Kembali didapuk sebagai kandidat penerima penghargaan TOP Digital Awards 2023, PT Pos Indonesia berhasil melewat sesi penjurian dan mengungkap sejumlah perkembangan terkait digitalisasi yang dilakukan perusahaan.
Dari sisi tata kelola dan kebijakan IT, misalnya, Pos Indonesia telah memiliki Master Plan IT untuk tahun 2023 hingga 2027. Seperti dikatakan Hariadi, Direktur Operation and Digital Service, Master Plain IT Pos Indonesia ini akan dijadikan roadmap perusahaan menjadi roadmap dalam menyusun program-program yang menuju pada RJPP dan juga tren teknologi serta kebijakan standarisasi.
Adapun Master Plan TI yang menjadi target yang harus dicapai perusahaan, mencakup antara lain
- Rancang Bangun Arsitektur Terpadu dan Terintegrasi
- Adopsi Microservice untuk Skalabilitas Layanan
- Pengembangan Superapp Application and Architecture
- Implementasi Arsitektur Multi-Cloud Terintegrasi
- Manajemen Ekosistem Cloud Enterprise Terintegrasi
- Pembentukan Lingkungan dan Kultur DevOps yang Agile
- Adopsi Model Data Exchange Interoperabilitas Tinggi
- Implementasi Data Management dan Analytics (Big Data)
- Implementasi IT Governance
- Pembentukan Agile Organisation Structure
Masih terkait tata kelola dan kebijakan IT, saat ini Pos Indonesia juga telah melakukan beberapa standarisasi dan sertifikasi terkait dengan IT Maturity Level dan COBIT 4.1. Adapun hal yang terkait dengan Standarisasi & Compliance IT Governance, Hariadi menegaskan bahwa Pos Indonesia kita telah memiliki sertifikasi ISO 9001 dan ISO 27001. “Juga sudah berpartipasi ke INDI 4.0 yang dalam tahapannya akan kita review dalam tahun ke tahun,” sambungnya.
Berbicara mengenai kebijakan pengelolaan Human Capital TI & Millennial, Pos Indonesia telah melakukan sejumlah inisiatif, antara lain rekrutmen digital talent milenial, Penyusunan Digital Competence, Pengembangan kompetensi di bidang Digital untuk seluruh karyawan melalui Learning Management System (LMS), training terstruktur dan benchmark, Penyusunan career path bidang digital/ job family TI, Akselerasi karir untuk milenial pada bidang IT/Digital.
Perkuat Keamanan Siber
Sementara dalam upaya memperkuat keamanan siber, Pos Indonesia telah melakukan sejumlah inisiatif. Misalnya, dari sisi tools keamanan IT, dalam hal ini Pos Indonesia telah mengimplementasikan End Point Antivirus, Web Application Firewall, Next Generation Firewall.
“Dan juga tentunya kita melakukan monitoring terhadap keamanan cyber security-nya , kita punya dashboard yang kita pantau 24/7,” ujar Hariadi di hadapan dewan juri, Rabu (25/10/2023).
Dengan menggunakan Dashboard SIEM, data dari event log diolah sehingga proses monitoring serangan siber dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Tidak hanya terbatas pada tools semata, dalam upaya meningkatkan keamana IT/Cyber Security, Pos Indonesia juga tidak mengenyampingkan soal pentingnya pengembanan kompetensi.
“Terkait dengan kompetensi di bidang keamanan IT/Cyber security, kami juga mengembangkan kompetensi dari rekan-rekan di digital service, terkait dengan Entry Level Networking, Routing & Switching, Ethical Hacking, Network Defender, Penetration Testing, Forensic, dan Security Professional. Ini adalah future plan yang kita miliki dan juga future plan di mana kita mengembangkan kompetensi rekan-rekan untuk memiliki sertifikasi di bidang-bidang ini,” jelas Hariadi.
Inovasi Produk dan Layanan
Menyinggung soal inovasi produk dan layanan, diketahu bahwa Pos Indonesia telah memiliki aplikasi PosAja sebagai digital accounting untuk bisnis kurir logistic. Adapun yang terbaru, Pos Indonesia telah meluncukan SuperApp PosPay.
Dikatakan Hariadi, SuperApp PosPay merupakan ekosistem the one and the only one Digital Accounting Pos Indonesia buat end user di mana pelanggan bisa menemukan produk dan service yang ditemukan di outlet atau di agen, baik itu untuk produk dan services di bidang kurir dan logistik maupun product & services yang ada di jasa keuangan.
“Untuk versi 2-nya memang dalam proses pengembangan lebih lanjut. Ultimate goalnya SuperApp PosPay ini nanti tidak hanya mengakomodir produk dan services yang dimiliki oleh Pos Indonesia, tapi juga oleh anak perusahaan dan afiliasi. Dan yang ketiga milestone-nya adalah untuk juga mengakomodir product and services dari mitra kita yang diperkaya ekosistem SuperApp ini,” ungkap Hariadi.
Selain PosPay, inovasi lain Pos Indonesia yakni terkati dengan Universal Biller, yang disebut Hariadi sebagai solusi sistem yang disediakan untuk mitra-mitra Pos Indonesia yang produk-produknya ingin ditransaksikan melalui channel pos, baik secara tradisional maupun melalui modern channel dengan cepat.
Di luar dua inovasi tadi, Pos Indonesia juga telah melakukan inovasi lain seperti penerapan robot sortir, pengimplementasian RFID (Radio Frequency Identification), mengembangkan proses Cost Benefit Analysis atau CBA, mengimplementasikan Cash Management System Giropos, serta Cash Management System PosPay.
Hal lain terkait inovasi yang juga diungkap dalam presentasi di hadapan dewan juri adalah pengembangan Aplikasi Kiriman Internasional. Sudah terintegrasi dengan jaringan kantor pos seluruh dunia, pengembangan aplikasi ini disebut untuk mengakomodir semua stakeholder yang ada di Indonesia, dalam hal ini adalah Bea Cukai dan juga beberapa instansi yang terkait.
“Jadi, output dari transformasi dan digitalisasi kita bisa lihat di sini bagaimana kinerja dari standar layanan kita itu membaik dari tahun ke tahun. Tahun 2021 kita hanya di angka 70-an persen, setelah dua tahun bertransformasi ini adalah kinerja yang bisa kami sampaikan, baik Kiriman Sameday, Pos Nextday, Pos regular, dan juga di Shopee cash less kinerja kita di atas market standard, semua di atas 98 dan 99 persen. Dan kinerja kita di Shopee juga dalam beberapa bulan terakhir kita peringkat satu,” tutup Hariadi.














