ItWorks- Terus hadirkan inovasi untuk daya saing dan layanan pelanggan dengan digital technology, PT Global Digital Niaga Tbk., perusahaan e-commerce dengan brand name (Blibli.com), tahun ini kembali terpilih menjadi finalis di ajang penjurian untuk penghargaan “TOP Digital Awards 2024”.
TOP Digital Awards merupakan ajang penilaian tahunan untuk penghargaan yang diberikan kepada perusahaan atau lembaga yang dinilai berhasil dalam implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital untuk kinerja yang berkelanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan Majalah ItWorks bekerja sama dengan sejumlah Asosiasi ICT, Konsultan Information and Communication Technology (ICT), dan kalangan akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi di Tanah Air. Adapun tema yang diangkat tahun ini ”Business Solutions, Generative AI & Cyber Security for Excellence Business and Services”.
Sesuai tema yang diangkat, tim Blibli.com dalam presentasinya selain memaparkan inovasi sistem aplikasi untuk mendukung proses bisnis, banyak memfokuskan pembahasan terkait inovasi dan komitmen sistem keamanan informasi (It Security), tata kelola data, termasuk kesiapan menghadapi diberlakukannya UU No.27 tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP).
Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan secara daring melalui aplikasi Zoom meeting pada Jumat sore (22/11/2024). Presentasi disampaikan oleh Yosua Sugianto – IT GRC Manager bersama tim IT (Andrew Sagitta Jauhari – IT Cybersecurity Posture Manager, serta Eko Andreas Silitonga – IT Cybersecurity Operation Manager.
Sedangkan juri penilai terdiri DR Melani K Hariman (Ceo Melani K Harriman & Associate), DR Subandi (Universisat Budhi Luhur & ICT Consultant), Dwinda Ruslan (Senior Business Consultant Pakem), Benyamin De Haan (Senior Advisor MSI Group), Jonathan Prabowo (BRIN), Nelson Idrin (Forti BUMN& Praktisi IT), Febrizal Efendi (Aspiluki) yang dimoderatori Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks).
Dalam paparannya di hadapan dewan juri, Yosua Sugianto mengungkap bahwa secara umum, penerapan dan strategi pengembangan sitem teknologi informasi dan komunkasi (TIK) atau digitalisasi di Blibli.com dilakukan untuk mendukung strategi pengembangan bisnis. Dalam hal ini Blibli.com di antaranya telah menerapkan sistem teknologi informasi untuk mendukung core business (bisnis inti), sesuai visi dan misi perusahaan. Strategi bisnis Blibli yakni “Membangun sinergi ekosistem e-commerce yang sehat dan berkelanjutan”.
Di sistem manajemen, semua lini termasuk terkait HR, telah didukung dengan sistem IT dengan implementasi ERP dan aplikasi lain. Bahkan untuk mendukung fleksibilitas sistem dalam Lingkungan Kerja, perusahaan menerapkan teknologi kolaboratif yang memungkinkan tim berkomunikasi dan bekerja dari lokasi manapun selama terhubung dengan koneksi internet (hybrid).
Sejak 2011, Blibli didirikan sebagai perusahaan niaga-el atau ekosistem perdagangan secara online atau mall online di Indonesia yang berfokus pada B2B, B2C dan B2B2C. Sejalan dengan kebutuhan pelanggan, Blibli juga terus berevolusi, berinovasi dari waktu ke waktu; untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Indonesia (Konsumen, Bisnis atau Pemerintah) yang modern.
Salah satu inovasi yang dilakukan yakni dengan membangun ekosistem omnichannel commerce terintegrasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia. Termasuk untuk kebutuhan harian, traveling (perjalanan), life style (gaya hidup), barang eletronik, perabot rumah tangga, dan lainnya.“Kami terus kembangkan inovasi untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih baik bagi masyarakat atau pelanggan. Inovasi terus kami lakukan untuk mendukung visi dan misi perusahaan. Visi perusahaan yakni- Menjadi Ekosistem Perdagangan Pilihan Bagi Konsumen dan Institusi. Dan misi-nya –Menjadi Platform Perdagangan Omnichannel dan Gaya Hidup Paling Terpercaya,” ungkap Yosua.
Dengan inovasi bisnis Omnichannel commerce, pelanggan bisa mendapatkan pengalaman berbelanja dan memenuhi kebutuhannya, baik melalui chanel online maupun offline. “Sekarang kita punya layanan online maupun offline dalam bentuk Omnichannel. Tujuannya memberikan kemudahan dan pengalaman yang menarik bagi konsumen dalam berbelanja, termasuk dengan datang langsung ke toko kami- store Blibli/com. Ini bagian dari inovasi yang kami kembangkan untuk memberikan pengalaman belanja agar lebih menarik,” ujarnya.
Berbagai inovasi pendukung juga terus dilakukan. Di antaranya ada Blibli Mitra, di mana dengan layanan ini, Mitra retail dapat meningkatkan sumber pendapatannya dengan menjual berbagai produk original di Blibli Mitra. Ada juga Blibli Instore. Mitra toko offline yang telah mengadopsi Blibli Instore, memungkinkan pelanggan berbelanja secara offline dan melakukan pembayaran secara online melalui platform Blibli. Juga ada Click & Collect bekerja sama dengan mitra yang memungkinkan pelanggan untuk memesan dan melakukan pembayaran secara online, dan kemudian mengambil produk belanjaannya langsung di toko offline.
“Kerja sama mitra terus kami kembangkan. Terbaru kami menjalin kemitraan dengan Dekoruma, perusahaan berbasis teknologi yang bergerak di bidang layanan terkait kebutuhan home & living,” ungkapnya.
Perkuat IT Security dan Antisipasi UU PDP
Di tengah meningkatnya digital society, meningkatnya penggunaan perangkat digital, meledaknya jumlah data dan informasi di ranah jagad maya, ancaman kejahatan siber juga makin tinggi. Sehingga, kebutuhan untuk meningkatkan keandalan system kemanan siber, melindungi data dan informasi tersebut juga semakin besar.
Guna menyikapi itu, Blibli juga terus berupaya memperkuat keamanan siber dan kepatuhan dalam solusi pengelolaan datanya, termasuk dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP). UU PDP bertujuan untuk menjamin hak warga negara atas perlindungan diri pribadi, termasuk data kependudukan. Sebagai penyedia layanan e-commerce, Blibli dalam hal ini juga banyak menangani data-data pribadi pelanggan yang juga harus dijaga dengan baik.
“Sejalan dengan visi dan misi Blibli, kami terus menerus mempertahankan dan meningkatkan implementasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi. Salah satunya dengan mempertahankan sertifikasi ISO 27001 yang diperkuat dengan versi terbaru ISO 27001 : 2022. Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi berbasis ISO 27001 yang berbasis risiko dapat meminimalisir berbagai risiko TI dan bisnis, serta mengoptimalkan proses – proses yang dijalankan secara keberlanjutan,” ujar Andrew Sagitta Jauhari.
Dalam kaitan ini, Blibli telah membentuk CSIRT Blibli untuk dapat meningkatkan respons jika terjai insiden dalam lingkungan blibli secara efektif. Blibli juga menambah cakupan atau scope untuk perlindungan data pribadi untuk pelanggan, yaitu ISO27701 dalam sistem seller, kemudian juga konsisten menerapkan standar PCI DSS untuk keamanan data kartu dalam sistem pembayaran. PCI-DSS untuk penerapan sistem keamanan data untuk kartu pembayaran yang menyeluruh dapat memitigasi berbagai risiko keamanan terkait penggunaan kartu pembayaran, dan meningkatkan kepercayaan stakeholder akan kemampuan dan komitmen blibli.com dalam menjaga keamanan informasi.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan ISO 27701 : 2019 untuk penerapan Privacy Information Management System yang berfokus pada pelindungan data Pribadi secara konsisten dan berkelanjutan. Untuk keandalan dan tim cepat tanggap jika terjadi serangan, juga dibentuk CSIRT Blibli dengan dukungan penuh dari BSSN.
Perusahaan juga mengggunkan Cloud base security solution.
Di antaranya WAF, Anti DDOS & Bot Managemen, Cloud based EDR (Malware Control), Cloud security posture management (Monitor Vulnerability pada cloud resources), dan lainnya sebagai penunjang operasional CSIRT. “Sertifikasi dan implementasi inovasi terkait IT security ini menunjukkan komitmen Blibli dalam menjaga keamanan data, termasuk data pelanggannya dengan baik. Hal ini juga sejalan dengan salah satu value yang diangkat oleh Blibli yaitu Customer Focused. Pada pencapaiannya, Blilbli.com bahkan menjadi e-commerce pertama di Indonesia yang dapat meraih sertifikasi – sertifikasi tersebut,” ujarnya. (Adc)














