Jakarta, ItWorkas- Dentsu Indonesia, perusahaan jaringan advertising agency hari ini (17/01), memperkenalkan marketplace Metaverse pertama di Indonesia bernama Bitaverse. Inovasi marketplace yang akan diperkuat dengan keunggulan data dan teknologi machine learning ini, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia yang saat ini jadi salah satu fokus pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di masa datang.
Menanggapi pertumbuhan eksponensial ekonomi digital di Indonesia yang semakin berputar cepat di tengah pandemi Covid-19 yang juga jadi fokus pemerintah untuk pengembangannya untuk ekonomi yang berkelanjutan, dentsu Indonesia mengungkapkan komitmennya untuk Scaling New Heights (meningkatkan skala baru) dalam memberikan dukungan bagi pengembangan eko sistem ekonomi digital di tahun 2022 dan seterusnya.
“Dentsu Indonesia merasakan bertanggung jawab untuk ikut memainkan perannya dalam mendukung apa yang jadi fokus pemerintah Indonesia, terutama untuk pengembangan ekonomi digital, terkait Environment, Sustainability, and Governance (ESG) dengan cara menjadi A Force for Growth and Good. Kami memiliki fondasi dan kesadaran digital yang kuat di dentsu Indonesia yang akan terus ditingkatkan, sehingga dapat membantu Indonesia dalam mencapai target baru dalam pengembagan ekponomi digital ini,”ungkap Prakash Kamdar, CEO of dentsu Indonesia dan Singapura, dalam paparan pers bertajuk” dentsu Indonesia: Scaling New Heights in 2022”, di kantornya, Jakarta.
Dalam konferensi pers ini, jajaran pimpinan dentsu Indonesia juga menyampaikan paparan bagaimana mereka melakukan strategi dalam mendukung proses akselerasi ekonomi digital Indonesia. Selain dari Prakash Kamdar – CEO dentsu Indonesia, paparan juga disampaikan Janoe Arijanto – Vice President, dentsu Indonesia, Theresia Marenna – Head of HR, dentsu Indonesia, Wisnu Satya Putra – CEO, Creative, dentsu Indonesia, Arshad Rahman – CEO, CXM, dentsu Indonesia, Hiroshi Sato – CEO, dentsu X Indonesia, serta Aloysia Dian – Managing Director, Carat & Vizeum Indonesia.
CEO Creative Dentsu Indonesia Wisnu Satya Putra mengatakan, di Dentsu pihaknya terus-menerus mencari cara untuk berinovasi dan memastikan kemampuan kreatif dan pengalaman di future-proofed terhadap tren yang akan datang. “Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi digital, hari ini Dentsu Indonesia meluncurkan marketplace Metaverse milik sendiri, yakni Bitaverse,” ujarnya.
Bitaverse akan menerapkan Mixed Reality Marketplace untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi pelanggan dengan keunggulan teknologi AI dan machine learning yang bisa lebih memahami dan mendekatkan brand dengan kebutuhan pelanggan. “Ini merupakan yang pertama di Indonesia, di mana nantinya dengan dukungan sistem teknologi informasi AI, sebuah merek atau produk akan bisa lebih mengenali tren dan membaca kemauan dan tuntutan para pelanggan. Sehingga akan memudahkan dalam menjual barang dagangan di ranah virtual bersama dengan produk nyata mereka” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, CEO CXM Dentsu Indonesia Arshad Rahman mengatakan, konsumen digital saat ini semakin tidak toleran dalam hal menerima pesan dan konten yang tidak relevan, melainkan mereka lebih tertarik pada informasi brand atau produk yang bisa memberikan informasi dan pemahanan lebih personal. “Dengan peluncuran layanan-layanan CXM yang berkolaborasi dengan unit media dan unit kreatif, kami telah hadir untuk memberdayakan klien kami dalam memberikan pengalaman yang dipersonalisasi dalam skala besar, melalui inisiatif transformasi data dan digital,” kata Arshad.
Tren Utama 2022
Prakash menambahkan, pihaknya juga akan terus meningkatkan kapabilitas creative, media, and customer experience management (CXM), dan meluncurkan solusi inovatif baik untuk incumbent maupun start-up, dengan semangat gotong royong.
Dalam kaitan ini, lanjutnya, dentsu Indonesia melihat lima tren utama yang meningkat pada tahun 2022:
- Dunia yang semakin banyak data, didorong oleh algoritme, dan lebih terhubung untuk mendorong pengalaman konsumen yang lebih dipersonalisasi dan menarik, namun tetap diimbangi dengan kebutuhan privasi data pribadi.
- Perubahan gaya hidup terkait pandemi terus berlanjut, terutama eCommerce, Live Commerce, Gaming, dan eHealth
- Metaverse berakselerasi dan Web 3.0 kemungkinan akan mengikuti, ini berupa taruhan besar Big Tech pada Metaverse.
- Profit in Purpose – perusahaan tidak akan merasakan keuntungan jika ia mendorong pertumbuhan dan konsumsi yang sembrono dengan mengorbankan manusia dan planet kita.
- Permintaan yang meningkat untuk pengalaman fisik akan meledak dengan orang-orang yang sebagian besar terkurung di rumah selama tahun 2020 dan 2021, dan oleh karena itu bangkit kembali secara besar-besaran di sektor perjalanan dan perhotelan. (AC)














