Jakarta, ItWorks- Transformasi digital di jajaran Pemkot Madiun-Jawa Timur, baik pengembangan tata kelola sistem Information technology (IT) untuk smart city (kota pintar) maupun e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), terus ditingkatkan dengan inovasi-inovasi baru. Tak hanya sistem aplikasi dan perluasan jaringan infrastruktur, namun juga penguatan ketahanan terkait cyber security maturity level dengan dukungan regulasi, struktur organisasi, dan lainnya untuk perlindungan sistem keamanan siber yang lebih kuat.
Dalam upaya penguatan keamanan siber, Pemkot Madiun telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) Madiun Nomor 35 Tahun 2022 tentang Pedoman Manajemen Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Kemudian juga dipertegas kembali melalui Peraturan Walikota Madiun Nomor 11 Tahun 2023 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Sebelumnya, terkait keamanan informasi, Diskominfo Kota Madiun juga telah melakukan penerapan sistem keamanan sesuai standar global- ISO 27001:2013 mulai tahun 2021. ISO/IEC 27001:2013 merupakan standar manajemen keamanan untuk menentukan praktik terbaik manajemen keamanan dan kontrol keamanan secara komprehensif, dengan mengikuti panduan praktik terbaik sesuai standar internasional.
Dasar dari sertifikasi ini, yakni pengembangan dan penerapan program keamanan yang tepat, mencakup inovasi pengembangan dan juga implementasinya. Bahkan dengan makin krusialnya tantangan bidang keamanan siber ini, juga terus dilakukan update, di antaranya melalui penerapan ISO 27001:2022 pada tahun 2023.
Beberapa upaya yang dilakukan terkait keamanan siber antara lain meliputi identifikasi kerentanan dengan Pentest/Vulnerability Assesment, Edukasi Kepedulian Keamanan Informasi, Perawatan Berkala Peralatan Ruang Server- Perangkat server, jaringan dan pendukung lainnya seperti genset, APAR, CCTV dan lainnya. Perawatan tersebut rutin dipantau dengan log book yang telah disediakan.
Selain itu, juga dilakukan implementasi Sertifikat Elektronik, termasuk Tanda Tangan Elektronik pada sistem / aplikasi yang ada standar Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) -BSSN, Monitoring Keamanan Aset Informasi. Backup Continuity Plan dan Disaster Recovery Plan, Audit Keamanan Informasi, termasuk yang terkait Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Persandian.
“Untuk keamanan data dan informasi, kita sudah menerapkan sistem keamanan sesuai standar global melalui penerapan ISO 27001. Baik untuk mendukung sistem aplikasi SPBE maupun Smart City. Kita juga melakukan identifikasi adanya kerentanan dengan melakukan pentrasi test (pentest) /Vulnerability Assesment secara rutin pada seluruh sistem elektronik pada server production. Pelaksanaan pentest/vulnerability assessment menggunakan tools OWASP ZAP dan NMap. Kami sangat menyadari keberhasilan kelancaran penyelenggaraan sistem pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, sangat membutuhkan sistem keamanan siber yang andal, apalagi tingkat ancamanan serangan siber juga makin tinggi,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkot Madiun , Noor Aflah, S.Kom dalam sesi wawancara dan penjurian “TOP Digital Awards 2023” pada (07/11/2023) yang diselenggarakan Majalah ItWorks bekerja sama Asosiasi TI & Telco Indonesia bekerja sama dan sejumlah Konsultan IT yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.
Lebih lanjut dikatakan, masih terkait upaya penguatan keamanan siber, termasuk perlindungan data dan informasi, Diskomoinfo Kota madiun juga membentuk Tim Tanggap Insiden MadiunKota-CSIRT. “Tim Tanggap Insiden MadiunKota-CSIRT ini bertugas melaksanakan pengamanan sistem elektronik di masing-masing Perangkat Daerah serta melakukan penanganan insiden dini, ketika terjadi insiden keamanan informasi. MadiunKota-CSIRT dapat diakses pada halaman https://csirt.madiunkota.go.id,” ujarnya.
Selaras dengan komitmen di bidang keamanan siber ini, berbagai inisiatif juga dilakukan untuk mendukungnya. Mulai dari aspek People, Process, Technology, dan pengembangan sistem aplikasi IT dengan penguatan sistem keamanan IT. Di antaranya telah dilaksanakan Audit Keamanan Informasi oleh Inspektorat Kota Madiun yang bekerja sama dengan BSSN. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Audit TIK SPBE, meliputi Audit Aplikasi, Audit Infrastruktur dan Audit Keamanan.
Bekerja sama dengan BSSN, telah dilakukanj pengukuran pada Tingkat Maturiti Penanganan Insiden, Indeks KAMI (Pengukuran Tata Kelola Keamanan Informasi), Cyber Security Maturity (Pengukuran Teknis penerapan Keamanan Informasi), serta Evaluasi Pelaksanaan Persandian (Pengukuran Pelaksaan Kegiatan Persandian). Selain itu dilakukan monitoring keamanan Aset Informasi menggunakan tools Zabbix yang dapat memantau aktivitas server dan network. Sehingga apabila terjadi anomali secara otomatis akan mengirimkan notifikasi melalui sistem yang ada.
Diakui dengan penggunaan teknologi digital dan internat yang kian meluas di tengah masyarakat, masalah ancaman keamanan siber juga kian kompleks. Aktivitas online di dunia maya ini juga membuka celah dan akses adanya serangan dari manapun melalui beragam perangkat digital tersebut, sehingga kewaspadaan dan kesadaran pentingnya perlindungan digital juga terus disosialisasikan ke kalangan masyarakat luas.
“Kami juga banyak melakukan sosialisasi dan edukasi ke semua kalangan, terkait Cyber Security) dan pentingnya kewaspadaan adanya ancaman kejahatan siber ini. Edukasi kepedulian keamanan informasi telah dilaksanakan pada seluruh Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kota Madiun, Siswa SMP seluruh Kota Madiun, dan masyarakat umum,” ujarnya saat presentras kepada dwan juri yang juga dihadiri secara virtual- Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Madiun, Eni Yusriani, S.Kom, M.T dan beberapa tim lainnya.
Inovasi Sistem Aplikasi Super Apps
Selain banyak memaparkan inovasi dan inisiasi penguatan keamanan siber, dalam kesempatan itu juga dipaparkan bebrapa inovasi sistem aplikasi digital, baik dalam keranga implementasi layanan masyarakat terkait implementasi e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) maupun pelaksanaan konsep Madiun Smart City (kota pintar).
Dijelaskan, secara umum Pemkot Madiun-Jawa Timur melalui Diskominfo, telah memiliki sistem aplikasi lengkap untuk berbagai layanan publik, termasuk upaya akselerasi digitalisasi di tengah masyarakat dengan mengembangkan infrastruktur internet, seperti membangun public Wifi gratis yang saat ini sudah tersebar di lebih dari 300 titik lokasi.
Dalam kesempatan itu, Eni Yusriani menambahkan, untuk makin memudahan sistem layanan melalui aplikasi digital, saat ini Diskominfo Kota Madiun telah mengembangkan aplikasi super (Super Apps). Di antaranya terdapat Aplikasi Tata Kelola SuperApps Manekin (Manajemen Kinerja) yang dikembangkan 2022 – 2023 oleh developer internal dan eksternal. Superapps Manekin adalah Aplikasi Single Sign On yang telah terintegrasi dengan banyak aplikasi untuk tata kelola Pemerintahan. Aplikasi yang terintegrasi diantaranya SIMPEG, M-SKP, Esurat, E-KAK, MANPRO, OPEN DATA, PROFIT M-TECH, DASHBOARD EXECUTIVE, E-SAKIP, dan AWAK SIGAP. Melalui satu pengguna dapat login untuk beberapa aplikasi tersebut.
Beberapa fitur unggulan, di antaranya Aplikasi Layanan Single Sign On untuk: aplikasi kerangka acuan kerja (https://kak.madiunkota.go.id), realisasi kinerja (https://skp.madiunkota.go.id), laporan hasil kinerja (https://esakip.madiunkota.go.id ), kepegawaian (https://simpeg.madiunkota.go.id), persuratan naskah dinas (https://esurat.madiunkota.go.id), Layanan Awak Sigap, Portal open data (https://opendata.madiunkota.go.id), Layanan Internet Gratis Profit M-Tech, Manajemen Progres Realisasi Anggaran (https://manpro.madiunkota.go.id), dan Dashboard Executive.
Banyak manfaat dari sistem aplikasi ini. Di antaranya memberikan kenyamanan pengguna dalam mengakses aplikasi. Efisiensi dalam manajemen Kredensial ASN untuk aplikasi Tata Kelola Pemerintahan . Mempermudah integrasi Data Kepegawaian, Kinerja, Perencanaan penganggaran, Pelaksanaan, laporan kinerja. Memudahkan monitoring dan evaluasi rencana dan realisasi anggaran.
Di samping itu, juga terdapat inovasi aplikasi lain terkait peningkatan layanan Masyarakat / pemangku kepentingan lainnya “Mbangun Swarga” (Madiun Membangun Sejahtera Bersama Warga) yakni untuk kontrol kesejahteraan masyarakat). Aplikasi ini juga memudahkan pendataan warga penerima bantuan dan manfaat dari Pemkot Madiun. Bertujuan agar program bantuan dan manfaat dapat tepat sasaran, adil dan menyeluruh.
Beberapa fitur unggulan, yakni Master Data Warga Penerima Bantuan dan Manfaat, Pengendalian Kemiskinan, Pengendalian Stunting dan Kesejahteraan warga Kota Madiun. Memudahkan Kontrol Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) sehingga bantuan dapat diterima secara adil dan menyeluruh Integrasi dengan layanan di Kelurahan untuk masyarakat Melalui Aplikasi (Pecel Tumpang). Menjadi parameter untuk verifikasi dan validasi BPJS.
“Manfaat bagi Pemkot yakni memberikan kemudahan untuk pengawasan dan menjadi sarana monitoring evaluasi pengelolaan bantuan sosial dan penerima manfaat dari Pemkot. Szelain itu juga sebagai sarana verifikasi dan validasi data warga calon penerima bantuan/manfaat program kegiatan Pemkot,” terangnya.
Selain itu juga masih terdapat beberapa inovasi lainnya, termasuk terkait peningkatan kesejahteraaan masyarakat melalui fasilitasi akitivas ekonomi dan bisnis. Dalam hal ini terdapat aplikasi Marketplace Pasar e-Madiun yang dibangun dan diimplementasi 2023. Aplikasi Pasar e-Madiun digunakan untuk mewadahi transaksi jual beli secara online bagi pedagang dan pelaku UKM penduduk Kota Madiun. Serta memberi kemudahan bagi pembeli untuk mendapatkan produk lokal di wilayah Kota Madiun.
Dengan berbagai inovasi digital ini, Pemkot Madiun melalui Diskominfo, tahun ini kembali masuk sebagai kandidat untuk penghargaan TOP Digital Awards 2023. TOP Digital Awards merupakan kegiatan pembelajaran bersama sekaligus pemberian penghargaan tahunan tingkat nasional dengan peserta berasal dari korporasi/kementerian/lembaga/instansi, terkait pemanfaatan teknologi-informatika dan solusi digital untuk meningkatkan kinerja, daya saing, layanan kepada pelanggan dan masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan Majalah ItWorks, sejak tahun 2016, bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco terkemuka di Tanah Air. Adapun tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2023 adalah “IT Governance and Cyber Security in Innovation of Business and Services”. (AC)














