ItWorks.id- PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) memperkenalkan kampanye “Buka-Bukaan” bertema “Gak Ada Udang di Balik Batu” untuk memperkuat pelindungan konsumen sekaligus mendorong masyarakat lebih memahami informasi pinjaman sebelum mengambil keputusan.
Kampanye ini digulirkan di tengah pertumbuhan industri pinjaman daring (pindar). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pembiayaan industri pindar mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026, tumbuh 25,88% secara tahunan.
Menurut Strategic Communication and Brand Lead AdaKami Jonathan Kriss, transparansi menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada konsumen. “Masyarakat perlu memahami biaya, tenor, cicilan, serta total kewajiban sebelum menyetujui pinjaman.” ujarnya dilansir dalam rilis pers (13/08/2026).
Dalam kampanye tersebut, AdaKami menegaskan tiga aspek transparansi. Pertama, dana pinjaman diterima secara utuh tanpa potongan awal selain biaya meterai. Kedua, cicilan bersifat flat setiap bulan atau periode 30 hari sesuai informasi yang ditampilkan sejak awal. Ketiga, tidak terdapat biaya tersembunyi karena jumlah dana diterima, bunga, biaya layanan, tenor, jadwal cicilan, hingga total kewajiban diinformasikan sebelum persetujuan pinjaman.
Studi LPEM FEB UI pada 2026 menunjukkan lebih dari 95% pengguna AdaKami memahami total kewajiban pembayaran sebelum menyetujui pinjaman. AdaKami menilai temuan tersebut menunjukkan pentingnya penyajian informasi yang jelas sejak awal.
Perencana Keuangan Profesional Rista Zwestika, CFP®, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhitungkan kemampuan membayar, tetapi juga memastikan besaran cicilan dan waktu jatuh tempo pertama. Ketidakjelasan atau kurangnya perhatian terhadap kedua aspek tersebut dapat mengganggu arus kas dan meningkatkan risiko gagal bayar.
Melalui kampanye “Buka-Bukaan”, AdaKami mendorong transparansi informasi pinjaman sebagai standar minimal bagi konsumen. Langkah tersebut diklaim sejalan dengan arahan OJK untuk menciptakan layanan jasa keuangan yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab.














