
Penulis: Teguh Imam S.
Pemanfaatan teknologi-informasi (TI) dalam kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik sudah jadi keniscayaan. Terlebih saat ini, di era digital, tanpa dukungan TI akan sulit bagi satu pemerintahan baik pusat atau daerah untuk bekerja dan memberikan layanan publik dengan cepat, efektif, efisien, dan transparan. Padahal itulah yang sangat diharapkan masyarakat.
Tidak heran, jika dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemerintah daerah Tanah Air melakukan transformasi digital yaitu pemanfaatan TI secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, yang terkenal dengan konsep konsep smart city.
Agar transformasi digital atau smart city dapat berhasil diterapkan, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sangatlah diperlukan. Terutama, harus adanya komitmen yang tinggi dari unsur pimpinan di suatu lembaga sebagai Leader. Dia harus berada di depan dan mengarahkan semua stakeholder yang lain agar proses transformasi digital itu sesuai dengan visi-misi dari lembaga yang dipimpinnya. Termasuk di pemerintahan daerah.
Terkait dengan komitmen yang kuat dari kepala daerah dalam melakukan transformasi digital, Kota Padang, dengan julukan Kota Tercinta, telah memilikinya, yaitu pada sosok H. Mahyeldi, Walikota Padang Tahun 2014 sampai sekarang. Demikian disampaikan Rudy Rinaldy, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang saat sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara online yang diselenggarakan majalah IT Works, Rabu, 4 November 2020.
Komitmen Pimpinan
Mengutip kanal Youtube Pemkot Padang, maka sebagai Pengambil Kebijakan, H. Mahyeldi mengatakan, “Transformasi Digital adalah sebuah keniscayaan pada saat ini. Kota Padang telah menyelenggarakan tata kelola pemerintahan secara elektronik, dan terus berusaha menjadi kota pintar (smart city) yang dekat dan melayani masyarakatnya. Sebagai bentuk komitmen semua itu tertuang dalam RPJMD, Visi, Misi, Indikator Kinerja Utama Kota, dan beberapa kebijakan terkait SPBE.
“Memasuki tahun ketiga sebagai kota pintar, enam pilar pendukung sudah bergerak kencang. Langkah ini semakin terasa ringan karena sudah terintegrasinya seluruh jaringan internet maupun aplikasi pendukung di masing-masing OPD. Terutama aplikasi layanan yang mudah diakses masyarakat. Dan sebentar lagi seluruh kelurahan akan dapat terhubung dengan pemanfaatan teknologi,” tambahnya.
“Seiring dengan itu, di masa pandemi Covid-19, Teknologi Informasi terasa begitu dibutuhkan. Keberadaan jaringan internet beserta perangkatnya menjadi perekat saat semua warga diharuskan saling menjaga jarak dan menjadi pelepas tanya saat anak didik membutuhkan pendidikan yang diakses dalam jaringan (daring). Semua itu sudah dioptimalkan Pemerintah Kota lewat program Gerakan Seribu untuk Internet (Gebunet) serta Freenet bagi masyarakat.”
“Gebunet dan Freenet merupakan solusi di masa Covid-19, esensi program ini mengajak warga untuk saling bergotong-royong membantu sesama agar proses belajar mengajar anak didik tidak terganggu di masa pandemi, karena belajar mengajar tidak boleh berhenti saat ini,” kata Walikota Padang.
Komitmen Pemkot Padang
Komitmen itu juga terasa di seluruh jajaran Pemkot Padang. Salah satunya, jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang sebagai Konseptor dan Eksekutor
Kepada dewan juri, Rudy Rinaldi menjelaskan, “Dinas Kominfo Kota Padang sebagai garda terdepan di bidang teknologi informasi terus memberikan pelayanan dan kebutuhan akses jaringan bagi Pemerintah Kota Padang. Tidak itu saja, masyarakat yang membutuhkan internet juga kami fasilitasi dengan baik.”
“Semua itu kami lakukan lakukan tidak lepas dari keinginan untuk terus menjadikan Padang sebagai kota pintar. Jaringan internet di kantor camat dan kelurahan dipasang. Regulasi agar jaringan internet dimanfaatkan warga sudah dibuat. Semua untuk melayani warga dengan baik,” tambahnya.
Rudy memaparkan di saat pandemi Covid-19 ini, Diskominfo Padang bahkan telah menggagas program GEBUnet dan FreeNET. Kedua program ini membantu anak didik yang ingin melakukan belajar online.
“Termasuk membantu siapa saja yang kini kesulitan membeli paket internet. Program ini difokuskan di tempat ibadah seperti masjid dan musala. Serta di kantor kelurahan dan kecamatan di Kota Padang. Siapa saja bebas mengakses jaringan tanpa berbatas,”
“Kedua program ini jadi program unggulan kami saat ini, disamping banyak program lain yang kini tengah dilaksanakan untuk memudahkan siapa saja,” ungkap Rudy.

Inisiatif di Era New Normal
Di era New Normal ini, Pemkot Padang juga telah menghadirkan sejumlah inisiatif yang melibatkan masyarakat di kota berjuluk ‘Kota Tercinta’ ini dan di internal pemkot sendiri ujar Rudy, yaitu:
Pertama, GEBUTnet, Gerakan Seribu Rupiah untuk Jaringan Internet. Dimulai tahun 2020, merupakan gerakan donasi/sedekah Rp.1000,- yang diinisiasi Dinas Kominfo. “Ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan jaringan internet yang belum terfasilitasi oleh pemerintah, dengan memanfaatkan swadaya masyarakat yang dipusatkan pada rumah ibadah (Masjid/Mushalla) disekitar tempat tinggal masyarakat (solusi belajar daring).”
Kedua, aplikasi perkembangan COVID-19. Dibangun Tahun 2020, merupakan aplikasi untuk penyebaran informasi situasi dan perkembangan Covid-19 di Kota Padang. “Aplikasi ini lengkap dengan sebaran kasus Covid-19 sampai ke kecamatan dan kelurahan, dilengkapi dengan infografis. Terintegrasi dengan sistem Kementerian Kominfo RI.”
Ketiga, reformasi birokrasi pada kondisi pandemi COVID-19. Dengan optimalisasi Padang Command Center, dan Media Center untuk Pertemuan Virtual, Zoom, Webinar, Rapat Koordinasi, Upacara, dan lain-lain. “Ini untuk memfasilitasi kegiatan kota tanpa tatap muka. Termasuk saat ini, kami mengikuti sesi penjurian TOP DIGITAL di Command Center.”
Solusi Paling Membanggakan
Dalam kesempatan ini, kepada dewan juri, Rudy memaparkan dari sekian banyak insiatif dan solusi TI yang dikelola Pemkot Padang, saat ini ada empat yang dinilainya membanggakan, yaitu:
GEBUTnet, upaya pemenuhan kebutuhan jaringan internet yang belum terfasilitasi oleh pemerintah. Solusi lain belajar daring dan optimalisasi networking. Diinisiasi Dinas Kominfo tahun 2020. Menstimulasi swadaya dan partisipasi aktif masyarakat. Dipusatkan pada rumah ibadah (Masjid/Mushalla) disekitar tempat tinggal masyarakat. Telah mendapat sambutan sangat baik oleh masyarakat.
Optimalisasi dan Ekspansi Pemanfaatan Jaringan Komunikasi (FreeNET). Fasilitas wifi gratis yang diberikan Dinas Kominfo kepada masyarakat yang tersebar di 20 titik, diantaranya Masjid/Mushalla, sekolah dan ruang publik. Solusi lain belajar daring dan optimalisasi networking.
Dimulai sejak tahun 2015. FreeNET pada rumah ibadah. Pemanfaatan WIFI di seluruh Kantor OPD, Kecamatan dan Kelurahan. Ekspansi WIFI di Kantor Kecamatan ke lingkungan sekitarnya. Optimalisasi Bandwidth.
e-Payment Tower Telekomunikasi. Fitur pembayaran retribusi menara secara digital. Terintegrasi langsung dengan sistem Perbankan. Optimalisasi pelayanan sebagai konsekwensi penarikan Retribusi Daerah.
Dibangun pada Tahun 2020. Memiliki fitur Pengelolaan, Penagihan dan Pembayaran Retribusi Tower Telekomunikasi menggunakan aplikasi yg terintegrasi langsung ke Bank Kas Daerah Kota Padang. “Aplikasi ini akan launching pada November 2020,” ujar Rudy.
Integrasi Aplikasi Perizinan “Saporancak” dengan DukCapil. Dimulai sejak Tahun 2016. Merupakan aplikasi online untuk proses pelayanan perizinan. Telah terintegrasi dengan Data Kependudukan, OSS dan Pajak Daerah, Melayani 42 izin dari 88 yg ditargetkan, menggunakan digital signature (TTE).














