Penulis: Irawan
Editor: Teguh IS.
Transformasi digital yang dijalankan Provinsi Sumatera Selatan mendapat apresiasi dari Dewan Juri TOP Digital Awards 2022. Apresiasi diberikan karena transformasi digital yang telah dijalankan Pemprov Sumsel, dengan mendorong berlangsungnya revolusi Industri 4.0, dinilai ikut mendukung terwujudkan pencapaian visi Indonesia.
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai dewan juri TOP Digital Awards 2022 yaitu Dwinda Ruslan, Dede Mulyana, dan Agnes Theres.
Hadirkan Inovasi Baru
“Guna mendorong hadirnya revolusi Industri 4.0, Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan menghadirkan 2 inovasi digital unggulan baru,” kata Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan H. Achmad Rizwan, SSTP., M.M dalam penjurian TOP Digital Awards 2022, 27/10/2022, secara online.
Pertama, menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui pengembangan aplikasi Sistem Operasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu (SONGKET) yang berbasis Android.
Aplikasi SONGKET merupakan inisiatif kerja kolaboratif Pemprov Sumatera Selatan bersama para pihak dalam upaya pencegahan, pengendalian dan tindaklanjut pidana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan.
Aplikasi ini untuk peringatan dini, pemantauan serta pelaporan kebakaran hutan dan lahan secara integratif, partisipatif dan transparan.
Kedua, mengembangan aplikasi Sistem Informasi Satu Data Sumatera Selatan (SIMATA) yang berbasis Web dan Android. SIMATA menyediakan data yang akurat mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses, dan dibagipakaikan oleh internal maupun masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.
Program Digitalisasi Mendukung Industri 4.0
Selain inovasi, Achmad Rizwan juga memaparkan pencapaian program digitalisasi sebagai sarana mendorong Industri 4.0.
Pertama, menghadirkan 63 Aplikasi untuk 28 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kedua, menghadirkan infrastruktur TI yang handal, antara lain: Provinsi Sumatera Selatan memiliki Redundant link dengan 2 Uplink sumber koneksi internet. Fasilitas Redundant link diberikan agar semua Server yang terkoneksi online secara 24 jam dan memenuhi SLA 99% bagi layanan internet.
Selain itu, memiliki IP Publik dan sudah diregistrasikan menggunakan nama resmi pemerintahan sebagai wujud kemandirian dinas Kominfo dalam mengelola aset dan sumber teknologi informasi. IP Publik akan didistribusikan pada OPD/Dinas di lingkungan Pemprov Sumatera Selatan yang membutuhkan pengamanan secara global bagi server pemerintahan.
Pemprov Sumsel juga memiliki 3 server DNS yang dikelola oleh tenaga ahli internal Dinas Kominfo untuk menjamin kerahasian dan validitas informasi. Dan terakhir, memiliki fasilitas Data Center (tier 1).
“Data Center ini menyediakan resource untuk OPD yang membutuhkan, agar OPD memiliki data centre-nya sendiri tanpa harus menggunakan pihak eksternal non pemerintahan. Fokusnya untuk dapat melayani kegiatan operasional pelayanan OPD selama jam kerja, dengan UPS sebagai back up dan tingkat up time yaitu 99,671 persen dan dalam setahun batas toleransi gangguan adalah maksimal 28 jam,” ujar Achmad Rizwan.
Ketiga, memiliki Keamanan TI Handal. Bentuk Keamanan TI ini adalah dengan dimilikinya Firewall kelas Next Generation. Solusi keamanan mutakhir ini merupakan wujud yang memperhatikan aspek keamanan kala terkoneksi internet untuk melindungi data dari perusakan atau penyalahgunaan yang dilakukan oleh orang dalam atau di luar. Dengan fasilitas Sensor dan Monitoring, dapat didokumentasikan setiap aktivitas perangkat dalam berinternet. Firewall bahkan juga dapat melakukan langkah pencegahan jika ada kegiatan “anomali” yang tidak normal bagi “state policy” internet.
Keempat, mengembangkan Big Data/IoT di bidang jaringan komputer. Pengembangan ini berupa pembuatan sistem untuk monitoring jaringan internet yang ada di lingkungan Dinas/OPD. Bila ada gangguan atau internet mati, akan segera dikirimkan notifikasi dan dokumentasi untuk laporannya. IoT dalam memonitoring jaringan, menggunakan Nagios (Open Source) untuk menghemat biaya karena tidak perlu beli lisensi.
“Pengembangan akun email Dinas dengan Domain @sumselprov.go.id ke depan telah didesain bisa dipakai untuk menyimpan data secara “cloud” layaknya GoogleDrive. Semua itu tentu saja dengan memperhatikan keamanan data dan informasi,” tegas Achmad Rizwan.
Kelima, menghadirkan Cloud Computing berupa virtual server untuk kebutuhan dinas/OPD pemerintahan. Cloud Computing yang digunakan adalah Proxmox.Sementara ituCpanel untuk kebutuhan website dinas/OPD pemerintahan menggunakan WHM.
“Khusus untuk fasilitas Cloud App, saat ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan server dan database di lingkungan pemerintah Provinsi Sumatera Selatan”, pungkas Achmad Rizwan.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Tingkatkan Layanan ke Pengguna, LRT Sumsel Hadirkan Aplikasi LRT Tracking














