Reporter: Agus Haryanto
Editor: Teguh IS
Saat ini, penerapan Teknologi Informasi (TI) di Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) sudah selaras dengan bisnis. Bahkan dalam menyediakan data, peran TI sudah cukup baik dan memadai. Termasuk dalam menyediakan informasi yang bermanfaat bagi jajaran top manajemen dalam menjalankan operasional bank.
Demikian dinyatakan Direktur Bisnis Bank Papua, Sadar Sebayang, dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara daring antara Papua dan Jakarta, Senin (08/11/2021).
Dalam sesi tersebut, ia membawakan presentasi bertajuk “Penguatan Struktur dengan Keunggulan Kompetitif disertai Transformasi Digital Perbankan menuju Advance Digital Bank guna Memaksimalkan Layanan kepada Seluruh Nasabah Bank Papua.”
Bahkan Sadar Sebayang berani memberikan penilaian 80-90 persen bagi peran TI dalam penyediaan informasi di bank yang jadi kebanggaan masyarakat Papua itu.
“Terkait penilaian untuk TI dalam memberikan informasi, menurut kami sudah cukup baik, cukup optimal. Kalau nilainya sudah 80-90 persen,” ungkapnya.
Kendati begitu, ke depannya, ia dan jajaran Bank Papua bertekad untuk meningkatkan penerapan sistem TI guna memberikan layanan yang prima terhadap nasabah.
“Dalam pengembangan TI terkait dengan pelayanan kepada customer atau nasabah kami, terutama mengenai digitalisasi banking, akan terus disempurnakan,” tegas Sadar.
Baca: Punya Aplikasi Keuangan Daerah dan QPAP, Bukti Bank Papua Membangun Tanah Papua
Menurut Sadar, saat ini pengembangan sistem TI di Bank Papua masuk fase membangun, tapi ibaratnya masih dalam konstruksi. “Memang sudah ada yang bisa digunakan, tapi masih perlu disempurnakan dan dikembangkan lagi,” ia mengakui.
Meski demikian, terkait dengan pengelolaan data, ia menjelaskan saat ini management information systems di Bank Papua untuk pengelolaan informasi data sudah cukup memadai.
“Karena selain volumenya belum terlalu besar sebab Bank Papua masih berkategori BUKU II, aset kami juga belum terlalu besar sehingga sistem yang kami miliki sekarang ini sudah bisa mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, terutama dalam hal men-support informasi yang dibutuhkan oleh top manajemen,” imbuhnya.
Kepada dewan juri, Sadar pun mengutarakan bahwa pengembangan sistem TI di Bank Papua sudah selaras dengan peta jalan IT dan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
“Kami tetap berpatokan pada pelaksanaan blue print TI dan core plan yang telah disusun. Dan kami usahakan akan tetap sejalan dengan apa yang telah kita sepakati bersama. Sehingga, keberadaan dari Bank Papua itu dalam hal kesiapan TI tidak ketinggalan tapi bisa mengakomodasi kebutuhan nasabah kita,” tegasnya.
Bukan hanya itu, terkait security system TI bank, ia pun mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan lantaran risiko yang mungkin saja bisa terjadi. Dan hingga saat ini, Bank Papua mampu memitigasi risiko yang muncul.
“Demikian juga potensi-potensi risiko terkait dengan TI baik secara internal, maupun eksternal bisa kita mitigasi dengan baik. Jadi sejauh ini, terkait dengan pengelolaan TI kami yang ber-impact langsung terhadap potensi risiko yang kita hadapi itu, tidak terlalu signifikan, dan masih bisa mitigasi dengan baik sehingga potensi itu masih bisa kami kelola secara optimal,” tutup Sadar.














