ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

9 Tips Aman Belanja Online Ramadan di Tengah Pandemi Corona

Ahmad Churi
29 April 2020 | 14:46
rubrik: Tips & Trick
Meski Pandemi, Sirclo Optimis e-Commerce di Indonesia akan Tumbuh Cepat

Meski Pandemi, Sirclo Optimis e-Commerce di Indonesia akan Tumbuh Cepat

Share on FacebookShare on Twitter


Jakarta, ItWorks– Sejumlah hasil riset menunjukkan, semenjak virus corona menjadi pandemi global, kebiasaan belanja sebagian masyarakat mengalami pergeseran, dari konvensional ke sistem online.

Data Criteo, selaku perusahaan teknologi global yang mendukung marketers dunia dengan periklanan, melansir data yang menunjukkan, setengah dari seluruh negara di dunia mengalami peningkatan dalam angka penjualan online. Criteo mengidentifikasi tren ini melalui analisis lebih dari 449 juta transaksi belanja ritel, dan lebih dari 47,7 juta pemesanan perjalanan di desktop, smartphone, dan tablet dari 106 pengiklan utama di Malaysia dan Indonesia.

Sementara berdasarkan survei yang diadakan oleh YouGov dalam “COVID-19 Impact on Indonesian Consumer Behavior”, terjadi peningkatan belanja online sebesar 20% dan pemesanan makanan melalui delivery service sebesar 14%. Hal ini menunjukkan perilaku konsumen mulai mengarah kepada aktivitas online atau berbasis aplikasi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu disebabkan oleh pergeseran perilaku pembeli karena konsumen melakukan social distancing. Dengan bulan Ramadan, nantinya akan terjadi lonjakan pembelian e-commerce yang diperkirakan akan meningkat lebih tinggi. Apalagi berbagai kebutuhan sehari-hari, barang sekunder, hingga barang mewah dan perhiasan, juga banyak tersedia di aplikasi e-commerce.

Maklum, cukup men-download aplikasi belanja online di handphone, tab, atau laptop, bisa langsung leluasa memilih dan “jalan-jalan” di mall on line. Dengan menggunakan mobile banking, kartu kredit, atau e-pay, berbagai barang kebutuhan bisa didapat. Tak ayal jika tren belanja online di tengah pandemi virus Corona, kian bergairah. Apalagi disusul momen bulan Ramadan dan juga Lebaran Idul Fitri yang biasanya juga selalu diikuti meningkatnya berbagai kebutuhan. Beberapa platform belanja online (e-commerce) dan marketplace pun banyak memberikan tawaran promo menarik untuk memikat konsumen.

Bagi yang baru mencoba, atau belum terbiasa, mungkin masih ada rasa was-was atau khawatir. Maklum, belanja online memang beda dengan konvensional yang bisa langsung mencermati kualitas barang dengan cara pegang langusng, bahkan mencobanya. Seperti produk fashions, alat rumah tangga dan sejenisnya. Nah, supaya tidak kecewa, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan sebelum belanja online yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya.

  1. Tentukan kebutuhan atau barang yang akan dibeli.
BACA JUGA:  Telkomsel Perkuat Jaringan di 3 RS Darurat Corona

Sama saat akan berbelanja di supermarket atau toko ritel konvensional, supaya efisien waktu, ada baiknya buat catatan atau membuat daftar belanjaan yang akan dibeli. Artinya tetap harus ada perencanaan yang baik, disesuaikan dengan budjet atau anggaran. Jangan sampai, karena terlalu asyik memasukkan barang-barang di keranjang online, tiba-tiba tagihan membengkak saat bayar dengan kartu kredit. Jangan sampai belanja online menjadi kebiasaan yang membuat lebih boros. Belanja online boleh, tetapi sebisa mungkin harus tetap ada perencanaan yang baik.

2. Pilih e-commerce atau tempat belanja online yang sudah terpercaya.

Supaya tidak kecewa, Anda juga harus memilih atau menentukan market place atau e-commerce di website atau online shop mana pun yang sudah terpercaya. Pilih toko online yang sudah ter-autorisasi. Karena itu, Anda harus lebih teliti memilih toko-toko yang ada di platfrom marketplace, seperti Tokopedia, Blibli, Lazada, Shopee ataupun lainnya. Biasanya platform marketplace memberikan tanda atau simbol bahwa tokonya sudah terautorisasi. Toko online yang telah mendapatkan tanda autorisasi, biasanya akan terjamin keaslian dan pelayanannya.

3. Cek reputasi toko saat belanja di marketplace

Saat ini cukup banyak marketplace yang menampung berbagai brand dan produk untuk menjual barang. Sekarang apapun bisa dijual secara online, termasuk produk dari para pelaku UMKM. Tak heran, seringkali banyak orang yang mencari kesempatan untuk menipu atau membuat hal-hal tidak baik dengan memanfaatkan platform marketplace. Makanya, biar tidak mudah tertipu dengan penjual-penjual di marketplace, Anda juga perlu membaca review dari merchant yang menjual produk yang Anda inginkan.

4. Teliti dengan membaca deskripsi produk secara seksama

Saat memulai belanja, wajib untuk membaca deksripsi produk yang akan Anda beli secara seksama. Perhatikan jug agambar atau foto barang yang akan dibeli, apakah memang sudah sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak mudah kecewa saat barang yang inginkan dikirim ke rumah. Jika Anda masih tetap ragu akan keaslian produk, Anda bisa melihat rating dan membaca setiap review atau ulasan produk dari pelanggan sebelumnya. Pastikan juga kamu memilih tempat belanja dengan metode terpercaya.Termasuk metode pengiriman sesuai keinginan untuk bisa mencapai ke tempat Anda berada.

BACA JUGA:  Pahami Pre-Existing Condition dalam Asuransi Kesehatan

5. Rencanakan waktu belanja online

Supaya, hemat waktu dan tidak ribet nunggu kiriman barang, Anda juga harus atur waktu belanja online. Dalam satu hari mungkin bisa membeli beberapa jumlah barang yang juga mungkin akan datang bersamaan. Berdasarkan studi Shopback, saat bulan Ramadan, masyarakat Indonesia lebih banyak mengunjungi platform e-commerce pada pukul 16.00 -17.00 WIB, jam-jam dimana masyarakat menunggu waktu berbuka puasa. Waktu ini juga banyak dimanfaatkan pelaku e-commerce untuk menggaet lebih banyak lagi konsumen dengan memberikan berbagai promo menarik atau kuis spesial Ramadan dengan yang memberikan voucher belanja hingga ratusan ribu.
Sementara, data Criteo menunjukkan belanja online Ramadan dari Malaysia dan Indonesia selama Ramadan 2019 melonjak pada jam 3 pagi setiap hari. Pada jam 4 pagi, penjualan ritel di bulan Ramadan lebih tinggi 3,5x lipat dibandingkan rata-rata harian. Ada penurunan penjualan yang signifikan pada jam 6 sore ketika pembeli Muslim menyiapkan buka puasa.

6. Tentukan metode pembayaran yang tepat

Saat ini platform e-commerce banyak memberikan pilihan metode pembayaran untuk mempermudah konsumen untuk melakukan transaksi. Platform e-commerce bahkan bekerja sama dengan berbagai bank besar di Indonesia juga memberikan potongan harga serta program cicilan dengan bunga rendah. Bahkan ada platform e-commerce yang menyediakan program e-pay tersendiri, tanpa harus memiliki kartu kredit dari bank rekanan. Jika masih ragu akan keamanan kartu bank, jika memungkinkan bisa memilih metode pembayaran di tempat atau Cash on Delivery (COD).

7. Usahakan menerima paket tanpa kontak person.

Supaya aman, ketika barang belanjaan sampai atau dikirim ke rumah, usahakan untuk tidak melakukan kontak person dengan pengirim paket. Anda bisa meminta kurir atau petugas pengirim barang meletakkan di depan pintu atau pagar. Tentu saja Anda harus berkoordinasi dulu dengan petugas pengirim paket. Cara ini demi keamanan Anda dan juga petugas pengirim paket, supaya tidak ada kontak yang berisiko penularan virus. Apalagi petugas pengantar atau kurir paket, biasanya berinteraksi dengan banyak saat mengirim barang.

BACA JUGA:  Catat! Ini 3 Kiat Jitu Menghadapi SNMPTN Ala Zenius Education

Setelah menerima paket sebaiknya langsung dibuka. Usahakan paket dibuka di luar rumah, supaya kondisi dalam rumah tetap terjaga dari risiko terpapar virus corona. Usahakan membuka paket dengan menggunakan pengaman seperti sarung tangan dan masker.

Setelah dibuka, bekas bungkus paket sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah. Usahakan tempat sampahnya diletakkan di luar rumah. Membuang bungkus paket di luar rumah, tentu lebih aman bagi Anda dan juga anggota keluarga lainnya. Bahkan untuk jenis barang tertentu, bukan makanan atau misal barang elektronik, tak ada salahnya disemprot dulu dengan cairan disinfektan yang aman. Langkah ini untuk meminimalisir kemungkinan masih ada virus yang tertinggal di permukaan benda yang Anda beli.

8. Segera Cuci Tangan

Setelah semua belanjaan beres diterima, segeralah mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalur. Cara mencuci tangannya sesuai anjuran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu selama 20 detik. Mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu langkah yang sangat direkomendasikan untuk pencegahan penyebaran Covid- 19. Untuk memastikan kebersihan dan keamanan, tak ada salahnya juga memakai hand sanitizer setelahnya.

9. Jangan langsung dipakai

Terhadap barang tertentu, seperti baju, kaos, celana dan sejenisnya, termasuk peralatan rumah tangga, sebaiknya jangan langsung dipakai. Hal ini penting di tengah pandemi virus Corona ini. Saat membeli pakaian secara online di saat seperti sekarang, lebih baik dicuci terlebih dahulu atau menyemprotkan disinfektan yang ramah untuk barang-barang lainnya, sehingga bisa meminimalisir kemungkinan terpapar bakteri, kuman, atau paling menyeramkan virus Corona yang menempel pada barang belanjaan.

Sebagai catatan, berdasarkan data belanja Ramadan tahun sebelumnya menunjukkan mayoritas masyarakat membeli pakaian, kesehatan dan kecantikan, elektronik, games serta produk rumah tangga. Sehingga menyebabkan produk tersebut menempatkan kategori teratas. (AC)

Tags: Covid-19CriteoYouGov
Previous Post

Mengintip Canggihnya DJI Mavic Air 2, Drone Berkamera 48MP

Next Post

Kapan iPhone SE 2 Masuk Indonesia?

Comments 1

  1. Septian Rishal says:
    6 years ago

    Saya suka lupa tidak membersihkan paket, langsung buka-buka aja…
    Padahal ngeri juga ya dampaknya
    Thanks min sudah mengingatkan

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

Busthomi
28 October 2026 | 13:32

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Ciptakan Trusted Intelligent Financial Infrastructure, Artajasa Buktikan Efisiensi Operasional Tembus 90%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kyndryl: Modernisasi Bukan Lagi Soal Memilih Antara Investasi pada AI atau Memperkuat Infrastruktur Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto