup. Kami bekerja erat dengan regulator dan pelanggan kami untuk membantu mengatasi tantangan ini. Melalui prinsip Trusted Cloud kami, Microsoft menempatkan privasi sebagai landasan, bersama dengan keamanan, transparansi, dan kepatuhan.

Kami memandang membantu bisnis membangun kepercayaan dengan konsumen dan pemerintah dengan warga mereka sebagai bagian penting dari pekerjaan kami. Privasi dan perlindungan data yang baik menghasilkan kepercayaan konsumen yang lebih besar. Dan ketika konsumen dan masyarakat umum lebih percaya diri dalam berbagi data pribadi mereka dengan organisasi, maka organisasi dapat menggunakan lebih banyak inovasi berbasis data. Ini akan menjadi pusat masa depan untuk ASEAN.

“Layanan cloud kami akan memenuhi persyaratan keamanan yang ketat, Kami akan membantu Anda mengelola permintaan subjek data, dan kami akan membantu Anda untuk mematuhi persyaratan GDPR,” kata Sunny Park.

BACA JUGA:  Bekerja Fleksibel, Teknologi dan Rasa Kesepian di Tempat Kerja

Cara kita semua mendapat manfaat dari aliran data lintas batas sambil menjaga privasi data

Pendekatan ‘One ASEAN’ (atau APAC) untuk masalah-masalah utama tersebut harus menetapkan seperangkat prinsip yang dibangun berdasarkan standar internasional, dan praktik-praktik yang baik, yang memberikan dasar umum dan memungkinkan negara-negara untuk maju ketika mereka sudah matang. Ini menetapkan standar yang kuat dan tinggi untuk semua pemain untuk bergerak maju, tanpa terperangkap di tingkat umum yang lebih rendah. Ini dibangun di atas kerangka kerja umum dan komunikasi proaktif, yang terpenting harus tri-sektor – membawa keahlian sektor swasta, kerangka kerja tata kelola pemerintah, dan input sektor sipil.

Sangat penting bagi pemerintah di ASEAN, juga Asia Pasifik, untuk bersama-sama menyepakati prinsip-prinsip privasi, dan berupaya menghapus hambatan aliran data dan persyaratan yang bersifat lokal. Prinsip-prinsip tersebut harus memungkinkan Asia Pasifik untuk berbagi data di seluruh kawasan secara bebas, untuk mendapatkan manfaat dari data yang kaya yang dimilikinya. Jika negara-negara di Asia Pasifik ingin menarik lebih banyak investasi dan menjadi lebih kompetitif di pasar global, masing-masing negara perlu bekerja sama untuk mencapai tujuan ini.

Kita semua adalah bagian dari jaringan global, dan setiap negara di Asia Pasifik berada di ‘lintasan’ yang disebut transformasi digital, bersama- sama dengan seluruh dunia.

Kita tidak boleh kehilangan kesempatan ini untuk wilayah ini. (isnan/tis).

 

 

Tags: data privacyMicrosoft
Previous Post

Ingin Tahu Makna Kekayaan yang Sesungguhnya? Ikuti Acara Wealth Wisdom dari PermataBank

Next Post

Exabytes eCommerce Conference 2019 Dorong UMKM Go Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Laporan Mengungkap Meningkatnya Kecanggihan Ancaman Dunia Maya

    BRIN Dan UNSRI Perkuat Riset Keamanan Siber dan Blockchain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tencent Cloud Perluas Rangkaian Solusi Agen AI Internasionalnya ke Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal IPOT, Aplikasi Super untuk Investasi dari Indo Premier

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi AI Bikin Hasil Cucian Sempurna, AQUA Elektronik Hadirkan Mesin Cuci Pintar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

CEO Rimini Street, Seth Ravin: Fahami Ekonomi AI Sebelum Gelontorkan Investasi IT

CEO Rimini Street, Seth Ravin: Fahami Ekonomi AI Sebelum Gelontorkan Investasi IT

Ahmad Churi
17 July 2026 | 14:17

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi prioritas transformasi digital di berbagai organisasi. Namun, di tengah antusiasme tersebut, banyak perusahaan masih berfokus...

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

CEO Rimini Street, Seth Ravin, Paparkan Prospek Agentic AI ERP

Ahmad Churi
14 July 2026 | 23:20

ItWorks.id- Teknologi Agentic AI ERP diproyeksikan menjadi generasi baru sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang akan mendorong percepatan transformasi digital...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto