ItWorks- PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) atau Bank BPD Kalbar, tahun ini untuk pertama kalinya terpilih menjadi Finalis di ajang penjurian untuk penghargaan TOP Digital Awards 2024 yang diselenggarakan majalah ItWorks Jakarta bekerja sama dengan sejumlah Asosiasi dan Konsultan ICT (Information and Communication Technology) terkemuka di Tanah Air. Presentasi dan wwancara penjurian disampaikan langsung oleh Direktur Utama bank Kalbar, H. Rokidi, SE., MM. di Jakarta yang didampingi Tim IT dengan pokok bahasan materi “Teknonologi Informasi Bank Kalbar”.
Mengawali presentasinya, Dirut H. Rokidi menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Bank Kalbar sebagai finalis atau kandidat untuk penghargaan TOP Digital Awards 2024 yang juga merupakan kali pertama keikutsertaannya di ajang corporate rating (penilaian) terkait implementsi dan keberhasilaan atas digitalisasi ini. Disampaikan bahwa implementasi dan inovasi bidang teknologi digital atau transformasi digital di Bank Kalbar, dilakukan sebagai bagian dari upaya meningktkan performa sesuai dengan visi, misi, serta kinerja binsis dan daya saing secara berkelanjutan.
“Secara umum, penerapan dan strategi pengembangan sitem teknologi informasi atau digitalisasi BPD Kalbar dilakukan untuk mendukung atau diselaraskan dengan strategi pengembangan bisnis. Dalam hal ini Bank Kalbar di antaranya telah menerapkan sistem teknologi informasi di core banking system (CBS) untuk mendukung operasional di sistem manajemen dan juga layanan pelanggan atau nasabah. Pembangunan dan pengembangan sistem aplikasi digital disesuaikan atau mengacu kebijkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) maupun Peraturan dari Bank Indonesia (PBI) sesuai Sesuai Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan. Selain itu, sebagai BUMD milik Pemerintah Daerah, digitalisasi juga untuk mendukung pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Di era kemajuan teknologi informasi yang kian pesat seperti sekarang ini, adaptasi pada perubahan melalui strategi digitalisasi menjadi sebuah keharusan. Karena itu ke depan, digitalisasi akan terus kami tingkatkan, termasuk sistem keamanannya,” ungkap H . Rokidi dalam wawancara penjurian TOP Digital Awards 2024 (20/11/2024), di Jakarta.
Turut hadir mendampingi saat wawancara dari TIM Divisi IT Bank Kalbar, di antaranya Tony Dharmawan, Ivan Maulana, dan lainnya. Sedangkan tim juri penilai terdiri DR Subandi (Universisat Budhi Luhur & ICT Consultant), Dwinda Ruslan (Senior Business Consultant Pakem), Benyamin De Haan (Senior Advisor MSI Group), serta Muhammad Lutfi Handayani (CEO MSI Group-Pemred ItWorks) yang dimoderatori Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks).
Adapun TOP Digital Awards merupakan ajang penilaian tahunan dan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan atau lembaga yang dinilai berhasil dalam implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital untuk kinerja yang berkelanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan Majalah ItWorks bekerja sama dengan sejumlah Asosiasi ICT, Konsultan ICT, dan kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air.
Bank Kalbar merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan beberapa Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Visi utama Bank Kalbar yakni “Menjadi Bank Pilihan Utama Masyarakat yang Berkinerja dan Berdaya Saing Tinggi serta Terdepan dalam Layanan. Sedangkan Misi-nya ada empat. Pertama, “memberikan layanan yang optimal dengan memberi solusi keuangan yang bernilai tambah bagi nasabah melalui penciptaan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance)”. Kedua, “ikut berperan aktif memberikan kontribusi perkembangan perekonomian daerah dan nasional”. Ketiga, “menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan untuk berkarya dan berprestasi. Keempat, “menjadi perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik dan berbasis risiko,”
Diungkapkan, terkait pemanfaatan sistem Teknologi Informasi, Bank Kalbar telah memiliki IT master plan sebagai acuan yang dalam pengembangannya selalu diselaraskan untuk mendukung visi dan misi perusahaan. IT Master Plan ini dibuat dengan melibatkan semua bagian agar bisa lebih optimal pemanfaatannya untuk mendukung kinerja dalam organisasi perusahaan.
“Saat ini kami dalam tahap implementasi IT sesuai IT Strategic Plan Bank Kalbar periode 2023-2025 yang merupakan upaya pemenuhan standar dan kaidah perencanaan & pengembangan TI agar memberikan nilai yang optimal serta selaras dengan strategi bisnis perusahaan seperti yang tercantum dalam Corporate Plan Bank Kalbar periode 2021- 2025,” ujarnya.
Ditambahkan, IT Strategic Plan Bank Kalbar periode 2023- 2025 disusun dengan agenda besar untuk melakukan transformasi digital menuju digitalisasi perbankan sesuai ketentuan regulasi yang berlaku. Melalui serangkaian proses, mulai dari adaptasi, perbaikan, adopsi teknologi, dan penyesuaian dengan regulasi. Selain itu, penyusunan IT Strategic Plan juga untuk mewujudkan kepatuhan yang ditetapkan regulator, yaitu regulasi POJK 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum dan PBI 23/6/PBI/2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran.
Beberapa sistem aplikasi yang jadi unggulan di antaranya ada Banking Integration Services (BIS), mobile banking, virtual account, Aplikasi Signature Verifivation System (SVS), Aplikasi Sistem Informasi Ketentuan Internal Bank Kalbar (SIKNAL-Bank Kalbar), Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), Cash Management System (CMS), SP2D Online, multipayment, EDC Merchant, dan beberapa lainnya.
Terbaru di tahun 2024 ada BIS Open API Bank Kalbar yang dibangun untuk memberikan kemudahan dalam menjalankan berbagai instruksi transaksi keuangan. Seperti pengecekan rekening tabungan, cek mutasi rekening, transfer, dan lain-lain, langsung dari paltform/aplikasi/website Mitra dengan fitur unggulan yaitu user management, pendaftaran aplikasi mitra, akses dokumentasi API, dan pengajuan kerja sama. Manfaatnya antara lain, memungkinkan Bank Kalbar untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan produk dan layanan baru, meningkatkan pendapatan non-bunga (fee-based income), meningkatkan Brand Awareness dan Daya Saing Bank Kalbar, serta mendukung Digitalisasi dan Inklusi Keuangan.
Bahkan digitalisasi Bank Kalbar, kini tak hanya di Core Banking System, namun juga sudah merambah lebih luas, di mana untuk memperkuat layanan Mobile Banking, kini juga dikembangkan sistem bayar non-tunai digital dengan QRIS. Bahkan Bank Kalbar juga dapat memfasilitasi pelaku usaha untuk memiliki QRIS ini sehingga kian menambah kemudahan dan kenyamanan nasabah setianya.
Upaya ini juga untuk mendukung program pemerintah dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Oleh Bank Indonesia (BI). Dalam kaitan ini, Bank Kalbar yang merupakan anggota dari TP2DD dan selaku Bank RKUD, melalui QRIS juga bertekad mendukung percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola keuangan yang handal, akuntabel, transparan sehingga memberikan kontribusi dalam optimalisasi pemanfaatan keuangan untuk mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.
Antisipasi Keamanan Siber
Sesuai tema penjurian “Top Digital Awards 2024” yakni “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”, dalam kesempatan ini juga banyak dipaparkan tentang komitmen dan strategi peningkatan sistem keamanan siber dari Bank Kalbar.
Dalam penjelasannya, Ivan Maulana (Bag IT Security) mengatakan, terkait keamanan TI (Cyber Security), Core Framework Cyber Security Bank Kalbar sudah mengacu pada Dokumen Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan 2021-2025 (OJK) yang terdiri dari 3 aspek yaitu People – Process – Technology. Selain itu, dalam melakukan implementasi tata Kelola, Bank Kalbar mengadopsi best practice internasional dari National Institute Of Standart and Technology (NIST/USA) Cyber Security Framework (CSF) 2.0 yang dikeluarkan pada tanggal 26 Februari 2024.
Lebih lanjut terkait IT Security, Dirut Rokidi menambahakan, bahwa terkait aspek People, Bank Kalbar menigkatkan kemampuan dengan memberikan pelatihan atau diklat eksternal sesuai bidang untuk meraih sertifikasi sesuai kompetensinya. Masih terkait aspek People dan It Security, Bank Kalbar mengelola keamanan cyber melalui empat strategi pendekatan. Pertama untuk Tata Kelola, Bank Kalbar mengadopsi best practice internasional dari National Institute Of Standar And Technology (NIST/USA) Cyber Security Framework (CSF) 2.0 yang dikeluarkan pada tanggal 26 Februari 2024.
Kedua, membnagun CSIRT, dengan membangun jalur komunikasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di mana Bank Kalbar telah terdaftar pada Badan Siber dan Sandi Negara dengan surat tanda registrasi (STR) nomor 394/CSIRT.01.03 /BSSN/08/2024 tanggal 24 September 2024. Ketiga training, untuk peningkatan Kapabilitas Pegawai Siber Pegawai diberikan pelatihan khusus, agar memiliki kapabiltas untuk menetukan praktek ketahanan dan keamanan yang terbaik untuk bank Kalbar yang pada akhirnya diharapkan dapat menekan penggunaan tools yang tidak efisien dan penghematan biaya. Keempat, sosialisasi dan peningkatan awareness pentingnya kesadaran menjaga kemanan siber bagi semua karyawan. “Kami menyadari bahwa serangan siber tidak dapat dihindari, namun dihadapi, oleh karena itu awareness kami lakukan kepada pegawai, nasabah dan stakeholder melalui jalur pertemuan secara langsung dan official media sosial, dan lainnya,” ujar H Rokidi.
Bank Kalbar dengan inovasinya kini menawarkan berbagai jenis tabungan, seperti Simpeda, Taserna, TabunganKu, BEKAL & SISWA, PROFITA, Deposito, dan Giro. Bank Kalbar juga memiliki mobile banking yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan mudah, praktis, aman, dan efisien.
Kartu ATM Bank Kalbar dapat digunakan di seluruh terminal ATM Bank yang berlogo Prima, termasuk ATM Prima BCA. Kartu ATM Bank Kalbar juga dapat digunakan sebagai kartu debit di semua mesin EDC di berbagai merchant. (AC)














