Reporter: Abdullah Suntani
Editor: Teguh IS.
Transformasi digital saat ini tak bisa dielakkan, apalagi di masa pandemi, banyak pihak berupaya dan bekerja ekstra untuk bisa memberikan yang terbaik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI). Tak terkecuali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
Sebagai kabupaten yang masuk Gerakan 100 Smart City Indonesia, pemkab di Provinsi Jawa Timur ini, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, terus melakukan inovasi dan transformasi layanan publik.
Demikian disampaikan Evi Wahyu Harini selaku Kepala Bidang Tata Kelola Informatika Diskominfo Pemkab Sidoarjo, saat mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2021 via daring, Jumat (12/11/2021).
Aplikasi Unggulan
Kepada dewan juri, Evi membeberkan upaya dan inovasi yang telah dilakukan pihaknya sebagai kota Smart City. Caranya menghadirkan beragam aplikasi, baik untuk internal maupun eksternal.
Pertama, E-Buddy untuk surat menyurat internal antar OPD, dibangun dan diimplementasikan tahun 2020.
Kedua, E-Kinerja, diterapkan tahun 202, terkait kinerja pegawai. Memiliki fitur unggulan Absensi Berbasis Lokasi, Pengelolaan Kinerja Pegawai secara sistematis dan sebagainya.
Aplikasi tersebut dibangun kerja sama antara internal dan ekternal dan merupakan solusi peningkatan kinerja organisasi khususnya pada saat pandemi.
Baca: MPP Sidoarjo Hadirkan 177 Jenis Layanan Terpadu Dengan Dukungan Sistem TI
Ketiga, E-Consulting, merupakan aplikasi pengaduan atau konsultasi secara online dari OPD tingkat desa kepada inspektorat. Dibangun dan implementasinya pada tahun 2020 hasil kerjasama dengan developer (eksternal). Merupakan layanan konsultasi internal organisasi.
Keempat, E-Kenda, dibangun di 2020 dan pengembangannya di 2021. Untuk monitoring pekerjaan fisik dengan fitur unggulan seperti manajemen risiko, pengawasan kemajuan pekerjaan fisik di OPD.
“Dengan aplikasi ini, Pemkab Sidoarjo dapat mengelola risiko penggunaan anggaran dan minimalisasi nilai SILPA dengan monitoring pekerjaan fisik. Jadi tidak ada penumpukan pekerjaan di akhir tahun yang bisa menimbulkan SILPA akhir tahun,” ungkap Evi.
Aplikasi unggulan berikutnya, Sipraja dan Sippadu 2.0 yang merupakan layanan administrasi publik dan perijinan terpadu dengan fitur unggulannya cetak mandiri (SIPRAJA), terintegrasi dengan layanan lainnya (SIPPADU 2.0 dengan SIKOLING).
“Aplikasi Sipraja dikembangkan tahun 2020, manfaatnya memudahkan masyarakat mengurus administrasi serta meyakinkan calon investor dengan kemudahan layanan berusaha berbasis OSS pada SIPPADU 2.0. Saat ini, Sipraja, digunakan di seluruh Kab. Sidoarja,” terang Evi.
Aplikasi yang tak kalah pentingnya saat pandemi yakni, Plavon Dukcapil. Merupakan optimalisasi layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat di saat pandemi. Dikembangkan mulai tahun 2020 hingga saat ini. Melalui aplikasi ini, masyrakata Kab. Sidoarjo dapat dengan mudah mencetak berbagai dokumen kependudukan seperti, KTP, KIA, KK, Akta Kelahiran dan lain sebagainya.
“Masyarakat sekarang tidak harus datang ke kantor Dukcapil. Mereka bisa mengajukan permohonan secara online, kemudian disediakan mesin cetak di beberapa tempat semacam ‘ATM’, untuk masyarakat melakukan cetak mandiri terhadap dokumen-dokumennya,” tutur Evi.
Dengan sederet aplikasi unggulan yang telah dikembangkan oleh Pemkab Sidoarjo, melalui Diskominfo Kab Sidoarjo itu, diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan publik sehingga kinerja Pemkab Sidoarjo semakin cepat, tepat dan transparan.
Baca: Manfaatkan TI, Kabupaten Sidoarjo Menuju Kota Cerdas Investasi














