Di ajang TOP Digital Awards 2024, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Noor Aflah mengatakan pihaknya terus mengembangkan inovasi layanan berbasis digital. Bahkan telah memanfaatkan Generatif AI melalui perangkat IoT (Internet of Things) untuk layanan publik.
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada instansi atau korporasi dari seluruh Indonesia.
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016 bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, di bidang Teknologi Informatika (TI) terkemuka di Tanah Air.
Tema TOP Digital Awards 2024 adalah “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”. Bertindak selaku dewan juri: Melani K. Harriman (Melani K. Harriman & Associates), dan Nelson Idris (Forti BUMN).
“Pemkot Madiun telah menerapkan Generative AI untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, salah satunya di aplikasi Si-TPS, Sistem Informasi Terpadu untuk Pemantauan Sampah,” katanya saat mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2024, secara daring, Jumat, 15/11/2024.
Si-TPS merupakan perangkat IoT terpasang pada 15 kontainer sampah yang tersebar di wilayah Pemkot Madiun. Sistem ini dapat mendeteksi dan memantau volume sampah karena terintegrasi dengan GPS (Global Positioning System) dan aplikasi website.
“Kami gunakan aplikasi Si-TPS untuk monitoring kontainer sampah. Apakah sudah penuh, posisinya di mana, kebutuhannya apa, dan kapan harus diambil,” bebernya.
Inovasi lainnya yang telah memanfaatkan IoT, yaitu Smart PJU (Penerangan Jalan Umum) dan Penyiraman. Ini berupa perangkat IoT untuk pemantauan dan kontrol lampu PJU dan penyiraman taman secara otomatis atau terjadwal.
Sistem ini mempermudah petugas terkait untuk memperbaiki PJU tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat. Smart PJU sudah diterapkan cukup lama dan dampaknya sangat luar biasa di sisi penghematan.
“Sekarang masyarakat tidak perlu mengadu kalau ada PJU yang mati. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkot Madiun bisa tahu. Jika ada PJU yang mati, mereka langsung datang,” imbuh Noor Aflah.
Selain itu, Pemkot Madiun juga memiliki AIO Datangi PSC, yakni Analisa IoT untuk mengetahui kepadatan pengunjung di PSC (Pahlawan Street Center). Perangkat ini untuk mengetahui crowd detection pengunjung area wisata PSC menggunakan CCTV yang telah terintegrasi dengan AI.
Pemanfaatan Generative AI lainnya, lanjut Noor Aflah, yakni aplikasi Analisa Berita. Ini adalah pengolahan big data yaitu mengidentifikasi konten berita media massa, media sosial. Dengan pengukuran sentimen positif, negatif maupun netral.
Solusi Bisnis Digital
Dalam presentasinya berjudul “Madiun Genggam Teknologi”, Noor Aflah memaparkan inovasi berbasis digital yang telah dihadirkan Pemkot Madiun untuk meningkatkan kinerja dan layanan masyarakat.
Pertama, Superapps Manekin adalah Layanan Single Sign On tata Kelola Pemerintahan yang terintegrasi dengan berbagai aplikasi seperti SIMPEG, M-SKP, OPEN DATA, PROFIT M-TECH, E-SAKIP, AWAK SIGAP, EDU dan lain sebagainya.
“Kami punya Superapps yaitu Manajemen Kinerja (Manekin) dimana di dalamnya banyak sekali aplikasi-aplikasi yang kita integrasikan di dalam satu sistem atau satu portal,” bebernya.
Melalui aplikasi terintegrasi tersebut, lanjut Noor, mempermudah Pemkot Madiun dalam tata kelola pemerintahan mulai dari perencanaan, penganggaran, manajemen, evaluasi kinerja hingga layanan administrasi persuratan. Semua bisa dilakukan dengan nyaman dalam satu genggaman.
“Jadi untuk Manekin ini memberikan kenyamanan karena semua sudah jadi satu aplikasi terus efisiensi dalam manajemen ASN, mempermudah integrasi data terutama data yang terkait dengan kinerja dan kepegawaian,” jelasnya.
Kedua, AWAK SIGAP (Anda WA Kami Siap Segera Tanggap). Merupakan sistem layanan pengaduan dan pelayanan publik satu pintu dari Pemkot Madiun. Hadirnya layanan ini untuk lebih memudahkan masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam melakukan install berbagai aplikasi yang dimiliki Pemkot Madiun.
“Untuk mengurus KTP, perubahan KK itu cukup dilakukan melalui aplikasi WA dan ini semua terintegrasi ke seluruh OPD dari Dinas Pendudukan Catatan Sipil sampai ke level kelurahan. Di mana di dalamnya semuanya sudah tergabung sampai ke layanan pengaduan,” lanjut Noor.
Inovasi unggulan berikutnya, Profit M-tech, program kebijakan pembangunan layanan wifi gratis bagi masyarakat. Program ini mulai diimplementasikan tahun 2017 dan telah berjalan selama 6 tahun. Titik target pemasangan wifi gratis adalah semua RT (poskamling), sekolah dan fasilitas umum di Kota Madiun.
“Saat ini, kami sudah membangun Wifi gratis di 3.244 titik di tempat keramaian, dan hampir semua komunitas. Bahkan tempat pembuangan sampah itu pun kita ada Wifi gratisnya karena untuk pemakaian IoT-nya.”
Sebagai informasi, Profit M-Tech masuk Top 45 KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Inovasi Terbaik Nasional dan tahun 2024 masuk Top 5 Inovasi PKRI (Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi) Kelompok Berkelanjutan.
Keamanan TI
Komitmen digitalisasi Pemkot Madiun juga dibarengi penguatan sistem Keamanan TI dengan standarisasi sistem keamanan ISO 27001:2022. Untuk penguatan internal, dilakukan identifikasi kerentanan dengan pentest untuk semua aplikasi yang dikembangkan.
“Untuk backup continuity plan dan disaster recovery plan, kami menggunakan PDN1 maupun PDN2. Kami juga punya server untuk backup. Kemudian audit keamanan informasi dan indeks deteksi konten oleh BSSN,” ujarnya.
Tak hanya itu, inisiatif Keamanan TI lainnya, Pemkot Madiun juga melakukan sosialisasi, pendampingan dan bimbingan teknis minimal dua kali dalam setahun terkait keamanan IT melalui Formasi (Forum Komunikasi Keamanan Informasi) dan Layanan EPROTEKSI (Edukasi Perlindungan Data Pribadi dan Keamanan Informasi).
“Kegiatan FORMASI rutin dilaksanakan minimal dua kali setiap tahun dengan agenda bimbingan teknis, sosialisasi, cyber drill dan koordinasi terkait isu siber terkini,” Noor menjelaskan kepada dewan juri.
“Sosialisasi dan Edukasi kepada kelompok masyarakat tentang pentingnya mengamankan data pribadi dan potensi kejahatan di dunia siber. Kelompok Masyarakat yang sudah mendapatkan layanan ini (seperti) Babinsa, Bhabinkamtibmas, TP PKK Kota, Karang Taruna, Siswa Sekolah dan Mahasiswa,” imbuhnya.
Langkah lainnya melalui Kolaborasi dan Kerjasama dengan BSSN. Kerjasama Pemantauan Anomali Trafik bertujuan mengindentifikasi akses network dari dan menuju aset milik Pemkot Madiun untuk mencegah akses illegal dan pencurian data.
Capaian Positif
Noor Aflah mengungkapkan Pemkot Madiun meraih Indeks SPBE 2023 dengan nilai 4,45 dan Indeks Kota Cerdas (Smart City) dengan nilai 3,71.
“Hasil evaluasi SPBE Kota Madiun dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk 2023 cukup bagus. Indeks SPBE Kota Madiun di angka 4,45 poin dengan predikat memuaskan. Itu menempatkan Kota Madiun di peringkat tertinggi ketiga nasional kategori kota/kabupaten bagian barat,” pungkasnya.
Untuk hasil evaluasi implementasi Kota Cerdas Tahap II 2023 lalu, Kota Pendekar berada di urutan tiga nasional dari 141 Kota/Kabupaten yang masuk program Gerakan Menuju Kota Cerdas periode 2017-2021. Kota Madiun mendapatkan nilai final hasil evaluasi sebesar 3,71.
Evaluasi Implementasi Program Smart City Tahap I 2024, Kota Madiun Disebut Layak Jadi Mentor Daerah Sekitar.
Editor: Teguh IS.














