ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kaspersky Ungkap 3 Alasan Mengapa Smartphone Butuh Perlindungan Keamanan

Fauzi
14 August 2023 | 12:00
rubrik: Digital
Kaspersky Ungkap 3 Alasan Mengapa Smartphone Butuh Perlindungan Keamanan
Share on FacebookShare on Twitter

Seperti halnya dengan PC, smartphone kini juga butuh akan perlindungan untuk memproteksi data pengguna yang tersimpan di dalamnya. Kenapa demikian? Untuk mengetahui, berikut tiga alasan dari Kaspersky terkait pentingnya perangkat seluler, seperti smartphone perlu perlindungan perangkat lunak.

Ponsel adalah tempat menyimpan uang masa kini
Asia Tenggara dinobatkan sebagai pasar dompet seluler (mobile wallet) dengan pertumbuhan tercepat setelah pandemi memicu ledakan adopsi lokal perbankan online dan penggunaan e-wallet.

Pembayaran melalui perangkat seluler melanjutkan pertumbuhannya yang stabil dengan hadirnya 86 layanan uang seluler langsung di Asia Tenggara pada tahun lalu, dan lebih banyak unicorn diperkirakan akan meningkat dan turut terlubat dalam tren tersebut.

Penelitian Kaspersky sendiri tentang Pembayaran Digital mengungkapkan bahwa ponsel cerdas Android adalah perangkat yang paling banyak digunakan untuk transaksi keuangan online di wilayah tersebut.

Untuk gambaran besar setiap negara, mayoritas menggunakan ponsel yang diberdayakan Android. Lebih dari empat dari lima (82%) pengguna pembayaran digital di Indonesia dan Filipina menggunakan perangkat Android mereka untuk transaksi seluler, sementara Malaysia 76%, Thailand 73%, Vietnam 67%, dan Singapura 54%.

Pada tahun 2022, Kaspersky juga telah memblokir total 1.083 Trojan mobile banking yang hampir menginfeksi penggunanya di Asia Tenggara serta 207.506 insiden mobile malware.

“Dibandingkan dengan ancaman seperti phishing dan ransomware, pendeteksian trojan mobile banking masih relatif rendah volumenya, sebagian besar karena kebersihan dasar dalam menempatkan solusi keamanan pada perangkat seluler masih membutuhkan proses khususnya di Asia Tenggara. Uang, rekening bank, e-wallet seluler, dan bahkan investasi kita benar-benar ada di ponsel cerdas sekarang – baik itu perangkat Android atau iOS. Sudah waktunya untuk melindungi mereka dengan solusi keamanan yang kuat terhadap penjahat siber yang bermotivasi finansial,” kata Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

BACA JUGA:  Serangan DDoS Naik Hingga Tiga Kali Pada Q1 2020

Anda juga mengakses email kerja melalui ponsel cerdas
Perangkat seluler adalah risiko bisnis yang patut diwaspadai. Di luar mobile banking, ponsel diketahui digunakan untuk mengakses surat (email) dan aset perusahaan.

Bahaya BYOD (Bring Your Own Device) terletak pada fakta bahwa 96% ponsel cerdas yang dapat terhubung dan mengakses jaringan perusahaan tidak digunakan untuk pekerjaan, melainkan ditujukan untuk penggunaan pribadi.

Peneliti Kaspersky, selama bertahun-tahun, telah melihat kasus Advanced Persistent Threats (APTs) yang memasuki sistem perusahaan melalui perangkat seluler yang terinfeksi.

APT malware seluler seperti Pegasus dan Chrysor adalah spyware yang disebarkan melalui eksploitasi Android atau iOS yang diinstal pada ponsel cerdas korban. Kaspersky, pada tahun 2022, juga telah mendeteksi sebanyak 10.543 installer Trojan mobile ransomware secara global.

“Kurangnya pemanfaatan solusi keamanan pada perangkat seluler pribadi dapat memengaruhi postur keamanan TI perusahaan secara keseluruhan. Kami mengakui adanya kemudahan dari BYOD, tetapi perusahaan juga harus memainkan peran dalam mendorong karyawan mereka untuk memasang perlindungan pada ponsel cerdas yang memiliki akses terhubung ke jaringan perusahaan yang kritis,” ingat Hia.

Perangkat seluler Anda menampung semua aplikasi sosial Anda
Sebuah survei mengungkapkan satu dari empat pengguna internet di Asia Pasifik (APAC) telah menjadi korban penipuan identitas. Tetapi bagian yang paling menarik adalah bahwa pengguna tidak peduli. Banyak yang tetap tidak peduli untuk mengamankan identitas mereka dari pencurian dan penipuan online. Kebanyakan penipuan terjadi di media sosial, sebagian besar diakses melalui perangkat seluler.

Studi lain yang dilakukan oleh Kaspersky juga menunjukkan hampir satu dari empat (38%) pengguna media sosial mengatakan bahwa mereka mengenal seseorang secara pribadi yang telah mengalami peretasa data saat menggunakan media sosial. Untuk mereka yang berusia 18-34 tahun, angka ini meningkat menjadi lebih dari setengahnya (52%). Tujuh persen pengguna di seluruh dunia mengatakan bahwa mereka telah menjadi korban penipuan melalui media sosial.

BACA JUGA:  Hampir 43 Juta Ancaman Lokal Hantui Bisnis di Asia Tenggara Tahun 2023

Laporan phishing Kaspersky untuk tahun 2022 juga mengungkapkan bahwa solusi perusahaan keamanan siber global itu memblokir 360.185 upaya untuk mengeklik tautan phishing dari messenger tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 82,71% berasal dari WhatsApp, 14,12% dari Telegram dan 3,17% lainnya dari Viber.

“Perangkat seluler adalah harta karun dari media sosial dan aplikasi perpesanan yang kita gunakan. Di masing-masingnya, kita memiliki percakapan, foto, dan informasi pribadi yang wajib kita lindungi dari tangan yang salah. Sisi lainnya adalah bahwa penjahat siber juga bersembunyi di platform ini, menunggu mangsa jatuh ke dalam perangkap mereka. Jaring pengamanan diperlukan jika kita ingin menikmati manfaat dari ponsel cerdas dan demi mengamankan reputasi serta identitas digital,” tambah Hia.

Tags: Kaspersky Lab
Previous Post

realme Siap Gelar Fan Festival dan Hadirkan realme 11 di Indonesia

Next Post

Apa Itu Sistem Pemilihan I-Voting?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto