Saat ini, di seluruh dunia termasuk di Indonesia telah banyak petugas medis, dokter, perawat yang terpapar virus Covid-19. Akibatnya mereka tidak dapat menjalankan tugas dan tidak sedikit yang meninggal dunia. Kondisi ini sangat mengkuatirkan dan tidak bisa dibiarkan karena mereka adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan medis.
Lalu bagaimana cara untuk menghindarkan para pejuang medis itu agar tidak terpapar virus yang sangat menular ini? Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap sudah pasti. Namun, yang penting adalah dengan meminimalisir interaksi, seperti kontak fisik, mereka dengan para pasien akibat Covid-19.

Di sinilah pentingnya inovasi dalam pelayanan medis yaitu menggunakan robot. Ini sebenarnya bukan hal baru. Di negara-negara maju penggunaan robot sudah biasa, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19. Para robot ini memiliki banyak peran, seperti menyemprot cairan desinfektan, mengukur suhu tubuh, sebagai dokter atau perawat, dan masih banyak lagi.
Inovasi serupa kini juga hadir di Indonesia. Tepatnya di RS Pertamina Jaya Jakarta yang mengoperasikan 2 robot yaitu Amy dan Temi untuk membantu petugas medis dalam menangani pasien COVID-19.
Pada hari Selasa, 5/5, RS Pertamina Jaya, sebagai bagian dari Pertamedika IHC, mendemonstrasikan kemampuan kedua robot itu di hadapan awak media dan sejumlah kalangan yang hadir.
Robot Amy memiliki tugas untuk membawa makanan, obat, dan segala kelengkapan lain untuk pasien. Sedangkan robot Temi memiliki fungsi untuk melakukan kontrol juga sebagai media komunikasi antara pasien dan tenaga medis.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) mempersiapkan RS Pertamina Jaya dan Hotel Patra Jasa sebagai RS Darurat Penangangan pasien Covid-19 di Jakarta. Juga dibangun Pertamina Corona Center yang dalam pembangunannya bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Gedung (Wika Gedung).
Baca: Huawei Bantu RSPP Terapkan AI Untuk Percepat Deteksi Pasien Corona














