Penulis: Irawan
Editor: Teguh IS.
Smart city merupakan upaya inovatif yang dilaksanakan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat. Upaya inovatif ini dijalankan pula oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Terdapat 6 bidang smart city yang digarap kabupaten dengan julukan “The Sunrise of Java” ini, yaitu: Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment.
Dalam perkembangan penerapan smart city itu, Pemkab Banyuwangi saat ini tengah menghadirkan sebuah terobosan baru yaitu Banyuwangi Smart Kampung.
Demikian disampaikan oleh Kabid Teknologi Informatika Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Agustinus Suko Basuki dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, yang diselenggarakan majalah It Works, secara online, Rabu, 12/10/2022.
Apa Itu Banyuwangi Smart Kampung?
Pengertian Banyuwangi Smart Kampung adalah menghadirkan pelayanan masyarakat desa dengan melibatkan teknologi. Tentu saja diawali dengan penghadiran perangkat IT yang sesuai standar ketentuan yang ada.
“Pada saat ini, ada 7 dimensi yang dibidik dengan dihadirkannya Smart Kampung di Banyuwangi, yaitu: Pelayanan Publik berbasis TI, Pendidikan dan Seni Budaya, Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Penanggulangan Kemiskinan., Keterbukaan Informasi Publik, dan Tata Kelola,” tutur Agustinus Suko Basuki.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penghadiran Smart Kampung juga diselaraskan dengan ASEAN Smart City Network (ASCN) yang dibentuk saat KTT ASEAN ke-32 tahun 2018. “ASCN adalah sebuah strategi yang dilaksanakan demi mewujudkan pembangunan urban yang lebih baik,” tuturnya.
Ada 5 program Smart Kampung yang diselaraskan dalam ASEAN Smart City Network, yaitu: Penerapan kampung pintar untuk pelayanan warga; Pemberdayaan ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan; Peningkatan kualitas SDM untuk membuka kesempatan berusaha; Banyuwangi Tanggap Stunting; dan Banyuwangi Hijau.
Pelayanan Desa Jadi Lebih Mudah
“Tercatat hingga saat ini, terdapat 189 desa yang teraliri fiber optic lewat Program Smart Kampung. Program ini merupakan bentuk pelaksanaan dari Regulasi Perbub No. 18 Tahun 2016 tentang Integrasi Program Kerja Berbasis Desa/Kelurahan,” jelas Agustinus Suko Basuki kepada dewan juri.
Ia pun memaparkan setidaknya ada 4 manfaat yang didapat dari digulirkannya Banyuwangi Smart Kampung. Pertama, hadirnya fasilitas WiFi di ruang-ruang publik desa. Kedua, pelayanan publik menjadi berbasis digital sehingga lebih cepat dan efisien. Ketiga, kantor desa menjadi ramah lansia, disabilitas, anak dan ibu hamil/menyusui. Keempat, adanya keterbukaan informasi publik.
Menurut Agustinus Suko Basuki, hadirnya Smart Kampung pun membuat pelayanan desa menjadi lebih mudah.
“Hal ini karena Smart Kampung dihadirkan dengan banyak kemudahan, bahkan dapat dilaksanakan secara self service oleh penduduk. Seperti misalnya: melayani sendiri tanpa bertemu petugas, mengurus adminduk bisa di mana saja, dan terakhir, dapat memesan layanan melalui android.
Bertindak selaku Dewan Juri TOP Digital Awards 2022 yaitu: Eri Sumiarso, Dwinda Ruslan, Nurul Yakin SB, Melani K. Harriman, Kusuma Prabandari, Nina Kurnia H., dan Agnes.
Baca: TOP Digital Awards 2021: SIKAWAN Solusi Inovasi Digital Pemkab Banyuwangi














