Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) kembali menjadi kandidat meraih TOP Digital Awards. Selaras dengan visinya yaitu menjadi perusahaan berkelas dunia di bidang percetakan sekuriti dan layanan digital terintegrasi, Peruri menempatkan keamanan TI atau cyber security sebagai aspek penting dalam menjalankan aktivitas usahanya. Berbagai inisiatif Peruri dari segi People, Process, Technology, dan IT Operation Center terkait keamanan TI mendapat apresiasi di ajang TOP Digital Awards 2024.
Dalam menjalankan aktivitas usahanya, TI dan digital Peruri selalu menjaga tingkat keamanan yang tinggi dalam setiap interaksi digital. “Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan keberlangsungan bisnis proses agar tetap berjalan dan berkesinambungan,“ kata Gandung Anggoro Murdani selaku Direktur SDM, Teknologi dan Informasi Peruri saat membawakan materi presentasi berjudul “Digital Transformation the New Face of PERURI “Innovation for a Sovereign Future”, dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2024, secara virtual, di Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Menurutnya, keamanan informasi adalah fondasi dari layanan digital yang handal. Peruri memiliki Indeks Keamanan Informasi (KAMI) dengan skor III+, menandakan keamanan yang terdefinisi dan konsisten dalam setiap aspek operasionalnya. “Kepercayaan dan keamanan data pemerintah menjadi prioritas utama bagi Peruri,” tutur Gandung.
Lebih lanjut, ia menjelaskan komitmen Peruri untuk memastikan tingkat keamanan yang tinggi dalam setiap interaksi digital, “Dalam upaya menjaga integritas data dan sistem, Peruri telah meraih skor 4.06 dalam Cyber Security Maturity (CSM) dengan kategori Implementasi Terkelola. Ini mencerminkan komitmen Peruri untuk memastikan tingkat keamanan yang tinggi dalam setiap interaksi digital.”
“”Sertifikasi manajemen keamanan informasi ISO 27001 yang dimiliki, menunjukkan bahwa Peruri menjunjung tinggi standar internasional dalam menjaga keamanan informasi yang vital bagi pemerintah dan masyarakat.”
“Peruri juga telah mencapai skor IT Maturity Level sebesar 3.5, menandakan tingkat kematangan teknologi informasi yang terdefinisi dengan jelas. Dengan demikian, Peruri siap memberikan solusi IT yang terukur dan terarah sesuai dengan kebutuhan pemerintah,” tuturnya.
Selain itu, Peruri juga telah siap secara matang dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan peraihan skor INDI 4.0 sebesar 3,05 yang menggambarkan kesiapan dalam menghadirkan solusi terkini dan inovatif untuk mendukung pemerintah dalam memasuki era digitalisasi industri.
Dengan berbagai keberhasilannya dalam menjalankan transformasi digital selama beberapa tahun terakhir maka berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 pada tanggal 18 Desember 2023. Pemerintah Indonesia mempercayakan Peruri untuk menjalankan peran strategis sebagai GovTech Indonesia.
Sebagai GovTech Indonesia, Peruri diberikan mandat untuk menyelenggarakan aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) prioritas layanan milik Kementerian dan Lembaga Pemerintah, meliputi: Layanan Pendidikan, Layanan Kesehatan, Layanan Bantuan Sosial, Layanan Administrasi Kependudukan, Layanan Transaksi Keuangan Negara, Layanan Administrasi Pemerintahan, Layanan Portal Layanan Publik, Layanan Satu Data Indonesia, dan Layanan Kepolisian.
Dengan mengutamakan integrasi dan interoperabilitas, Peruri berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia, untuk mendukung empat pilar utama transformasi digital, yakni infrastruktur, pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat digital. Empat pilar ini harus berjalan secara sinergis bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia menjadi salah satu negara ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045.
Tata Kelola
Kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2024, Kepala Divisi Teknologi Informasi Peruri, Halim Sulasmono memaparkan bahwa tata kelola dan kebijakan TI Peruri telah dilengkapi dengan IT Governance dan Security. “Ini dibuktikan dengan perusahaan telah tersertifikasi General Audit KAP, kemudian Peruri telah tersertifikasi INDEKS Keamanan Informasi (INDEKS KAMI) dengan Skor III+, lalu telah tersertifikasi Cyber Security Maturity (CSM) dengan Skor 4.06,” ujarnya.
Selanjutnya, Peruri telah tersertifikasi Computer Security Incident Response Team (CSIRT), diikuti telah tersertifikasi INDI 4.0 dengan Skor 3.05, dan tersertifikasi ISO 27001 (Information Security Management System), serta tersertifikasi ISO 14298 (Management of Security Printing Process).
Halim melanjutkan soal topik keamanan siber. Dalam hal ini, sambung dia, Peruri telah dilengkapi dengan framework cyber security yang mengacu pada NIST, yang diketahui juga sebagai bahan acuan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Acuan kita itu pada framework-nya NIST. NIST merupakan framework yang dikeluarkan oleh lembaga security digital dari Amerika. Jadi ini memang beda dengan ISO 27001. ISO 27001 itu secara global, seluruh dunia wajib ikut ke sana,” ujar dia.
Dalam menjaga keamanan teknologi informasi di perusahaan, Peruri dalam penerapannya berbasiskan NIST Cyber Security Framework mulai dari identify, protect, detect, respond, recover. Adapun penerapan teknologi pada IT Security Landscape Peruri sudah terpetakan sesuai dengan framework tersebut dan dimonitor secara real time pada IT Operation Center.
“Jadi ini diacu oleh BSSN dan banyak sekali perusahaan besar yang mengacu NIST framework ini. Dan di sana ada juga IT Operation Center sebagai pusat pengendalian dari pada semua kaitannya dengan cyber security dan operation,” imbuh Halim.
Human Capital
Peruri memahami betul pentingnya sumber daya manusia berkualitas dalam mewujudkan visi, misi, dan menjalankan aktivitas usahnya. Saat ini, digital talent Peruri mencapai 100% yang telah tersertifikasi. Pencapaian ini menjadikan Peruri sebagai peringkat paling tinggi di antara seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan talenta terbaik untuk mendukung transformasi digital pemerintah.
Dalam hal keamanan TI atau cyber security, dikatakan Halim, Peruri dilengkapi tata kelola seperti people, IT operation center, process, dan technology. “Ini tata kelola cyber security Peruri. People TI cyber security hampir seluruhnya, 100 persen karyawan, itu sudah punya basic terhadap sertifikasi pelatihan digital. Nah, ini juga bagian penting karena kaitannya dengan awareness,” katanya.
Dia menegaskan terkait dengan keamanan siber, perusahaan mempunyai strategi. “Nah ini strateginya Peruri, ada tiga yang kita acu untuk membangun suatu kekuatan keamanan siber. Jadi be secure, kemudian be vigilant, dan be resilient,” kata Halim.
Be secure, be vigilant dan be resilient merupakan titik awal yang terpusat guna memahami ancaman siber yang dihadapi oleh sebuah organisasi. Be secure, sebagai cara untuk melakukan pengukuran terhadap security dan pendekatan berbasis risiko terhadap apa yang diamankan dan bagaimana mengamankannya. Sementara be vigilant merupakan monitoring berkala terhadap sistem, jaringan, device, dan perangkat yang dimungkinkan terdapat ancaman. Be resilient adalah bagaimana organisasi merespons?, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih?, dan seberapa cepat dapat memulihkan dampak suatu insiden?.
Peruri juga telah memiliki IT Operation Center yang merupakan pusat kendali monitoring dan controlling serta problem solving terhadap layanan IT.
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan/Instansi yang dinilai berhasil dalam pemanfaatan Teknologi-Informatika, Telekomunikasi, dan Solusi Digital untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Ajang ini diselenggarakan Majalah ItWorks sejak tahun 2016, didukung dan bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang TI-Telekomunikasi-Solusi Digital terkemuka di Tanah Air. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2024 adalah “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”. Bertindak sebagai dewan juri: Melani K. Harriman, Benyamin De Haan, Tesar Sandikapura, dan Febrizal.
Editor: Teguh IS.














