Jakarta, ItWorks- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas yang sebelumnya menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menghadiri dan melakukan acara serah terima jabatan Kepala LKPP, di Kantor LKPP-Jakarta pada Senin (10/10). Kepala LKPP kini dijabat Hendrar Prihadi yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo.
Acara serah terima jabatan ditandai penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan dan penyerahan Memori Jabatan sebagai Kepala LKPP dari Abdullah Azwar Anas kepada Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi. “Selamat mengemban amanah sebagai Kepala LKPP ke-6. Semoga dengan kepemimpinan Mas Hendi, LKPP bisa semakin lebih bagus lagi, baik di pusat maupun di daerah,” ujar Abdulah Azwar Anas yang dilansir dalam portal Web KemenPANRB, baru-baru ini.
Menteri Anas dalam kesempatan itu mengungkapkan, LKPP memiliki peran yang sangat strategis dalam menunjang pertumbuhan ekonomi melalui pembuatan aturan belanja pemerintah yang efektif, efisien dan tepat sasaran. Terutama dalam penggunaan produk dalam negeri (PDN). “Kami sangat mendukung upaya meningkatkan penggunaan PDN. Untuk itu diperlukan kolaborasi dan gotong royong di internal LKPP, maupun dengan kementerian/lembaga dan stakeholders lainnya,” ujar Anas.
Penggunaan PDN ini, lanjutnya, sesuai dengan yang dicita-citakan sejak ia dipercaya memimpin LKPP. Penggunaan produk dalam negeri, katanya, turut menjadi indikator reformasi birokrasi. “Misalnya dalam SAKIP, tentu ke depan akan kami beri atensi khusus di Kementerian PANRB. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi, bahwa belanja pemerintah ya harus ke PDN, ke UMKM dan koperasi,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan PDN sangat berkorelasi dengan pengentasan kemiskinan, karena belanja PDN akan menguatkan industri dalam negeri yang bermuara pada penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Itu semua selaras dengan skema reformasi birokrasi (RB) tematik yang sedang dipacu Kementerian PANRB, yaitu RB tematik pengentasan kemiskinan dan RB tematik peningkatan investasi.
“Dengan reformasi birokrasi tematik, kita dorong keselarasan program masing-masing satuan kerja pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan penumbuhan investasi,” papar Anas. Anas mendorong LKPP terus mengembangkan kolaborasi dengan berbagai kementerian/lembaga dan pemda. “Kantor ini perannya hebat tapi kalau tidak kolaborasi dengan K/L lain dan pemda ini tidak akan jalan,” imbuhnya.
Dia mengatakan, Presiden RI Joko Widodo kerap kali menekankan terkait penggunaan Produk Dalam Negeri. Presiden menargetkan peningkatan penggunaan Produk Dalam Negeri, belanja produk lokal untuk pengadaan barang/jasa pemerintah serta satu juta produk dalam Katalog Elektronik. Oleh karena itu LKPP melakukan penyederhanaan proses bisnis untuk kemudahan penayangan produk di e-Katalog.
Sebelumnya, dalam setahun di Rencana Kerja Pemerintah (RKP), ditargetkan tayang sebesar 95.000 produk di e-Katalog pada 2022. “Alhamdulillah sebelum saya dilantik sebagai Menteri PANRB, sesuai instruksi Presiden Jokowi jumlah produk yang tayang di e-Katalog sudah tembus 1 juta produk,” jelas mantan Kepala LKPP ke-5 tersebut.
Menteri Anas menilai latar belakang Hendrar Prihadi yang sebelumnya adalah Wali Kota Semarang dapat menjadi yang modal yang kuat dalam mengakselerasi ekosistem belanja pemerintah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.
Ia kembali menekankan bahwa di LKPP terdapat banyak kebijakan strategis yang tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun saat ini LKPP telah mampu mencapai target 1 juta produk tayang di e-Katalog, LKPP masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, yaitu monitoring evaluasi dan transaksi di daerah.
“Produknya sudah banyak, sekarang bagaimana mengawal transaksi di kantor lokal dan OPD di daerah. Saya yakin Mas Hendi bisa menciptakan suasana yang bagus dan produktif sekaligus target capaian dari Bapak Presiden sesuai dengan harapan,” tandas Anas.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LKPP Hendrar Prihadi menyampaikan apresiasinya kepada Azwar Anas yang dinilai mampu menciptakan gebrakan kemajuan selama menjabat menjadi Kepala LKPP meskipun dalam kurun waktu yang cukup singkat. “Saya banyak belajar karena sepanjang kepemimpinan Mas Anas banyak kemajuan yang demikian luar biasa. Saya juga sepakat dengan Mas Anas bahwa kita kerja serius tapi santai. Tugas dan target harus kita penuhi untuk kemajuan LKPP,” pungkasnya.
Sebelumnya Hendrar Prihadi dilantik sebagai Kepala LKPP oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin (10/10). Acara sertijab di Kantor LKPP turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Kepala LKPP Sarah Sadiqa, Sekretaris Utama LKPP Robin Asad Suryo, para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan LKPP, serta tamu undangan lain. (AC)














