
Reporter: Miroji
Editor: Teguh Imam S.
Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) punya inovasi dalam membangun daerahnya, yaitu melalui Program Jogja Smart Province (JSP) yang sedang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Jogja Smart Province adalah kolaborasi kewilayahan berbasis teknologi untuk mendukung penyelesaian isu strategis dan pengembangan potensi DIY.
“Optimalisasi pendayagunaan teknologi, integrasi data dan kolaborasi antar wilayah kita upayakan untuk pengembangan sektor unggulan DIY. Semua itu untuk mengakselerasi terwujudnya kehidupan masyarakat Jogja yang lebih sejahtera, sehat, nyaman, dan aman,” ujar Bayu Februarino Putro, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov DIY saat Penjurian TOP DIGITAL Award 2020 secara online oleh Majalah IT Works, Kamis (12/11/2020).
Dalam mewujudkan Jogja Smart Province, pemerintah provinsi harus melakukan kolaborasi dengan pihak kabupaten dan kota di Provinsi Jogja, untuk masalah yang tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, (harus) melakukan kolaborasi.
Contoh masalah yang penyelesaiannya harus dilakukan dengan kolaborasi atau kerja sama, yaitu banjir dan erupsi Gunung Merapi. Bencana tersebut tentunya tak hanya dirasakan warga Kabupaten Sleman saja, namun juga akan dirasakan oleh warga Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Untuk itu, kota dan kabupaten perlu melakukan sebuah kolaborasi untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Solusinya, dengan penggunaan TI yaitu membangun Early Warning System di Kabupaten Sleman, adanya bencana banjir di Kabupaten Sleman, bisa diketahui oleh warga Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Infrastruktur TI
Kepada dewan juri, ia menjelaskan, pendayagunaan teknologi dengan percepatan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di DIY.
“Integrasi data dengan memberikan data dan informasi yang berkualitas dan terbaik kepada pemangku kepentingan.”
“Kolaboratif dengan menggunakan teknologi informasi untuk membantu masyarakat terlibat aktif dalam proses pembangunan.”
Untuk mewujudkan Jogja Smart Province, Pemprov DIY telah membangun infrastruktur digital dengan menyediakan jaringan internet di 156 instansi DIY, 75 lokasi free wifi untuk publik dan tempat wisata serta 71 lokasi free wifi untuk UMKM.
“Selain itu, jaringan internet juga tersedia di 438 Desa di seluruh DIY dan di SMU/SMK se DIY sepanjang 400 KM fiber optik,” ujar Sayuri Egaravanda, Kepala Bidang Keamanan Informasi dan Persandian Diskominfo Pemprov DIY.
Pemprov DIYmemiliki rencana aksi pengembangan JSP mulai tahun 2019 sampai 2020. Proyek percontohannya mulai dilaksanakan tahun 2019 lalu dengan menyediakan fasilitas internet di Sumbu Filosofi.
Kemudian, targetnya tahun 2023 DIY akan punya wilayah smart yang lebih luas dan banyak menggunakan TI untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Jadi internet tidak hanya digunakan untuk media sosial saja. Tapi juga untuk berbagai kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bayu.
Aplikasi TI
Terkait pemanfaatan TI lainnya, Pemprov DIY telah menghadirkan sejumlah aplikasi unggulan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti: Jogjapass.jogjaprov.go.id, Cms.jogjaprov.go.id, Corona.jogjaprov.go.id, dan Disaster Support System.
“Salah satu manfaat dari pemanfaatan teknologi tersebut yaitu efisiensi anggaran sebesar 30 persen dalam pengelolaan dana Bansos DIY,” ungkap Bayu.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: Yogyakarta Menuju Smart Province














