ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP Digital Awards 2021: Mantap! INDISCH Bertekad Jadi Platform Pembelajaran No. 1 dan Start-up Unicorn di 2025

redaksi
22 November 2021 | 23:00
rubrik: Digital, Event
TOP Digital Awards 2021: Mantap! INDISCH Bertekad Jadi Platform Pembelajaran No. 1 dan Start-up Unicorn di 2025
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Fauzi

PT Sekolah Digital International pemilik platform Indonesia Digital School (INDISCH) mengungkap sejumlah target besar yang tengah dibidiknya. Seperti dikatakan Febby Febrianti, Director PT Sekolah Digital Internasional, INDISCH memiliki visi untuk menjadi perusahaan Platform Pembelajaran Nomor 1 di Indonesia.

“Dan tentunya ada beberapa misi yang kami usung juga, yang pertama Platform Pilihan, yaitu menjadi Platform pilihan pengajar untuk pengajaran di lembaga pendidikan di Indonesia. Kemudian yang kedua sebagai Marketplace Pembelajaran di Indonesia yang mampu memberdayakan UKM Pelatihan dan Training. Dan yang ketiga adalah Menjadi Start-up Unicorn di tahun 2025,” ujar Febby saat sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021 yang digelar Majalah It Works secara virtual, (17/11/21).

Febby mengungkap bahwa hadirnya INDISCH diawali karena adanya pragmatisme terhadap problem-problem yang ada saat ini, terutama di area bimbel dan guru private. Di mana pada tahun 2020-2021 beberapa bimbel dan guru les private itu terdampak karena adanya pandemi, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan dari proses pembelajaran yang biasanya mereka lakukan.

“Juga terkait dengan adanya bimbel-bimbel online yang sekarang menggempur, sehingga bimbel konvesional dianggap sudah tidak relevan lagi. Kemudian problem yang kedua itu kami melihat dari sisi instansi dan perusahaan. Di mana instansi dan perusahaan saat ini biasanya memiliki corporate university atau area diklat sendiri. Di mana saat ini belum cukup efektif atau belum optimal dalam implementasi dari e-learning yang ada di sana,” jelas Febby.

Dari kedua permasalahan tersebut, kemudian INDISCH memberikan solusi yang diharapkan bisa menjawab problem-problem yang ada.

Pertama, kata Febby, INDISCH memberikan solusi marketplace untuk semua pelaku di bidang jasa pendidikan dan pelatihan, bimbel, guru private, dan lembaga kursus, di mana mereka bisa menjual event-event pelatihannya ataupun kelas-kelas pelatihannya kepada target-target customer mereka.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2021: Ini Jajaran Aplikasi Andalan BKN, Termasuk untuk Percepat Terwujudnya Satu Data ASN

Kemudian yang kedua, INDISCH juga bisa digunakan untuk instansi dan perusahaan yang mana mereka memiliki corporate university sehingga mereka tidak perlu membangun lagi video based-learning untuk knowledge management system perusahaan, termasuk mengelola learning path dan juga kelas-kelas virtual di unit diklat dan corporate university yang ada di instansi dan perusahaan.

“Itulah target kami, jadi solusi kami menyasar kedua area ini, yaitu ke Bimbel dan juga ke area instansi dan perusahaan,” tandas Febby seraya mengatakan bahwa cita-cita besarnya dari INDISCH, yaitu menjadi platform pendidikan yang menguasai pasar dari sisi Lembaga Pendidikan di Indonesia.

Target Pengguna & Konten, Valuasi & Model Bisnis
Sekilas penjalanan INDISCH hingga rencananya ke depan dipaparkan Febby dalam presentasinya di hadapan para juri. INDISCH diluncurkan pertama kali pada tahun 2020, menyusul pada tahun 2021 dilanjutkan dengan membangun platform pembelajaran online.

”Di 2022 kami akan mengusung platform pembelajaran dengan jumlah pengguna dan konten terbesar di Indonesia itu goals kami. Dan juga di 2023 itu sudah masuk ke valuasi atau valuation-nya,” kata Febby.

Meski baru diluncurkan pada tahun 2020, INDISCH sendiri sejatinya sudah mulai terbentuk di tahun 2018. Kala itu, kata Febby, INDISCH hanya digunakan untuk pembelajaran online di internal perusahaan. Lalu di tahun 2020, di saat pandemi yang membuat banyak orang harus bekerja dari rumah (WFH), INDISCH pun akhirnya dibangun menjadi pembelajaran online publik yang bisa diakses oleh siapa pun .

“Nah kemudian masuk ke tahun 2021 kami juga membangun marketplace pendidikan yang memungkinkan penggunanya untuk mendirikan pembelajaran komersil secara online. Di mana setiap pelaku pembelajaran itu bisa membuat kelas dan juga menjual dari sisi training-training yang mereka sediakan. Kemudian masih di tahun 2021 juga INDISCH digunakan untuk pembelajaran online di instansi dan perusahaan. Jadi, sudah bisa digunakan di instansi dan perusahaan terutama untuk learning path dalam mekanisme atau dalam ajang people development di perusahaan,” tandasnya.

BACA JUGA:  Aplikasi PeduliLindungi Jadi Super App

Sebagai bagian dari upayanya untuk masuk ke valuasi di tahun 2023 seperti telah disebut di atas, pada tahun 2022, Indonesia Digital School membidik target untuk membangun Ads On di INDISCH. “Jadi, memungkinkan semua pengguna INDISCH ini akan bisa memasang iklan di sana,” ujar Febby.

Tidak ketinggalan dalam paparannya juga disebutkaan bahwa sebagai platform INDISCH juga menjalankan beberapa model bisnis, dengan tetap mempertimbangkan penggunaan secara gratis oleh Lembaga Pendidikan, Pengajar, maupun Peserta Pembelajaran. Secara umum ada tiga model bisnis yang dijalankan INDISCH, antara lain:

  • Corporate Access: Lembaga Pendidikan atau perusahaan yang ingin mendapatkan extension Video Based learning, dengan domain sendiri (private access), merupakan bagian dari layanan INDISCH.
  • Marketplace: Pengajar dan Lembaga dapat menggunakan INDISCH untuk berbisnis Pendidikan, dengan menjual paket pembelajaran di INDISCH, yang dilengkapi dengan payment point dari berbagai penyedia transaksi keuangan.
  • Ads on INDISCH: INDISCH Advertisement, sehingga perusahaan, lembaga pendidikan, pelatihan (training) atau siapa pun bisa memasang iklan di INDISCH, dengan target adalah para pengguna INDISCH.
Tags: INDISCHTOP Digital Awards 2021
Previous Post

TOP Digital Awards 2021: Badan Perlindungan Konsumen Nasional Perkuat Akses Pengaduan Online

Next Post

TOP Digital Awards 2021: Mudahkan Masyarakat, Kab. Bantul Hadirkan Bantulpedia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Indonesia Habiskan Kuota Data Internet sebanyak 5 GB Setiap Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GWI: Pengguna WeChat Indonesia Meningkat 895%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Komitmen Green Port, IPC TPK Gelar Uji Emisi Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto