Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Program Startup Studio Indonesia untuk mengakselerasi skala bisnis agar dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia. Program ini ditargetkan dapat memfasilitasi pelaku startup digital pada tahap Angle hingga pre-series A serta membuka peluang inovasi baru.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, Rabu, 19/08, mengatakan, “Sesuai dengan arahan Presiden untuk akselerasi transformasi digital, kami tak hanya menyiapkan talenta digital melalui program Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy.”
“Kami pun mempersiapkan startup-startup yang dapat menjadi rumah bagi para talenta digital tersebut berkarya untuk menciptakan solusi inovasi baru bagi masyarakat melalui program Startup Studio Indonesia.”
Baca: Kominfo: Tiga Unicorn Baru akan Muncul
Program Startup Studio Indonesia ini sejalan dengan itikad Presiden Joko Widodo pada Digital Economy Summit 2020 Jakarta bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memperbaiki ekosistem ekonomi digital, mempermudah sumber pendanaan, mentoring, mempermudah ekosistem kerjasama dengan lembaga investasi dunia serta birokrasi dan regulasi yang kondusif.
Dirjen Aptika mengharapkan melalui program ini, startup yang difasilitasi dapat mengembangkan skala bisnisnya dengan lebih cepat. “Dengan beragam dukungan yang berfokus pada akselerasi produk dan tim, validasi strategi fundraising, validasi strategi growth marketing, memberikan dukungan technology development, dan menajamkan business skill,” paparnya.
Menurut Dirjen Semuel, program itu merupakan kolaborasi berbagai stakeholders. Ada dewan kurator dan mentor yang berasal dari startup, akademisi, pemerintah, dan tentunya venture capital.
Pendaftaran program Startup Studio Indonesia dibuka sejak 18 Agustus hingga 4 September 2020 melalui website https://startupstudio.id. Informasi lebih lanjut silahkan hubungi: halo@startupstudio.id atau akses Instagram: @startupstudio.id.














