IHC Gelar 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum Menuju Sinergi RS BUMN

Penulis Teguh Suyudi

Dalam upaya sinergi layanan kesehatan yang dimiliki oleh perusahaan BUMN dan kordinasi dengan pihak terkait sesuai dengan arahan Kementerian BUMN Republik Indonesia, PT Pertamina Bina Medika IHC menyelenggarakan ‘1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum’ di Jakarta (10/2). Perhelatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Tohir serta para direktur rumah sakit BUMN.

Indonesia Healthcare Corporation (IHC) merupakan Holding Rumah Sakit BUMN yang dibentuk pada 22 Maret 2017. Dengan penunjukan Pertamedika sebagai operatorship nya, IHC bersinergi dengan seluruh member yang terdiri dari 65 rumah sakit BUMN yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Potensi kekuatan sinergi RS BUMN mempunyai nilai lebih dalam banyak hal, terutama dalam segi supply chain dan penguatan pasar. Tak hanya itu lewat transfer teknologi kedokteran, manajemen rumah sakit, dan sumber daya manusia antar sesama member nya, IHC berupaya untuk menjadi semakin terdepan dalam menghadirkan pelayanan yang optimal.

Forum medis ini mengetengahkan materi terkait hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan tujuan dari acara ini, antara lain tentang optimalisasi kontribusi rumah sakit milik BUMN dalam mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat demi Ketahanan Kesehatan Nasional.

Selain itu yang tak kalah penting adalah langkah-langkah standarisasi pelayanan kesehatan rumah sakit milik BUMN dan digitalisasi layanan rumah sakit serta pentingnya sinergi antar rumah sakit milik BUMN di berbagai kegiatan pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan ini juga dipaparkan peran rumah sakit BUMN dalam kesiapsiagaan serta kewaspadaan dalam menghadapi Coronavirus dengan berbagai aktivitas seperti edukasi kepada masyarakat lewat media, baik media televisi, sosial media maupun penyuluhan secara langsung.

Mengusung tema ‘Percepatan Integrasi & Peningkatan Nilai Rumah Sakit BUMN’, acara berskala nasional ini menghadirkan para narasumber ahli, yaitu yaitu PWC Strategy Mrs. Rachel Armstrong, Secretary of National Economic Committee and Economy Expert Dr. Aviliani , SE, MSi, Konsultan IT RS Pelni San Emirza Harahap BSc.

Bain & Company Eddy Widjaja, Managing Director Makki Makki Strategic Trasnformastion Consultant Sakti Makki, Direktur RS Pertamina Balikpapan dr. Syamsul Bahri, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI dr. Tri Hesty Widyastoeti M., SpM, Ketua Pokja Pinere (penyakit infeksi, new emerging, & reemerging) RSPI Sulianti Saroso dr. Pompini Agustina, Sp.P (K).

Guna mendukung upaya percepatan integrasi dan peningkatan nilai rumah sakit BUMN, lebih dari 100 dokter spesialis dari berbagai rumah sakit BUMN turut hadir mengikuti acara tersebut.

Pada kesempatan ini, para peserta dan tamu undangan termasuk Wakil Menteri Negara II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengikuti sejumlah rangkaian acara yang diantaranya adalah sesi Hospital Tour ke Rumah Sakit Pelni Jakarta yang dilaksanakan dalam rangka pengenalan sistem pelayanan kesehatan moderen berbasis digital.

Pada Kesempatan ini Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, “Kami selalu mendorong BUMN untuk fokus kepada core business-nya. Dengan adanya penggabungan RS dan dipimpin oleh holding company yang memiliki fokus di bidang tersebut tentu RS milik BUMN dapat dikelola lebih profesional. Yang terpenting dari penggabungan RS BUMN adalah menjadi market leader RS di Indonesia.”

Dalam acara itu juga, Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika), Fathema Djan Rahmat melaporkan jika saat ini total pendapatan seluruh rumahsakit BUMN mencapai Rp 5,6 triliun dengan EBITDA sebesar Rp 510 miliar untuk periode yang berakhir pada 2018.

Dengan adanya sinergi rumahsakit BUMN, seluruh perusahaan BUMN ini diproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp 8 triliun sampai Rp 10 triliun.

Fathema melanjutkan, pihaknya akan menggerakkan tiga tahapan konsolidasi untuk menggabungkan 63 rumahsakit lain yang dimiliki oleh 15 BUMN. Dengan demikian, Pertamedika akan menjadi holding dari seluruh rumahsakit yang ada.

“Fase pertama IHC integrasi dengan Pelni mendekati posisi transaksi. IHC bangun foundation yang lebih kuat dengan ditambahnya 1.250 tempat tidur dengan 590 tempat tidur milik Pelni,” jelas Fathema.

Tahap kedua pihaknya akan lebih luas dengan mengintegrasikan kedua rumahsakit ini dengan lima rumahsakit milik BUMN lainnya. Tahap ketiga, Pertamedika mengintegrasikan seluruh rumahsakit yang belum masuk dalam konsolidasi ini dengan total kapasitas 6.500 tempat tidur dari 64 rumahsakit.

BACA JUGA

Leave a Comment