PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni telah mengikuti Wawancara Penjurian TOP Digital Awards 2024, secara daring pada Rabu, 6/11/2024. Angga Krisosa selaku VP Teknologi Informasi PT Pelni memaparkan transformasi digital PT Pelni, salah satunya dengan menghadirkan aplikasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat
“Kami telah menyusun dan menetapkan Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) sejak tahun 2013 yang selaras dengan RJPP. RSTI itu mendukung visi PELNI menjadi perusahaan pelayaran dan logistik maritim terkemuka di Asia Tenggara. Pelni terus-menerus mendigitalisasi proses bisnis usaha angkutan penumpang,” ungkapnya kepada dewan juri.
Transformasi Layanan Berbasis Digital
Di usia ke-72 tahun, PT Pelni sebagai perusahaan pelayaran milik negara yang bergerak di bidang jasa transportasi kapal laut terus berupaya bertransformasi demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Seiring perkembangan era digitalisasi saat ini, PT Pelni melakukan perubahan sebagai wujud kontribusi dalam membangun negeri.
PT Pelni resmi meluncurkan logo baru dengan tagline “We Connect, We Unify” sebagai wajah dan tekad baru yang menandai bagian dari transformasi bisnis dan layanan.
Sejalan dengan visinya untuk menjadi perusahaan pelayaran dan logistik maritim terkemuka di Asia Tenggara, PT Pelni pun bertransformasi dengan bisnis dan layanan yang lebih modern, profesional, dan berbasis digital.
Angga Krisosa selaku VP Teknologi Informasi PT PELNI mengatakan hadirnya armada Perni menghubungkan seluruh Nusantara hingga wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP) merupakan wujud kehadiran negara dalam menyediakan moda transportasi laut untuk penumpang maupun logistik bagi seluruh masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Sebagai BUMN di bidang pelayaran transportasi yang memiliki kapal angkutan penumpang, Pelni mendapatkan penugasan dari Kementerian Perhubungan RI. Kapal-kapal Pelni ini beroperasi sebagai wujud kehadiran negara. Oleh karena itu, PT Pelni berkewajiban untuk menjalankan penugasan pelayanan publik atau PSO (public service obligation) dari Kemenhub RI.
PT Pelni memiliki tiga pilar dalam menjalankan perusahaan, yakni safety first, zero accident, dan service exellence sebagai perwujudan negara memberi layanan terbaik serta aman kepada warga negara.
Untuk menjaga hal tersebut, PT Pelni konsisten melakukan transformasi pada pelayanan angkutan penumpang yang terbagi dalam tiga bagian, di antaranya transformasi layanan pre on board, on board, dan layanan post on board.
PT Pelni melakukan perbaikan loket penjualan, memaksimalkan penggunaan aplikasi Pelni Mobile dan aplikasi Mycargoo, penambahan kanal pembayaran melalui perbankan, dan penambahan kanal pembelian tiket merupakan bentuk transformasi digitalisasi layanan pre on board.
Dari segi transformasi layanan on board, PT Pelni telah melakukan perbaikan dapur, kamar mandi penumpang ekonomi, revitalisasi ruangan komersial, entertainment on board seperti televisi dan seanema, mengoptimalkan layanan internet di atas kapal atau seawifi, perbaikan kasur, menghadirkan layanan add on, perbaikan sistem makanan penumpang dan sistem antrian makanan.
PT Pelni juga telah memasang VDR (voyage data recorder), MES (marine evacuation system), dan penggantian RADAR untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat berlayar.
Sementara dari sisi transformasi layanan post on board, meliputi penjualan tiket antarmoda dengan DAMRI, percepatan transformasi didukung oleh sumber daya perusahaan yang berkualitas untuk mewujudkan efektivitas, kemudahan, dan kepuasan bagi masyarakat.
Solusi Bisnis PELNI
Untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat, PELNI telah menghadirkan sejumlah solusi bisnis digital, antara lain:
Aplikasi PETISY untuk penjualan tiket kapal-kapal perintis yang melalui daerah 3TP (terdepan, tertinggal, terluar, dan perbatasan). Aplikasi ini bersifat semi online dan didesain untuk menangani layanan infrastruktur jaringan internet yang tidak merata di wilayah 3TP.
Aplikasi Tiketing Kapal Perintis yang telah diimplementasikan di semua kapal perintis yang dioperasikan PELNI.
PELNI mengupayakan model bisnis baru untuk memperluas jangkauan bisnis angkutan barang dengan memanfaatkan teknologi melalui aplikasi MyCargoo!–mycargoo.pelni.co.id.
Inovasi PELNI melalui aplikasi My Cargoo semakin meningkatkan daya saing PELNI dalam bisnis logistik. Aplikasi manajemen logistik ini akan memberikan kemudahan bagi pengirim (shipper) untuk melakukan pemesanan muatan pada kapal penumpang.
“MyCargoo! mengintegrasikan sistem yang dimiliki oleh mitra marketing, operasional, perbankan, dan e-payment. Aplikasi memanfaatkan teknologi QR code untuk tracking barang,” jelas Angga.
PELNI Mobile, aplikasi untuk mengintegrasikan seluruh layanan bisnis PELNI.
PELNI One, aplikasi mobile yang dibangun internal Divisi TI bagi pegawai PT PELNI. Gunanya antara lain untuk melihat profil pegawai, mengelola korespondensi, melihat kehadiran sendiri, slip gaji, dan validasi nota dinas elektronik.
Angga menegaskan bahwa semua aplikasi yang beroperasi telah didukung oleh spesifikasi infrastruktur TI yang optimal sesuai kebutuhan. “Arsitektur TI didesain dengan tujuan agar TI dapat mengintegrasikan seluruh proses bisnis, konvergen, dan infrastruktur yang scalable,” jelasnya.
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) adalah perusahaan pelayaran milik negara yang didirikan pada tahun 1952. PT Pelni bergerak dibidang jasa transportasi kapal laut dengan mengoperasikan armada kapal penumpang, kapal ferry cepat dan armada kapal barang, dan Kapal Tol Laut yag melayani angkutan/muatan kontainer berupa bahan makanan pokok maupun bahan bangunan untuk pembangunan infrastruktur.
Digelar sejak tahun 2016, TOP Digital Awards adalah kegiatan pembelajaran bersama dan pemberian penghargaan kepada perusahaan/instansi pemerintah yang dinilai berhasil menerapkan TI untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Diselenggarakan oleh majalah It Works bekerja sama dengan sejumlah asosiasi/konsultan serta akademisi/pakar di bidang Teknologi Informatika (TI) terkemuka di Tanah Air, TOP Digital Awards bertujuan mendorong inovasi digital dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Tahun ini mengusung tema “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services.” Bertindak selaku dewan juri: Melani K. Harriman, Dodi Soewandi, dan Nurul Y. Setyabudi.














