ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Hambatan yang Dihadapi Manusia dalam Berpikir Kritis

Oleh: Emily Ketchen, VP dan CMO Intelligent Devices Group, Lenovo

Teguh Imam Suyudi
19 October 2022 | 13:00
rubrik: Expert, Research
Hambatan yang Dihadapi Manusia dalam Berpikir Kritis

Lenovo Think Report 2022

Share on FacebookShare on Twitter

Untuk melihat secara kritis bagaimana tantangan sosial saat ini telah mempengaruhi produktivitas dan perilaku secara global, Lenovo untuk pertama kalinya merilis Think Report. Laporan ini mengidentifikasi cara berpikir yang sesuai pada dunia saat ini, dengan salah satu temuannya bahwa responden global mengklaim hilangnya produktivitas sekitar dua jam per hari karena ketidakmampuan mereka untuk berpikir secara terarah yang disebabkan oleh faktor utama seperti kelelahan, stres, dan juga lelah secara mental yang mereka telah rasakan dari perubahan lingkungan sosial yang luar biasa dalam dua tahun terakhir. 

Laporan ini berdasarkan survey yang telah dilakukan kepada sebanyak 5,700+ orang yang berada di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Jepang – yang datang pada perhelatan 30th tahun Lenovo ThinkPad. Data yang didapat bertujuan untuk mengedukasi orang di dunia kerja tentang pentingnya “real thinking,” atau cara berpikir dengan benar, yang akan membantu mereka untuk menggunakan teknologi secara lebih cerdas, kolaboratif — dan tidak terlalu mengganggu kehidupan dalam proses berkembang.

Ini membuka mata kita bahwa secara global orang-orang merasa kemajuan masyarakat saat ini sedang beresiko karena kurangnya real thinking. 80% dari mereka yang terlibat dalam survei percaya bahwa, kita sebagai masyarakat, perlu mengembangkan sebuah revolusi baru dalam berpikir.

Dengan merayakan hari jadi ThinkPad yang ke-30, ini menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi kembali bagaimana teknologi yang berpusat pada manusia dapat mengkatalisasi cara berfikir yang lebih baik dalam semua aspek kehidupan kita baik dirumah, kantor, sekolah, dan banyak lagi.

Kesenjangan Berpikir 

Sebagian besar responden merasa bahwa peristiwa yang terjadi beberapa tahun terakhir (seperti, COVID-19, gangguan ekonomi, dll.) berkontribusi dan memperparah situasi, meningkatkan multitasking dan kelelahan, yang dapat merusak kualitas berfikir mereka kedepannya.

  • Dari semua responden, hanya 34% yang mengatakan bahwa mereka menghabiskan “semua” atau “sebagian besar” waktu  mereka untuk berpikir jernih, mendalam, dan produktif.
  • Secara global 75% pengambil keputusan  IT mengatakan bahwa rekan kerja mereka berjuang “sangat luar biasa” atau “ala kadarnya” untuk terlibat dalam proses berpikir yang jernih dan produktif.
  • 64%  peserta survei merasa bahwa mereka bergantung pada proses berpikir praktis atau “bertahan”/survival dan kemampuan untuk berpikir cepat dan bekerja secara multitasking itu  “sangat penting” atau “penting” – dengan demikian, hal ini berdampak terhadap berkurangnya pemikiran inovatif dan pemikiran yang dapat menciptakan sebuah kemajuan.  
BACA JUGA:  Lenovo ThinkPad Mobile Workstation Dengan Kinerja Terbaik

Secara bersamaan, sebagian besar responden merasa situasinya tidak membaik, yakni memproyeksikan bahwa hidup mereka tidak akan menjadi lebih mudah atau berkurang rasa stresnya selama beberapa tahun ke depan.

Baca: Lenovo Global Month of Service 2022 Sediakan Teknologi yang Lebih Cerdas untuk Masyarakat

Kekuatan Berpikir

Secara global, sebagian besar responden mengatakan mereka berjuang untuk mencapai proses berpikir lebih baik saat ini, responden memiliki asosiasi positif dengan pemikiran yang lebih baik dan memahami manfaat yang akan ditiimbulkan dengan meningkatkan tingkat kemampuan berpikir. 

  • 65% responden percaya bahwa berpikir dengan  jernih, mendalam, dan produktif akan membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik.
  • 79% dari mereka yang terlibat survei di AS menganggap berpikir kritis adalah  sesuatu yang “sangat amat penting” atau “sangat penting.”

Kebiasaan Berpikir

Orang-orang memahami kekuatan cara berpikir yang lebih baik, dan waktu untuk berpikir produktif sangat bervariasi tergantung pada wilayahnya, hal ini juga tidak selalu sejalan dengan jam kerja biasanya yaitu dari jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore..

  • 37% orang Amerika yang terlibat dalam survei dan 24% responden di Inggris lebih menyukai waktu produktif ketika larut malam atau dini hari.
  • 25% responden Jepang lebih menyukai waktu produktif  di pertengahan pagi. Di sisi lain, 35% orang Jerman berpikir lebih jernih ketika di malam hari.

Secara keseluruhan, mereka yang terlibat dalam survei percaya bahwa hal nomor #1 yang harus dimiliki untuk  mendapatkan pemikiran yang lebih baik adalah lingkungan yang tenang – dan responden di AS, Inggris, dan Jerman menyatakan bahwa teknologi peredam suara sangat membantu mereka dalam berpikir lebih dalam. 

Baca: Lenovo Hadirkan Teknologi yang Lebih Cerdas di Tech World ’22

BACA JUGA:  Sel Surya Organik Dan Teknologi Fotokatalisis, Inovasi BRIN Dukung Energi Terbarukan

Berpikir Lebih Baik Diberdayakan oleh Teknologi

Berdasarkan penelitian, evolusi dalam teknologi komunikasi dan kolaborasi dianggap sebagai fitur yang paling membantu dalam berpikir  lebih baik. Selain itu, mempelajari cara menggunakan teknologi dengan lebih terarah – termasuk menetapkan beberapa batasan, membatasi gangguan, dan mengurangi kekacauan informasi – dapat membantu kita membangun kebiasaan berpikir yang lebih baik.

  • 66% Pengguna bisnis yang terlibat dalam survei mencari informasi tentang bagaimana teknologi dapat membantu pemikiran yang jernih, mendalam, dan produktif. Mereka juga lebih bersedia untuk mempertimbangkan dan mengevaluasi kembali hubungan mereka dengan teknologi. Misalnya, banyak yang merasa bahwa menyederhanakan tugas dapat membantu individu mencapai pemikiran yang lebih baik.
  • 40% responden di Jerman akan belajar bagaimana menggunakan teknologi dengan lebih terarah.
  • 39% responden di AS akan menetapkan batasan seputar penggunaan teknologi mereka. Misalnya, mengatur waktu untuk memainkan alat musik atau berolahraga.

Secara luar biasa, IT decision makers yang terlibat dalam survei merasa optimis akan  teknologi yang dapat diakses oleh rekan kerja mereka dan bagaimana hal itu mendorong untuk mendapatkan pikiran yang jernih bagi karyawan ataupun organisasi. Baik di saat yang mendesak untuk memenuhi deadline, atau terkait dengan kebutuhan para pelaku bisnis untuk berkolaborasi, atau mendapatkan peluang untuk menciptakan hal baru. Lebih dari 60% dari mereka yang terlibat dalam survei berpendapat bahwa teknologi membantu individu  yang terlibat dalam kegiatan berpikir yang kritis, reflektif, kolaboratif, ekspansif/eksploratif, dan/atau berpikir hal baru. 

Berpikir untuk Kemanusiaan

Secara keseluruhan, responden percaya bahwa berpikir yang lebih baik berpotensi menghasilkan dampak jangka panjang. Mayoritas dari mereka yang terlibat dalam survei  setuju bahwa cara berpikir lebih baik akan meningkatkan collective humanity atau tindak kebaikan secara bersamaan , serta kita pun akan lebih mudah untuk memecahkan tantangan yang dihadapi manusia untuk kehidupan generasi mendatang. 

  • 62% responden di AS, 54% responden di Inggris, dan 52% responden  di Jerman mengatakan bahwa masyarakat kita akan lebih baik jika kita terlibat dalam pemikiran yang lebih jernih, dalam, dan produktif. 
BACA JUGA:  Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi 'Superusers' di Enterprise

Think Report selengkapnya dapat diunduh di sini.

Catatan Metodologis

Riset  untuk studi ini dilakukan melalui survei online kepada 5.768 responden dari 4 hingga 24 Juli 2022. Sampel survei terdiri dari kombinasi Gen Pop, BEU, dan ITDM dari pasar AS, Inggris, Jerman, dan Jerman. Margin of error untuk sampel pasar individu dari responden Gen Pop adalah +/- 3.

Baca: Lenovo Indonesia Berdayakan Penggiat Startup Melalui Sekolah Beta

Tags: lenovoLenovo Indonesia
Previous Post

BNI Life Gandeng Google Cloud Kembangkan Artificial Intelligence dan Data Analytics

Next Post

TOP Digital Awards 2022: Lewat Digitalisasi, PLN Tarakan Sukses Tekan Angka Kecelakaan dan Ciptakan Single Data

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUT Ke-13, IPC TPK Perkuat Komitmen TJSL Lewat Program Khitanan Massal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Komitmen Green Port, IPC TPK Gelar Uji Emisi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GWI: Pengguna WeChat Indonesia Meningkat 895%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto