ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Riset Kaspersky: Anak-anak Lebih Pemarah Akibat Game

Ahmad Churi
12 October 2020 | 20:56
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Bemain game on line di tengah pandemi Covid-19 mengalami tren peningkatan di kalangan anak-anak yang berpengaruh terhadap perangai anak menjadi lebih pemarah. Meski demikian melarang aktivitas anak dalam video game bukan solusi, tetapi lebih efektif mengontrol serta menjelaskan aturannya.

Ketika seorang anak bermain video game, orang tua pasti memikirkan bagaimana bahaya yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan tersebut. Akankah game ini memengaruhi perilaku anak? Akankah dapat menyebabkan mimpi buruk? Akankah ada ketakutan yang tidak bisa dihilangkan? Bagaimana jika anak sudah terlanjur kecanduan?

Faktanya, hasil penelitian yang dilakukan Mei lalu oleh perusahaan keamanan siber global Kaspersky menunjukkan, bahwa empat dari 10 orang tua dari Asia Tenggara (SEA) percaya bahwa anak-anak mereka menjadi “lebih pemarah dari biasanya” setelah bermain game.

Dalam studi derjudul “More Connected Than Ever Before: How We Build Our Digital Comfort Zones”, survei terbaru di antara 760 responden dari wilayah tersebut mengonfirmasi bahwa anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu online karena situasi pandemi covid-19. Sebanyak 63% orang tua yang disurvei setuju, sementara hanya 20% yang membantah pengamatan ini.

“Orang tua saat ini membesarkan anak-anak dalam era digital natives. Mereka terlahir dengan perangkat digital, dan internet. Masa penguncian (lockdown) sejeak pandemi kian meningkatkan ketergantungan anak pada internet. Sehingga orang tua perlu mengatur waktu bekerja, sekaligus parenting pada saat yang sama di dalam rumah mereka,” ungkap Stephan Neumeier, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky dalam siaran pers (12/10/2020), di Jakarta,

Dikatakan, meskipun dapat dimengerti jika orang tua memiliki kekhawatiran tentang kebiasaan online anak-anak mereka, ketakutan orang tua terkait video game terkadang cukup objektif dan terkadang juga sedikit berlebihan. “Terdapat beberapa bahaya yang tidak dapat disangkal, tetapi sejumlah penelitian juga menemukan bagaimana bermain game online dapat bermanfaat bagi anak-anak. Pada dasarnya semuanya akan memiliki manfaat asalkan moderasi dan bimbingan tetap diterapkan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Fortinet: Kejahatan Siber Berbasis AI Dorong Kenaikan 389% Korban Ransomware

Menurutnya, orang tua bisa melarang kegiatan sang anak main game online jika anak memiliki kecenderungan yang merugikan kesehatan misalnya ada gangguan penglihatan dan mengganggu postur tubuh. Dalam hal ini, Kaspersky memberikan solusi:
● Memasang monitor yang baik dapat membantu meringankan masalah penglihatan. Produsen layar modern berusaha menemukan solusi untuk meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh monitor terhadap mata manusia.
● Selalu ingat pentingnya posisi yang nyaman saat bermain dan bekerja di depan komputer. Kursi yang baik, meja dengan ketinggian tepat, postur tubuh yang nyaman dan jarak cukup jauh dari monitor akan membantu penglihatan dan postur tubuh anak Anda.
● Tentunya cara menjaga penglihatan tetap baik adalah dengan membatasi waktu bermain. Pada saat yang sama, penting agar pembatasan tersebut dibuat baik pada tingkat program maupun kesepakatan antara Anda dan anak.

Disebutkan, perilaku agresif seorang anak tidak didorong oleh video game yang mereka mainkan, tetapi oleh alasan lebih luas.

Kapersky menyarankan agar para orang tua menggunakan peringkat usia (rating) dalam video games. Untuk mencegah anak main game yang tidak sesuai dengan usianya (misalnya, yang dibeli untuk Anda sendiri, atau yang mereka unduh dari Internet), disarankan untuk gunakan perangkat lunak untuk membatasi kemampuan peluncuran game atau konten apa pun yang didasarkan pada peringkat usia.

“Hal terpenting adalah selalu ingat bahwa setiap kali mencoba membatasi akses anak ke permainan, pertama-tama Anda perlu berbicara dengan mereka dan menjelaskan mengapa tindakan tersebut penting dilakukan,” kata dia.

Disebutkan, larangan bermain game bukanlah keputusan tepat: seorang anak, yang teman-temannya bermain videogame, pasti akan merasa seperti diperlakukan tidak adil. Selain itu, permainan adalah sebuah seni baru, tidak hanya menarik bagi anak untuk mengenalnya, tetapi juga bisa sangat bermanfaat terutama jika orang tua dapat mengarahkan dengan baik.

BACA JUGA:  Survei Twilio: Konsumen Indonesia Miliki Tingkat Kesadaran Tertinggi Asia Pasifik Tentang Data Digunakan Oleh Brand

Ketakutan Virus Komputer

Beberapa orang tua khawatir akan malware yang mungkin dipasang oleh anak mereka dan bukanlah game yang dituju. Tentu saja, bagaimanapun, keinginan seorang remaja untuk memainkan berbagai jenis video game dapat mengarah pada pengunduhan versi bajakan.

Riset terbaru Kaspersky menunjukkan bahwa aktivitas peretas yang memanfaatkan tema game sebagai umpan telah meningkat secara signifikan sejak merebaknya pandemi covid-19. Pada saat yang sama, aktor ancaman yang menggunakan tema game dalam serangan mereka tidak menggunakan metode teknis canggih, mereka hanya mengandalkan kecerobohan dan ketidaktahuan pengguna. Dalam hal ini diberikan ada solusi:
● Pertama-tama, penting untuk menjelaskan kepada anak apa itu malware, di mana potensi untuk mengunduhnya, dan apa bahayanya.
● Anda juga perlu meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak tentang sisi buruk pembajakan.
● Gunakan antivirus. Ini berguna bukan hanya jika seorang anak secara tidak sengaja menginstal malware, tetapi juga dalam banyak situasi lainnya.

Harus diingat pula bahwa ada permainan berbeda untuk setiap anak dan usia. Dalam hal ini disarankan:
. Gunakan peringkat usia (rating). Ingatlah bahwa peringkat usia bahkan mengalami penyimpangan kecil, jika cukup yakin bahwa game dengan peringkat 12+ itu bagus, mengapa tidak menginstalnya untuk putra Anda yang berusia sepuluh tahun?
. Untuk mencegah anak meluncurkan game yang tidak sesuai dengan usianya (misalnya, yang dibeli untuk Anda sendiri, atau yang mereka unduh dari Internet), gunakan perangkat lunak untuk membatasi kemampuan peluncuran game atau konten apa pun yang didasarkan pada peringkat usia.
. Hal terpenting adalah selalu ingat bahwa setiap kali mencoba membatasi akses anak ke permainan, pertama-tama Anda perlu berbicara dengan mereka dan menjelaskan mengapa tindakan tersebut penting dilakukan.

BACA JUGA:  Kaspersky Ungkap 3 Alasan Mengapa Smartphone Butuh Perlindungan Keamanan

Sebagai kesimpulan, hal terpenting bukanlah melarang anak Anda bermain video game, tetapi menjaga mereka tetap aman. Enam poin berikut akan membantu orang tua lebih mengontrol area kehidupan anak:
• Komunikasi
• Peringkat usia
• Batas waktu
• Perlindungan terhadap kode berbahaya
• Pengaturan yang membatasi pembelian aplikasi
• Mendorong anak memiliki hobi di dunia nyata.

Tags: Kaspersky Labriset game online anak
Previous Post

Berkat ALMIRA, CIMB Niaga Berhasil Bangun dan Terapkan Infrastruktur Teknologi

Next Post

Ini Klarifikasi Atas Kapasitas CEIR Dalam Penerapan Pengendalian IMEI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Fitur AI Smart Loop, realme GT 6 Dukung Produktivitas dengan Interaksi Pengguna Lebih Efisien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cloudera dan Mercy Corps Luncurkan Agentic AI yang Dirancang untuk Respons Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ransomware Tetap Jadi Ancaman Berkelanjutan bagi UMKM di Asia Tenggara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pimpin Evolusi Teknologi Pendingin, nubia Hadirkan Air Cooling dan Liquid Cooling di Smartphone Gamingnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto