ItWorks- Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Mekatronika Cerdas – Badan Riset dan Inovasi Nasional, Hendri Maja Saputra menyampaikan pengembangan terobosan teknologi terkini dalam bidang robotika. Melalui riset sensor flexible-tube yang dipadukan dengan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM), pihaknya bersama tim periset dari Kelompok Riset Robotika dan Kecerdasan Sistem, berupaya meningkatkan akurasi penyelarasan port pada sistem lengan robot.
“Riset ini merespons permasalahan dalam sistem lengan robot yang konvensional yang memiliki keterbatasan fleksibilitas, presisi, serta keamanan yang rendah akibat struktur yang kaku, keras dan berat karena di dalamnya terdiri dari berbagai macam komponen mekanik dan elektronik yang cukup banyak,” tutur Hendri saat wawancara di KST Samaun Samadikun belum lama ini, dilansir portal web BRIN.
Menurutnya dibutuhkan sistem mekatronika yang adaptif didunia robotika, dimana pihaknya mengembangkan sensor berbentuk tabung yang fleksibel dan berfungsi ganda. Selain sebagai perangkat sensor juga, sensor ini juga sebagai elemen compliance untuk membantu proses penyelarasan port yang memungkinan pergerakan lengan robot menjadi lebih adaptif terhadap objek sekitarnya, sehingga mengurangi akibat fatal dari benturan dan lebih aman.
Hendri menerangkan, pada umumnya lengan robot konvensional di industri dan teknologi otomatisasi bersifat kaku/rigid dan memiliki masa yang besar. Struktur yang kaku ini dapat menyebabkan kerusakan serta mengurangi keselamatan, keamanan dan memiliki ketidaksesuaian posisi yang presisi, dimana konektor harus tepat masuk ke dalam lubang pengisian daya.
Lebih lanjut, dalam risetnya, Hendri menggunakan kontruksi yang sederhana dengan memanfaatkan teknologi medan magnet yang ditempatkan dalam fleksibel tube tersebut. “Kami telah melakukan uji coba pada flexible-tube yang dapat ditekuk ini. hasil simulasi yang dilakukan dapat mengurangi gaya dan hentakan pada saat pencolokan. Secara umum, melalui uji yang dilakukan di laboratorium, memiliki akurasi dan kepresisian yang sangat baik dan dapat digunakan sebagai sensorik sekaligus juga sebagai compliance,” ungkap Hendri.
Hendri mengembangkan sensor fleksibel-tube dengan 2 varian utama, yaitu yang berbasis medan magnetic dan berbasis Flex-FSR. Pada penelitiannya, sistem lengan robotik dapat mendeteksi dan memperkirakan posisi port, mengoreksi lintasan robot dengan umpan balik dari sensor gaya (fleksibel-tube) dan kamera serta melakukan proses penyambungan port (plugging) secara otomatis bahkan dalam kondisi ketidakselarasan dengan meminimalisir resiko terhadap benturan.
“Sensor flexible-tube ini menggabungkan sensor berbentuk tabung dengan algoritma cerdas berbasis deep learning. Dengan sensor tersebut, sistem ini memungkinan lengan robot lebih lembut sekaligus beradaptasi pada ketidaktepatan posisi ketika proses penyambungan port. Penggunaan material TPU (Thermoplastic Polyurethane) yang lentur dan fleksibel dan implementasi teknologi machine learning membuat sensor ini memiliki pembacaan gaya yang akurat untuk sistem robotik,” jelasnya.
Diakhir, ia menjelaskan penerapan sensor flexible-tube berbasis LSTM ini selain dapat diaplikasikan pada sistem pengisian daya otomatis pada kendaraan autonomus, juga bisa diaplikasikan pada berbagai aplikasi robot di Industri, termasuk manufaktur untuk peningkatan kepresisi dan juga sistem keamanan.














