Jakarta, Itech- Kemajuan teknologi informasi yang kian pesat, telah melahirkan berbagai inovasi baru dalam dunia bisnis, termasuk sektor jasa keuangan dengan hadirnya financial technology (fintech) serta e-commerce. Sebagai perbankan yang sudah lama berkiprah di Indonesia dengan jaringan global, Bank HSBC juga berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem e-commerce dan fintech di Indonesia, di antaranya dilakukan melalui program berkelanjutan CSR untuk edukasi literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat luas.
“Kita akui pesatnya perkembangan teknologi informasi telah berimplikasi luas terhadap praktik bisnis, termasuk yang terkait dengan jasa keuangan dan perbankan. Seperti hadirnya inovasi keuangan fintech di era e-commerce yang makin berkembang belakangan ini. Mau tidak mau, para pelaku usaha termasuk UKM, bahkan usaha mikro dan para petani sekalipun, juga harus mulai melek dengan namanya literasi keuangan dan teknologi ini. Karena itu, kita juga berkomitmen mendukungnya, antara lain melalui literasi dan inklusi keuangan. Kami percaya ini akan menjadi salah satu kunci penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Sutyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia menjawab pertanyaan Itech, pada acara bincang-bincang bertema “HSBC untuk Masyarakat Indonesia,” (8/9), di Jakarta.
Disebutkan, berdasarkan data OJK pada tahun 2016 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia baru 29,66% atau naik 7,82% dari tahun 2013. Hal ini menyisakan ruang yang lebih besar lagi untuk terus didorong pertumbuhannya. Salah satu instrument yang diharapkan bisa mendorong percepatan iklusi keuangan yakni dengan teknologi digital, termasuk adanya fintech. Apalagi kalangan anak muda atau dikenal generasi millenial, kini sudah sangat terbiasa dengan teknologi informasi, sehingga diharapkan bisa lebih mendorong percepatan penetrasi inklusi finansial di kalangan masyarakat.
Dalam kaitan ini, HSBC telah bermitra dengan sejumlah institusi sosial terpercaya, seperti Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) untuk menggelar serangkaian program melek finansial yang termasuk dalam program “HSBC Untuk Masyarakat Indonesia”. Dalam program ini, HSBC Indonesia menggelar beberapa program edukasi finansial yang dirancang bagi beragam segmen masyarakat baik di luar maupun di dalam institusi sekolah.
Dalam kesempatan itu, Sumit Dutta, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia mengatakan, HSBC senantiasa berkomitmen menjadi bagian dari pertumbuhan Indonesia dengan memperluas jangkauan layanan perbankan dan program kemasyarakatan, terutama di bidang layanan keuangan (financial services). “Keberlanjutan bagi HSBC Indonesia adalah mengambil peran dalam membangun kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat yang terkait. Ini adalah bagian dari tekad untuk turut membangun pertumbuhan sosio-ekonomi di Indonesia. Bagian terbesar di program keberlanjutan HSBC Indonesia berporos di tema literasi keuangan karena kami percaya bahwa literasi keuangan merupakan salah satu kunci keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Sumit Dutta.
PT Bank HSBC Indonesia memiliki jaringan global yang dapat menghubungkan pelaku bisnis di Indonesia dengan berbagai peluang baru di manapun di seluruh dunia. Di sisi Commercial Banking khususnya, PT Bank HSBC Indonesia siap membantu nasabah melalui pemberian fasilitas modal kerja, pinjaman jangka panjang dan atau project finance, serta juga memiliki keahlian untuk membantu nasabah yang ingin mengumpulkan dana dari pasar saham dan obligasi.
Sementara bagi nasabah individual, kapabilitas yang dihadirkanpun akan membantu mereka untuk meraih peluang dalam potensi besar ekonomi Indonesia dengan ragam layanan yang luas. PT Bank HSBC Indonesia memiliki layanan wealth management yang ekstensif serta beragam solusi menarik yang antara lain mencakup tabungan, proteksi dan investasi. Selain itu juga beragam produk retail banking mulai dari pinjaman dan kapabilitas transaksi seperti kartu kredit dan debit juga siap dinikmati lebih banyak masyarakat Indonesia. Dengan integrasi, beragam layanan perbankan tersebut dapat dijangkau melalui 99 kantor cabang yang tersebar di 29 kota di Indonesia, selain juga melalui beragam kapabilitas digital yang tersedia baik untuk nasabah individual maupun korporasi. (Red-AC)













