Untuk mewujudkan ekosistem inovasi industri 4.0, Kemenperin fokus mendorong balai-balai binaan yang tersebar di seluruh Indonesia agar bisa bertransformasi menjadi unit kerja yang lebih inovatif untuk menyiasati adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Senin, 29/9, menyampaikan balai industri yang dimiliki oleh Kemenperin saat ini dianggap sebagai lembaga terdepan dalam menerapkan inisiatif peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Upaya ini akan terus kami kembangkan untuk menyosialisasikan, menciptakan dan testing solusi industri melalui jasa konsultasi, jasa sertifikasi, jasa pelatihan dan jasa pemanfaatan teknologi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Saat ini, Kemenperin telah menyusun panduan tentang Learning Factory Industri 4.0 dan assessment Technoware, Infoware, Humanware, dan Organware (THIO) sebagai alat yang digunakan oleh Balai Besar serta Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri dalam meningkatkan pelayanan kepada dunia usaha dengan memanfaatkan penerapan teknologi industri 4.0.
Learning Factory Industri 4.0 merupakan sebuah platform yang memuat metode penerapan industri 4.0 bagi perusahaan manufaktur di tanah air dengan melibatkan pemerintah sebagai pembuat kebijakan yang senantiasa mendukung kemajuan sektor perindustrian di Indonesia.
Tingkat keberhasilan Learning Factory Industri 4.0 tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, akan tetapi harus diukur juga dari keuntungan intangible, seperti jumlah industri yang menerapkan industri 4.0, jumlah SDM yang kemampuannya meningkat, jumlah teknologi tepat guna, dan jumlah paten yang dihasilkan.
Doddy menjelaskan, untuk mendukung balai dalam membuat Learning Factory Industri 4.0 tersebut, Kemenperin juga telah melakukan assessment THIO untuk melihat sejauh mana kondisi kesiapan teknologi, SDM, serta sistem informasi dan organisasi yang dimiliki.
“Identifikasi kendala dan pain point yang dihadapi merupakan hal yang sangat penting karena akan menjadi landasan rekomendasi untuk membuat demonstrasi dalam pemanfaatan teknologi industri 4.0, salah satunya adalah ketersediaan jaringan koneksi dan fasilitas digital yang mendukung,” ungkapnya.
Kemenperin telah menginisiasi ekosistem industri 4.0 yang disebut Ekosistem Indonesia 4.0 (SINDI 4.0) sebagai wadah saling bersinergi dan berkolaborasi, baik pemerintah, perusahaan kawasan, pelaku industri, akademisi dan lembaga litbang, technical provider, konsultan dan tentunya pelaku keuangan.














