Jakarta, ItWorks- Sebagai penyedia layanan jaringan kabel optic dengan konsep net neutrality, FiberStar tidak terlepas dari hubungan pelanggaan end user. Apalagi jaringannya kini juga terus diperluas hingga menjangkau kawasan perumahan (fiber to the homes). Dalam upaya meningkatkan hubungan dan layanan pelanggan, Fiber Star mengembangkan berbagai aplikasi terkait Customer Relationship Management (CRM) yang bisa memudahkan hubungan dan komunikasi interaktif melalui aplikasi digital.
PT Mega Akses Persada (FiberStar), merupakan perusahaan infrastruktur fiber optik yang memiliki konsep “Net Neutrality” yang memungkinkan berbagai perusahaan penyedia layanan telekomunikasi maupun Internet Service Providor (ISP) untuk dapat bergabung di jaringan FiberStar. Hal ini memberikan konsumen (end user) juga memiliki kebebasan untuk memilih penyedia layanan telekomunikasi yang cocok sesuai dengan kebutuhan. Sebagai Mitra Provider FiberStar, para penyedia layanan telekomunikasi atau ISP jusa bisa leluasa mengembangkan produk dan layanan kepada pelanggan.
“Sejak awal, FiberStar konsisten memposisikan diri sebagai perusahaan penyedia infrastruktur kabel optik di Indonesia dengan konsep net neutrality. Kita perusahaan pertama yang mengusung konsep ini. Artinya posisi kita sebagai penyedia jaringan untuk mitra ISP yang saat ini sudah berjumlah 108 perusahaan. Dengan pola ini, operasional kita sebenarnya tidak directly berhubungan dengan pelanggan end user. Namun bagaimana pun, kalau misalnya ada gangguan atau keluhan pelanggan, mau nggak kita tetap turun karena terkait dengan layanan kami. Ini yang menjadi dasar kami memperkuat layanan hubungan pelanggan dengan mengembangkan aplikasi Customer Care Management System (CCMS) yang bisa memudahkan tim lapangan untuk memantau progress penyelesaian complain customer. Mereka juga bisa akses melalui aplikasi ini misalnya untuk menyampaikan informasi saat ada gangguan atau menyampaikan keluhan lainnya. Dengan fasilitas ini, kami pun bisa cepat bergerak untuk memberikan solusinya. Bagaimana pun kelangsungan bisnis dewasa ini tak hanya bertumpu pada kualitas produk, melainkan juga terkait kualitas layanan untuk customer loyalty,”papar Direktur PT Mega Akses Persada (FiberStar), Thomas Dragono, saat presentasi dan wawancara penjurian ajang “Top Digital Awards 2019” yang diselenggarakan oleh Majalah ItWorks, pada (17/10), di Gedung WTC I, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta.
Ditambahkan, Fiber Star juga mengembangkan aplikasi pendukung lainnya. Di antaranya Vendis yang bisa membantu memudahkan tim untuk memberikan notification alert kepada tim di lapangan untuk penindakan laporan dan penyelesaian gangguan. Selain itu, juga terdapat aplikasi M-ATP (mobile acceptance test procedure) untuk memudahkan tim dalam meningkatkan akurasi dan kualitas data dari HomeID. “Saat ini, on going juga dikembangkan aplikasi OCA (online customer assistance) yang bisa untuk layanan pendaftaran online, jadwal instalasi. Permohonan layanan (permintaan, pelaporan, tracking ticket),” ujarnya.
Dari apek system manajemen, transformasi digital juga terus dikembangkan pada level yang lebih advance. Mulai dari system application, system helpdesk, business intelligence, employee management system (EMS) dimana sistem ini meliputi E-Recruitment, E-Profile, E-Attendance, E-Self Service dan E-KPI.
“Keberhasilan suatu perusahaan tentunya tidak lepas dari hasil kerja keras karyawan dan orang-orang di dalamnya. Dalam hal ini, maka dikembangkan manajemen SDM yang efektif untuk dapat mengakomodasi kebutuhan karyawan. Di antaranya menciptakan employee journey yang menyenangkan serta memudahkan proses kerja karyawan. Makanya kami kembangkan tools digital dalam pengelolaan SDM ini melalui Employee Management System (EMS),” uajr Thomas.
Dalam kesempatan penjurian tersebut, Thomas juga menceritakan bagaimana awal mula dibentuknya FiberStar yang di tahun ini telah mencapai usia enam tahun sebagai salah satu perusahaan infrastruktur kabel optik di Indonesia yang kini sudah menjangkau 100 kota, 17 provinsi, dan 4.269 sub district. Selain itu, juga memiliki jaringan optic bawah laut (submarine) yang menghubungkan Sumatera, Jawa, Bali, hingga Singapura.
Melalui jaringhan FiberStar, Thomas berharap dapat terciptanya konektivitas yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga keluar ke wilayah yang terpencil demi menciptakan kedaulatan digital untuk Indonesia. Kehadiran jaringan FiberStar juga diharapkan dapat berperan serta berkontribusi dalam pembangunan nasional di sektor teknologi informasi. Dengan tersedianya fasilitas infrastruktur telekomunikasi yang andal hingga ke daerah pedesaan, juga diharap dapat mempercepat penyebaran informasi serta pemerataan pembangunan.
“Kedepannya kami berharap FiberStar dapat terus berinovasi baik dari produk maupun layanan demi mendukung percepatan adopsi TIK di seluruh pelosok Indonesia sebagai wujud nyata dukungan kami dalam menciptakan pemerataan digitalisasi di kalangan masyarakat. Hingga saat ini, kami telah dipercayai oleh 108 Mitra Provider yang tersebar di berbagai kota di Indonesia”, ujar Thomas.
FiberStar juga turut berperan aktif pada usaha peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan menghadirkan Google Station di berbagai kota di Indonesia. Google Station merupakan bentuk kerjasama FiberStar, selaku penyedia jaringan infrastruktur netral dengan Google dan CBN sebagai penyedia layanan internet dalam menghadirkan jaringan WiFi gratis untuk area publik. “Ini merupakan bagian dari program CSR kita sekaligus untuk meningkatkan program digital literasi di kalangan masyarakat luas,” tandasnya. (AC)














